Tidak ada satu jawaban yang tepat, karena tidak semua wet food diciptakan sama. Apakah wet food bisa jadi makanan pokok? Atau jadi topper saja? Apakah ada efek buruk pemberian wet food?

Image by Florian Bollmann from Pixabay

Dari namanya, sudah jelas apa yang membedakan wet food dari dry food: basah. Kandungan air wet food jauh lebih tinggi. Kandungan air dry food biasanya di bawah 15 persen, sementara kandungan air wet food bisa mencapai 85 persen. Tentu, ini juga memengaruhi perbedaan nutrisi keduanya. Kandungan kalori wet food lebih rendah (sekitar 1 kcal/gram) daripada dry food (sekitar 4 kcal/gram). Artinya, perlu 4 kali lipat porsi dry food untuk mencukupi kebutuhan nutrisi hewan dengan wet food semata.

Dry food juga lebih tinggi karbohidrat, sedangkan wet food tinggi lemak dan protein. Dalam proses pembuatannya, dry food butuh karbohidrat berupa pati, yang kemudian akan tergelatinisasi ketika dipanaskan. Tanpa pati, dry food tidak bisa mempertahankan bentuk kibblenya. Ambyar. Wet food tidak butuh ini, karena bentuknya memang klemer-klemer dari sananya. Karena lebih banyak mengandung daging, protein dan lemaknya lebih tinggi.

Di sisi lain, wet food membutuhkan kandungan asam amino taurin yang lebih tinggi. Lemak tinggi dalam wet food membutuhkan garam empedu untuk dicerna di usus. Pembuatan garam empedu ini membutuhkan taurin. Beberapa mikronutrien, seperti vitamin B1, natrium, dan kalium lebih sulit dicerna di wet food. Dalam satu studi, dibanding dry food, kandungan mineral wet food cenderung lebih banyak yang menyimpang dari panduan nutrisi FEDIAF (1).

Keunggulan wet food
Rasa wet food umumnya lebih disukai kucing. Baunya yang menyengat juga lebih menarik, mengingat kucing lebih bergantung pada indra penciuman dibanding perasa. Wet food juga cocok diberikan untuk kucing yang perlu mengontrol berat badan. Kandungan air yang banyak memungkinkan kucing cepat kenyang tanpa konsumsi kalori berlebih. Tapi, jangan diberikan terus-terusan, ya!

Kucing yang susah minum atau pernah mengalami gangguan kencing juga cocok diberi wet food. Perlu diketahui, kalau kucing yang makan wet food mungkin akan tampak minum lebih sedikit dibanding yang makan dry food saja (slideshow 4). Ini wajar saja, karena sebagian besar kebutuhan airnya sudah ada dalam wet food. Total konsumsi airnya tetap akan lebih banyak.

Kekurangan wet food
Berbagai keunggulan wet food tidak didapat dengan murah. Wet food lebih mahal dari dry food, dan bahkan bisa jadi lebih mahal dari homemade food yang lengkap dan seimbang (2). Biaya pengemasan wet food yang menggunakan kaleng atau pouch ukuran satu porsi lebih mahal dibandingkan kemasan dry food. Kandungan airnya juga membuat biaya pengiriman lebih mahal. Perlu diingat juga, bahwa porsi makan wet food bisa berkali-kali lipat dry food.

Wet food juga tidak tahan lama setelah dibuka. Berbeda dengan dry food yang bisa mengandalkan pengawet alami dan buatan, wet food sangat mengandalkan kondisi vakum dalam kemasannya. Kandungan dan aktivitas air wet food juga sangat disukai mikroorganisme untuk berkembang. Wet food idealnya dihabiskan 3 hari setelah dibuka dan selama itu, harus selalu disimpan di lemari pendingin. Bukan freezer, ya, nanti teksturnya rusak!

Kerusakan gigi juga bisa terjadi lebih cepat karena pemberian wet food terlalu sering. Wajar saja, bayangkan, gimana kalau orang makan makanan lunak setiap hari, tapi tidak pernah sikat gigi? Ini bisa dicegah dengan merawat kebersihan dan kesehatan gigi hewan melalui sikat gigi dan pemberian dental snack/chew.

Selain itu, kontrol kualitas wet food sayangnya tidak sebaik dry food. Satu penelitian di Inggris menemukan banyak wet food yang tidak memenuhi aturan batas mineral dan logam berat yang diatur FEDIAF. Ini lebih mungkin terjadi pada wet food dari perusahaan kecil. Secara anekdotal, saya pernah juga mendengar laporan salah satu wet food produksi lokal meledak berkali-kali.

Seberapa banyak dan sering boleh ngasih wet food?
Ini bergantung pada jenis wet food-nya. Untuk wet food komersil, kamu bisa cek di kemasan, apakah ada tulisan “complete dan balanced” atau “complete feed”. Artinya, wet food tersebut mengandung semua nutrien yang dibutuhkan hewan dalam kadar yang sesuai. Kalau ada, wet food tersebut seharusnya aman diberikan setiap hari, bahkan sebagai makanan satu-satunya. Kalau kamu memilih opsi ini, selalu pantau kesehatan gigi peliharaanmu, ya!

Selain “complete and balanced”, kamu mungkin menjumpai tulisan “for supplementary/intermittent feeding only” atau “complementary feed”. Artinya, wet food tersebut tidak untuk diberikan jangka panjang karena tidak mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan hewan. Wet food boleh diberikan sesekali, atau sebagai treats, atau sebagai topper dry food utamanya.

Kalau tidak ada tulisan di atas, kemungkinan besar wet food tersebut tidak lengkap dan seimbang (untuk jangka pendek saja), tapi kamu bisa hubungi customer service brandnya untuk minta info lebih jelas.

Bagaimana dengan wet food homemade?
Wet food homemade bisa jadi lengkap dan seimbang, bisa jadi tidak. Namun, kebanyakan resep yang beredar di internet tidak lengkap dan seimbang. Karena itu, saya anggap kebanyakan wet food homemade cuma untuk treats. Resep yang lengkap dan seimbang bisa didapatkan melalui konsultasi dengan ahli nutrisi hewan atau dokter hewan spesialis nutrisi (gelarnya DACVN atau Dip ECVCN, bukan pemegang sertifikasi online semata). Hati-hati, tidak semua yang ngaku nutritionist beneran nutritionist. Ada juga software seperti BalanceIT, yang dibuat oleh dokter spesialis nutrisi.

Referensi
Tertera di slideshow
1. Davies M, Alborough R, Jones L, Davis C, Williams C, Gardner DS. Mineral analysis of complete dog and cat foods in the UK and compliance with European guidelines. Sci Rep [Internet]. 2017;7(1):1–9. Available from: http://dx.doi.org/10.1038/s41598-017-17159-7

2. Vendramini THA, Pedrinelli V, Macedo HT, Zafalon RVA, Risolia LW, Rentas MF, et al. Homemade versus extruded and wet commercial diets for dogs: Cost comparison. PLoS One. 2020;15(7 July):1–11.

3. Davies M, Alborough R, Jones L, Davis C, Williams C, Gardner DS. Mineral analysis of complete dog and cat foods in the UK and compliance with European guidelines. Sci Rep. 2017;7(1):1–9. Available from: http://dx.doi.org/10.1038/s41598-017-17159-7

One thought on “Bolehkah Kasih Wet Food Tiap Hari?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s