Apakah kamu sering berbelanja pet food di online store? Kalau iya, pasti kamu sering ketemu dengan pet food repack berseliweran di antara banyaknya merk makanan hewan. Di situs e-commerce Tokopedia (12/02/20), pencarian dengan kata kunci “repack” kebanyakan menampilkan produk makanan kucing. Bahkan, 30 persen dari makanan kucing yang dijual di situs tersebut merupakan makanan repack.

sumber: penelusuran pribadi via tokopedia.com

Pet food repack adalah makanan hewan yang dikemas ulang dalam kuantitas yang lebih kecil, biasanya dalam plastik bening. Kadang, penjual mencetak merk dan gambar kemasan asli lalu menempelkannya pada kemasan repack. Makanan repack merupakan alternatif pilihan yang menarik bagi pet owners, apalagi yang hanya memelihara satu atau dua ekor hewan. Daya tarik utamanya adalah harga. Umumnya, makanan repack lebih murah daripada kemasan asli karena makanan repack dibuat dengan membagi-bagi kemasan ukuran besar. Misalnya, sekarung makanan 20 kg yang dikemas ulang menjadi 10 kemasan 2 kg akan lebih murah dibandingkan kemasan asli ukuran 2 kg. Kadang, pet food repack juga digunakan untuk mencoba merk makanan hewan baru. Karena ukurannya yang kecil, pet owner tidak merasa rugi jika ternyata peliharaannya tidak cocok dengan merk tersebut. 

Sebenarnya, terkesan tidak ada yang salah dengan pet food repack. Makanan yang mereka jual memang asli dari merk tersebut, hanya saja kemasannya berganti jadi tidak seindah aslinya, tapi hal itu sebanding dengan harganya yang miring, kan? Sayangnya, Pet Mates harus ingat bahwa pet food bukan sekadar benda mati yang dijadikan pajangan. Pet food ini akan dikonsumsi dan masuk ke tubuh peliharaan kita. Walaupun bentuk fisik makanan tetap serupa dengan asli, ada beberapa hal yang perlu Pet Mates pertimbangkan sebelum membeli pet food repack. 

1. Pet food repack tidak mencantumkan informasi penting dari kemasan asli 

Global Nutrition Committee Toolkit; provided courtesy of the World Small Animal Veterinary Association

Apakah Pet Mates pernah memperhatikan seluruh informasi dan tabel di kemasan pet food? Mungkin rasanya malas membaca komposisi atau tabel nilai gizi yang ribet. Namun, ternyata, sebagian besar informasi tersebut memang wajib dicantumkan oleh produsen pet food demi melindungi konsumen! US Food and Drug Administration (FDA) mewajibkan nama produk, kuantitas produk, tujuan produk, analisis nutrisi, aturan pemberian, komposisi, dan alamat produsen dituliskan secara jelas pada kemasan (1).

Selain itu, pabrik pet food bisa sewaktu-waktu melakukan penarikan kembali (recall) produk dengan kode produksi tertentu, entah karena salah formulasi nutrisi atau kontaminasi racun dan mikroba yang tidak disengaja. Recall sebenarnya jarang, tetapi sangat mungkin terjadi. Pet food repack tidak mencantumkan kode produksi, dan tentu saja perusahaan pet food tidak akan mau bertanggung jawab atas pet food yang sudah direpack. Memberi makan pet food yang seharusnya direcall dapat membahayakan kesehatan hewan.

Ketika dikemas ulang, pet food tidak lagi mencantumkan semua informasi label, sehingga jadi sulit untuk mengetahui kualitas produk dan menggunakannya dengan tepat. Pet food repack juga sering tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa. Mungkin saja pet food sudah mengendap bertahun-tahun sebelum sampai ke tangan kita! Kalaupun dicantumkan, tanggal kadaluarsa tersebut tidak lagi akurat, karena…

2. Pet food repack tidak akan awet seperti dalam kemasan asli 
Banyak pet owner takut memberi pet food yang mengandung banyak pengawet sintetis. Nah, untungnya sekarang produsen pet food menemukan cara lain untuk menjaga keawetan dan kesegaran produknya, yaitu dengan memanfaatkan proses pengemasan. 

Sebelumnya, kita perlu tahu bahwa pet food akan rusak karena kontaminasi bakteri dan jamur. Perkembangan bakteri akan makin cepat dengan adanya oksigen yang ada di udara terbuka. Selain itu, pet food juga mengandung lemak. Lemak sangat mudah menjadi tengik jika bereaksi dengan oksigen. Karena itu, produsen pet food mengurangi kadar oksigen dalam kemasan dan menggantinya dengan nitrogen. Bakteri yang membutuhkan oksigen akan terhambat perkembangannya di dalam nitrogen. Nitrogen juga tidak bereaksi dengan bahan makanan, sehingga menjaga bentuk kemasan agar tidak kolaps (2). 

Dalam proses repack, kemasan asli akan dibuka dan kandungan nitrogennya akan hilang. Pet food pun akan langsung kontak dengan oksigen dan mempercepat kerusakannya. Jadi, ketika direpack, tanggal kadaluarsa di kemasan asli pun sebenarnya tidak akurat lagi, karena pet food pasti rusak lebih cepat dari tanggal tersebut. 

3. Proses repacking memiliki risiko kontaminasi mikroorganisme dan serangga 

A Teacher Did an Experiment to Show the Power of Handwashing, and You Can’t Stay Unimpressed
© Jaralee Annice Metcalf / facebook© Jaralee Annice Metcalf / facebook© Jaralee Annice Metcalf / facebook

Gambar di atas menunjukkan pertumbuhan jamur pada roti setelah disentuh tangan kotor anak-anak. Siapa yang dapat menjamin kalau tangan yang melakukan proses repack tidak sekotor tangan anak ini? Ditambah lagi, kemasan pet food repack yang kaya oksigen dan kibble yang bernutrisi akan menjadi lahan subur bagi perkembangan mikroorganisme. Sayang, kita tidak bisa melihat keberadaan bakteri dan jamur pada pet food. Kalaupun ada jamur  yang lama kelamaan dapat terlihat, sebenarnya jamur tersebut sudah lama tumbuh secara mikroskopis. Selama itu pula, kita memberi makan pet food tersebut kepada peliharaan kita  dalam ketidaktahuan (3). 

Selain mikroorganisme, pet food juga merupakan media yang baik untuk pertumbuhan tungau dan serangga lain. Dalam proses repack, karung pet food akan dibuka dalam waktu lama. Saat itu lah, tungau berkesempatan masuk. Tungau akan hidup, berkembang biak, dan mengeluarkan zat yang dapat mengkontaminasi pet food. Tungau juga dapat menyebabkan alergi (atopik dermatitis) pada kulit pada hewan (4). 

Negara tetangga, Singapura, pernah melarang repack pada pet food komersial. Walaupun sekarang repack telah diperbolehkan kembali, ada aturan ketat dalam melakukannya, sehingga kebanyakan pet shop yang awalnya menyediakan jasa repack telah mengurangi atau menghapus layanan tersebut (5). Kebanyakan masalah pet food repack memang tidak dapat dilihat oleh owner, tapi peliharaan kesayangan kita lah yang akan merasakan dampaknya, mulai dari sekadar perubahan cita rasa, sampai kontaminasi yang membawa penyakit. Karena itu, yuk biasakan beli pet food dengan kemasan asli!

Nah, tapi sebenarnya, bagaimana cara menyimpan dry food yang sudah dibeli?
Kemasan asli dry food sudah didesain dengan baik untuk menjaga kualitasnya, bukan dengan sembarang plastik. Karena itu, tetap gunakan kemasan asli. Tidak perlu memindahkan isi dry food ke kontainer lain. Jika kemasan dilengkapi zip loc atau velcro, selalu rekatkan kembali setelah dibuka. Jika tidak, bisa gunakan paper clip atau semacamnya. Untuk keamanan ekstra, kamu juga bisa memasukkan dry food beserta kemasannya ke dalam kontainer kedap udara.

Referensi 
1. FDA. (2020). Pet Food Labels – General. Retrieved February 12, 2020, from https://www.fda.gov/animal-veterinary/animal-health-literacy/pet-food-labels-general 
2. Mullan, M., & McDowell, D. (2003). Modified atmosphere packaging in Food Packaging Technology. Modified Atmosphere Packaging, in Food and Beverage Packaging Technology. 
3. Campbell, H. (2017). Demand for Improved Packaging of Pet Food. 
4. Brazis, P., Serra, M., Sellés, A., Dethioux, F., Biourge, V., & Puigdemont, A. (2008). Evaluation of storage mite contamination of commercial dry dog food. Veterinary Dermatology, 19(4), 209–214. https://doi.org/10.1111/j.1365-3164.2008.00676.x 
5. Pet Lovers Center. (2018). Repacking Policy. Retrieved from https://www.petloverscentre.com/repacking-policy 

One thought on “Suka Beli Pet Food Repack? Hati-hati! (plus Cara Menyimpan Dry Food)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s