Update: Per September 2021, Nutrisi tergabung sebagai spesialisasi keenam dalam American College of Veterinary Internal Medicine (ACVIM, organisasi spesialis penyakit dalam). Dengan begitu, dokter hewan spesialis Nutrisi di Amerika sekarang menggunakan gelar DACVIM (Nutrition) sebagai pengganti DACVN.

Beberapa waktu ke belakang, saya mendapat beberapa info dari teman-teman pet owner bahwa beberapa start up pet food lokal (kebanyakan menjual raw food anjing) mengklaim produk mereka diresepkan oleh certified nutritionist. Beda dengan profesi dokter hewan, dokter umum, psikolog, dietisien, nutritionist atau ahli nutrisi hewan tidak dipayungi organisasi profesi khusus (berbeda dengan board certified veterinary nutritionist, yang akan saya bahas nanti). Karena itu, istilah ini bisa jadi cukup membingungkan bagi orang awam. Dalam tulisan ini, saya ingin menjelaskan siapa yang bisa disebut nutritionist, siapa yang bukan. Nutritionist, dalam hal ini, adalah orang yang kompeten untuk memformulasikan makanan hewan, homemade maupun komersil, dengan lengkap dan seimbang. Biar tidak mengada-ada, saya menggunakan standar dari Global Nutrition Committee WSAVA.

Siapa yang bukan nutritionist sungguhan?

  1. Pet owner berpengalaman atau breeder
    Kalau kamu bergabung di komunitas pemilik hewan offline maupun online, pasti sering terjadi diskusi dengan sesama pemilik hewan. Tidak ada salahnya berbagi pengalaman untuk memberi perawatan yang lebih baik untuk peliharaan. Tapi, ingat bahwa pet owner lain ataupun breeder bukan dokter hewan dan ahli nutrisi. Secinta apa pun mereka memelihara hewan, selama apa pun mereka sudah memelihara hewan, mereka tidak punya latar belakang pendidikan formal terkait kedokteran hewan dan nutrisi hewan. Tentu, tidak semua saran mereka salah. Tidak semuanya juga benar.

    Jika kamu mendapat saran terkait nutrisi dari mereka, “Kasih xyz, kucing saya jadi sehat, bulunya halus, gemuk,” selalu konsultasikan dulu saran mereka dengan dokter hewan utamamu. Pastikan dengannya bahwa saran tersebut aman untuk diikuti. Sejak kecil, kita diajarkan bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Namun, di kedokteran manusia maupun hewan, guru terbaik itu bukan pengalaman, melainkan bukti ilmiah. Pengalaman satu orang bisa saja menipu. Kalau sampai terjadi hal yang tidak diinginkan karena saran tersebut, yang memberi saran tidak perlu bertanggung jawab apa-apa, dan dokter hewanmulah yang akan mengatasi masalah yang muncul. Tentu, lebih baik mencegah daripada mengobati, kan?

  2. Lulusan kursus nutrisi online
    Kembali ke cerita di awal post ini; ketika teman saya mengirim info pet food tersebut, saya mencoba cari tahu lebih dalam tentang program sertifikasi CertCN (Canine Nutrition Certificate) yang diikuti certified nutritionist ini. Sertifikat tersebut dikeluarkan oleh CAS Institute, suatu lembaga pendidikan nonformal yang fokus pada perilaku dan nutrisi anjing di Kanada, tetapi program tersebut dilakukan secara online. Untuk mendapat sertifikat, diperlukan waktu 200 jam. Terdengar banyak, tapi jika siswa mendedikasikan 8 jam per hari, kursus tersebut dapat diselesaikan hanya dalam 25 hari. Bandingkan dengan dokter hewan, yang kuliah 5-6 tahun atau mahasiswa ilmu pakan ternak, yang kuliah 4 tahun.

    Oh iya, kursus ini berbayar seharga 999 dolar Kanada. Untuk mendaftar, siswa tidak perlu gelar sarjana atau latar belakang pendidikan hewan. Lulusan SMA juga bisa mendaftar. Cukup mengejutkan, karena mempelajari nutrisi tidak cukup dengan menghapal makro- dan mikronutrien, tetapi juga anatomi, fisiologi, serta biokimia hewan, bahkan ilmu penyakit hewan agar mengerti aplikasi klinisnya. Rasanya 25 hari tidak akan cukup, karena buat saya 4 tahun pun tidak cukup.

  3. Pegawai pet shop
    Rasanya cukup jelas. Pegawai pet shop bukan ahli nutrisi hewan. Mereka mungkin ditraining untuk mengenal produk yang dijual di toko, tapi mereka tidak diajarkan nutrisi hewan secara mendetail. Sedih rasanya mendengar ada pemilik hewan yang lebih percaya pegawai pet shop dibandingkan dokter hewan.

  4. Dokter hewan
    Ya, kebanyakan dokter hewan juga bukan ahli nutrisi! Saat kuliah, dokter hewan dibekali ilmu biokimia dan nutrisi dasar, serta penerapan nutrisi dalam berbagai kasus klinis. Dokter hewan juga diajarkan melakukan penilaian nutrisi: mewawancara pemilik, menentukan status risiko nutrisi hewan, mengukur skor kondisi tubuh dan otot hewan. Dokter hewan jauh lebih kompeten untuk memberi saran terkait nutrisi dibanding orang-orang di atas, tetapi dokter hewan tidak diajarkan untuk membuat makanan hewan dari nol, kecuali ia mengambil pendidikan lebih lanjut di bidang nutrisi. Sama seperti dokter manusia: mereka kompeten untuk memberi saran dan mendiagnosis penyakit terkait gizi, tetapi yang kompeten membuat meal plan adalah dietisien.

Siapakah nutritionist sungguhan?
Menurut WSAVA, perusahaan pet food yang baik harus punya nutritionist tetap. Siapa yang dimaksud nutritionist?

  1. Dokter hewan spesialis nutrisi
    Sama seperti dokter manusia, dokter hewan juga mengenal spesialisasi. Namun, sampai saat ini, belum ada program pendidikan dokter hewan spesialis di Indonesia. Dokter hewan spesialis nutrisi memiliki gelar Diplomate of American College of Veterinary Nutrition (DACVN) dari Amerika Serikat, atau Diplomate of European College of Veterinary Comparative Nutrition (Dip. ECVCN) dari Eropa. Untuk mendapat gelar ini, mereka tentu harus menamatkan pendidikan dokter hewan dulu, tetapi setelah itu mereka masih harus menempuh residensi selama kurang lebih 3 tahun, lalu mengambil ujian untuk mendapat gelar spesialis. Selama itu, mereka belajar dan berhadapan langsung depan kasus klinis terkait manajemen nutrisi di bawah bimbingan dokter spesialis. Saat ini, di dunia, ada sekitar 100 DACVN dan 40 Dip. ECVCN. Mereka inilah yang disebut board certified veterinary nutritionist.

  2. MSc atau PhD di bidang nutrisi hewan kesayangan
    Untuk mendapat gelar ini, seorang harus mendapat gelar sarjana, kemudian melanjutkan sekolah S2 atau S3 di bidang nutrisi hewan kesayangan. Gelar ini pun perlu bertahun-tahun untuk didapatkan. Perlu digarisbawahi, karena seseorang dengan gelar PhD yang tidak terkait nutrisi, atau nutrisi hewan lain (ternak, misalnya), juga tidak bisa disebut nutritionist. Nutritionist ini tidak harus merupakan dokter hewan. Banyak di antara mereka yang bekerja di perusahaan pet food, tetapi mereka biasanya tidak berhadapan dengan kasus manajemen nutrisi klinis.

Setelah ini, jangan lagi bingung lagi dengan istilah nutritionist. Jika ragu, tanyakan saja kredensial detail orang yang membuat makanan peliharaanmu ke customer servicenya!

2 thoughts on ““Certified pet nutritionist”: Siapakah ahli nutrisi hewan yang sebenarnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s