Kalau ada daftar “obat dewa” alami kucing, minyak kelapa atau virgin coconut oil (VCO) pasti dapat ranking 5 besar. Banyak juga pet shop atau toko kucing yang menjual VCO. Ada yang menggunakan VCO sebagai makanan, ada yang pakai sebagai obat oles. Kalau ditanya manfaatnya apa, yang paling sering saya dengar, sih, sebagai obat jamur (dermatofitosis). Ada juga yang bilang sebagai obat scabies. Tapi, testimoni tidak punya tempat dalam kedokteran hewan berbasis bukti. Bagaimana bukti ilmiah terkait manfaat VCO, baik yang dimakan maupun dioles?

Karena fokus blog ini adalah nutrisi, kita bahas dari segi VCO sebagai tambahan makanan dulu.

Apa sih kandungan nutrisi VCO?
Dari namanya pun sudah jelas, isinya minyak, lemak. Tidak semua lemak itu sama. Ada asam lemak jenuh dan tidak jenuh. Asam lemak tidak jenuh dibagi lagi jadi asam lemak tidak jenuh tunggal dan majemuk. Mungkin kamu sering dengar, ada lemak jahat dan lemak baik. Sebenarnya semua lemak baik, kalau dikonsumsi secukupnya, tapi agar simpel saja, yang disebut lemak baik itu lemak tidak jenuh, sedangkan yang disebut lemak jahat itu lemak jenuh; disebut jahat karena konsumsi berlebih oleh manusia bikin kolesterol naik dan rawan kena gangguan jantung.

Kucing dan anjing butuh lemak dalam makanannya. Menurut FEDIAF, makanan anjing dewasa harus mengandung minimal 5,5 gram lemak tiap 100 gram berat kering makanan, dan makanan kucing dewasa harus mengandung 9 gram per 100 gram (1). Tetapi, ada jenis asam lemak khusus yang dibutuhkan anjing dan kucing, yaitu asam linoleat dan asam arakhidonat (kucing saja). Keduanya adalah asam lemak tak jenuh majemuk omega-6. Jenis lemak ini hanya dibutuhkan kurang dari 1 gram per 100 gram makanan, sedangkan lemak lainnya bebas, dalam bentuk asam lemak apa pun.

Gimana dengan lemaknya VCO?
Menurut database USDA, tiap 100 gram VCO mengandung 82,5 gram lemak jenuh, 6,3 gram lemak tak jenuh tunggal, dan 1,7 lemak tak jenuh majemuk (2). Ada juga sejumlah kecil vitamin dan mineral. Lemak jenuhnya tinggi! Bahaya dong? Anjing dan kucing tidak serentan manusia kena kolesterol, karena proporsi kolesterol baik (HDL) dalam darah mereka lebih tinggi daripada kolesterol jahat (LDL). Tetap bisa kena, tapi jarang.

Tapi, adakah guna lemak jenuh dalam VCO?
Lemak secara umum punya berbagai fungsi: menghangatkan tubuh, sumber energi (energi lemak 2 kali lipat karbohidrat dan protein), penyerapan vitamin A, D, E, K, dan menambah cita rasa makanan (3). Banyak dry food dilapisi lemak karena anjing dan kucing suka rasa lemak.

Dalam nutrisi klinis, lemak jenuh juga punya fungsi khusus, yaitu sebagai sumber nutrisi otak bagi hewan tua (4). Bukan sembarang lemak jenuh; lemak jenuh yang dibutuhkan adalah asam kaprilat (oktanoat), yang memiliki 8 rantai karbon, dan kaprat (dekanoat), yang memiliki 10 rantai karbon. Otak memerlukan glukosa sebagai sumber energi, tetapi seiring penuaan, kemampuan otak menggunakan glukosa menurun. Fungsi otak pun ikut menurun. Untuk mengatasi ini, otak sebenarnya bisa menggunakan sumber energi lain, yaitu keton. Keton bisa dihasilkan dari asam lemak jenuh rantai medium, asam kaprat dan kaprilat. Di usus, mereka bisa diserap dengan cepat, tanpa perlu banyak bantuan asam empedu, tidak seperti asam lemak yang rantainya lebih panjang. Keton bisa menembus sawar darah di otak. Kabar baiknya lagi, kemampuan otak menggunakan keton tidak menurun seperti pada glukosa (4).

Sayangnya, dalam 100 gram VCO, kedua asam lemak ini hanya ada sekitar 12 gram. VCO didominasi oleh asam laurat, yang berantai karbon 12 (2). Asam laurat tidak bisa digunakan sebagai sumber energi otak. Jika ingin menggunakan VCO sebagai suplemen otak, kita akan terlalu banyak memberikan asam laurat sebelum mencapai dosis yang diinginkan. Pemberian lemak terlalu banyak akan membuat berat badan hewan naik. Beberapa pet food khusus diformulasikan agar mengandung asam kaprat dan kaprilat yang cukup tinggi tanpa asam laurat. Purina Pro Plan Bright Mind adalah salah satunya.

Sebagai suplemen untuk kulit dan rambut, VCO juga tidak terlalu berguna. Asam lemak omega-6 digunakan untuk memperkuat barrierkulit dan membuat rambut halus dan lebat. Asam lemak omega-3 digunakan dalam terapi alergi dan peradangan (3,5,6). Keduanya adalah asam lemak tidak jenuh majemuk, yang sangat sedikit jumlahnya dalam VCO.

Bagaimana dengan VCO sebagai obat oles?
Ada studi yang menemukan bahwa VCO mampu membunuh jamur kulit secara in vitro (7) dan pada marmut (8), tetapi ada juga yang tidak menemukan efek tersebut (9). Semua studi tersebut dilakukan tahun 1900-an. Tidak ada studi pada kucing dan anjing. Belum tentu jamur yang digunakan berasal dari spesies yang sama dengan jamur kucing dan anjing, dan belum tentu reaksi in vitro atau marmut akan tampak juga pada anjing dan kucing. Bukti yang ada saat ini terlalu lemah untuk mengklaim VCO bisa digunakan sebagai obat jamur.

Bolehkah memberikan VCO pada anjing dan kucing?
Boleh, sebagai treats, jika mereka suka. Treats idealnya tidak lebih dari 10% total asupan kalori harian. Satu gram minyak kelapa mengandung 8,33 kcal, sehingga 3 gram minyak kelapa sudah mencapai batas 10% untuk kucing 4 kg, yang asupan hariannya sekitar 250 kcal.

Pemberian sebaiknya dimulai dari dosis kecil. Tidak semua hewan mampu menoleransi pemberian makanan tinggi lemak secara tiba-tiba. Hewan bisa mengalami diare, sakit perut, atau kembung untuk sesaat.

Referensi
1.        FEDIAF. Nutritional Guidelines for Complete and Complementary Pet Food for Cats and Dogs. Nutr Guidel – Complet Complement Pet Food a Cats Dogs. 2018;(August):96.
2.        US Department of Agriculture. Coconut Oil (Survey (FNDDS), 1103857) [Internet]. FoodData Central. 2018. Available from: https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/1103857/nutrients
3.        Bauer JE. Facilitative and functional fats in diets of cats and dogs. J Am Vet Med Assoc. 2006;229(5):680–4.
4.        May KA, Laflamme DP. Nutrition and the aging brain of dogs and cats. J Am Vet Med Assoc. 2019;255(11):1245–54.
5.        Johnson LN, Heinze CR, Linder DE, Freeman LM. Evaluation of marketing claims, ingredients, and nutrient profiles of over-the-counter diets marketed for skin and coat health of dogs. J Am Vet Med Assoc. 2015;246(12):1334–8.
6.        Lloyd D, Marsh K. Optimising skin and coat condition in the dog. Magy Allatorvosok Lapja. 2000;122(5):268–73.
7.        Garg AP, Miiller J. Inhibition of growth of dermatophytes by Indian hair oils: Wachstumshemmung von Dermatophyten durch indische Haaröle. Mycoses. 1992;35(11–12):363–9.
8.        Abraham A, Mohapatra L, Kandhari K, Pandhi R, Bhutani L. The Effects of Some Hair Oils and Unsaturated Fatty Acids on Experimentally Induced Dermatophytosis. Dermatologica [Internet]. 1975;151:144–8. Available from: http://marefateadyan.nashriyat.ir/node/150
9.        Hajini G, Kandhari K, Mohapatra LN, Bhutani L. Effect of hair oils and fatty acids on the growth of dermatophytes and their in vitro penetrstion of human scalp hair. Sabouraudia. 1970;(8):174–6.

2 thoughts on “Minyak Kelapa (VCO) Tidak Menyembuhkan Jamur dan Scabies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s