Tren membaca komposisi atau ingredients di kemasan pet food adalah salah satu hal yang bikin saya gemas dan termotivasi bikin txtdaripetfood. Saya kasih tahu rahasia: kamu tidak bisa menyimpulkan kualitas pet food dari komposisinya saja. Bahkan, kalau kamu baca semua tulisan di kemasan pun, kamu tetap tidak akan bisa menilai kualitas pet food. Memang, ada apa saja di label makanan hewan? Dan kenapa tidak bisa dipakai menilai kualitas? Informasi yang harus ada di label makanan hewan tergantung dari asal produk dan lembaga terkait yang mengatur, yaitu AAFCO dan FEDIAF.

Siapa itu AAFCO dan FEDIAF?
American Association of Feed Control Official (AAFCO) adalah asosiasi yang mengatur regulasi terkait pakan hewan di Amerika Serikat, meliputi panduan kebutuhan nutrisi, label dan klaim marketing, dan keamanan. FEDIAF adalah Federasi Industri Makanan Hewan Eropa, yang fungsinya kurang lebih mirip dengan AAFCO. Mereka juga mengatur panduan nutrisi dan labelling untuk pet food di Eropa. Baik AAFCO maupun FEDIAF bukan lembaga pemerintah, tetapi regulasi AAFCO diadopsi oleh banyak negara bagian di Amerika Serikat secara resmi. Di Amerika Serikat sendiri, ada FDA-CVM (Food & Drugs Administration – Center for Veterinary Medicine) yang berperan sebagai lembaga pemerintah, mirip BPOM di Indonesia, tapi juga mengatur produk hewan.

Salah satu anggapan salah kaprah yang sering terdengar adalah makanan A, B, C diapprove oleh AAFCO, atau pemilik hewan kadang mencari daftar makanan hewan yang diakui AAFCO. Hal tersebut tidak ada, karena AAFCO sendiri tidak berwenang menyetujui atau mensertifikasi makanan hewan. Mereka hanya membuat regulasi dan protokol. Jika produk makanan hewan memenuhi regulasi tersebut, mereka boleh mencantumkan klaim kecukupan nutrisi AAFCO, tetapi pertanggungjawabannya adalah ke FDA, bukan AAFCO.

Apa saja yang harus ada di label pet food?
Dalam artikel ini, saya akan mengacu pada regulasi AAFCO (Amerika Serikat), tetapi saya akan singgung juga perbandingannya dengan regulasi label FEDIAF (Eropa). Sejauh yang saya tahu, belum ada lembaga serupa di Indonesia. Peraturan mengenai label akan terus berubah, jadi mungkin saja artikel ini tidak lagi relevan beberapa waktu ke depan. Untuk saat ini (2021), peraturan berikut masih berlaku.

Merk dan Nama Produk
Jelas, dong harus ada merk dan nama produknya. Tapi, tau ga sih, ada arti di balik kata “flavor”, “meal”, “with beef”, dan sejenisnya?

[Beef] flavor artinya makanan hewan itu rasa daging sapi, tapi, tidak harus mengandung daging sapi sungguhan.
With [Duck] artinya minimal 3% dari bahan makanan hewan tersebut harus berupa daging bebek (kalau FEDIAF 4%). Kalau ada dua bahan, misalnya with [Duck and Lamb], berarti produk harus mengandung 3% daging bebek dan 3% daging domba. Karena duck disebut duluan, daging bebek harus lebih banyak dari daging domba.
Rich in [Salmon] berarti minimal 14% bahan makanan hewan tersebut adalah ikan salmon. Ini adalah istilah FEDIAF, bukan AAFCO.
[Chicken and Rice] Meal/Entrée/Dinner/Recipe/Menu berarti setidaknya 10% produk tanpa tambahan air dan 25% produk akhir setelah ditambah air (pada wet food) adalah ayam dan nasi. Tiap bahan yang disebut tidak boleh kurang dari 3% dalam produk (seperti aturan with).
[Beef]/[Beef] Cat Food berarti setidaknya 70% produk tanpa tambahan air dan 95% produk akhir setelah ditambah air (pada wet food) adalah daging sapi. Sisa 5%nya biasa adalah tambahan nutrisi seperti vitamin dan mineral.
All [Chicken] berarti 100% bahan makanan hewan adalah ayam, di luar dari air, dan mungkin pewarna dan pengawet.

Spesies Hewan
Jelas saja, pet food harus mencantumkan makanan tersebut untuk hewan apa, misalnya [Cat] Food atau Treats for [Dogs] karena setiap spesies kebutuhan nutrisinya berbeda.

Kuantitas Makanan
Berapa banyak makanan dalam kemasan makanan hewan? Ini biasa dinyatakan dalam gram atau kilogram untuk makanan kering atau bisa juga mililiter untuk makanan basah, tetapi AAFCO juga mewajibkan penggunaan pound/ounce.

Guaranteed Analysis (FEDIAF: Analytical Constituents)

Adult Small Breed Dog Food - Eukanuba
sumber: Eukanuba

Mirip dengan makanan manusia, di label makanan hewan juga ada tabel kandungan nutrisi. Namun, dibandingkan makanan manusia, informasi yang harus dicantumkan di pet food sangat minim. AAFCO hanya mewajibkan persentase protein kasar (minimal), lemak kasar (minimal), serat kasar (maksimal), dan kadar air (maksimal). Maksud persentase adalah, dalam 100 gram makanan, ada berapa gram nutrien tersebut. Misalnya, 14% protein berarti ada 14 gram protein dalam 100 gram makanan. Perlu diketahui, yang dihitung adalah berat makanan utuh tersebut, termasuk air. Kandungan air berbeda untuk tiap produk, karena itu kita tidak bisa membandingkan satu produk dengan yang lain secara langsung. Perbandingan harus dilakukan dengan berat kering, atau yang lebih akurat, kandungan nutrien per kalori (gram per kcal). Memang ribet dan tidak perlu dilakukan. Hehehe.

FEDIAF sedikit berbeda, karena yang dicantumkan bukan nilai minimal atau maksimal, tetapi perkiraan. Ada aturan sendiri tentang seberapa jauh kadar nutrien tersebut boleh menyimpang dari perkiraan. Selain itu, FEDIAF tidak mewajibkan pencantuman kadar air jika di bawah 14%, tetapi mereka mewajibkan persentase abu (total kandungan mineral) untuk dicantumkan juga. Jika produk membuat klaim nutrisi, seperti “Tinggi Kalsium” atau “Rendah Magnesium”, kadar nutrien yang diklaim harus dicantumkan juga nilainya, baik menurut AAFCO maupun FEDIAF.

Beberapa sumber mengajarkan menggunakan tabel ini untuk menilai kualitas pet food. Biasanya, makanan dengan persentase protein tinggi dianggap lebih bagus. Ini tidak benar. Bahan mengenai protein dapat dibaca di sini. Secara singkat, Guaranteed Analysis hanya memberitahu kuantitas, bukan kualitas. Makanan yang kualitasnya jelek tentu percuma, tidak dapat digunakan oleh tubuh. Selain itu, ada sekitar 40 nutrien penting yang harus ada dalam makanan, termasuk vitamin dan mineral. Tidak mungkin kita mengetahui kecukupannya hanya dari 4 unsur pada tabel Guaranteed Analysis.

sumber: 2021 AAFCO Mid Year Meeting Agenda Book

Saat ini (2021), ada wacana untuk mengubah Guaranteed Analysis menjadi tabel Pet Nutrition Facts, yang lebih mirip tabel nutrisi makanan manusia. Selain bentuknya yang berubah, Pet Nutrition Facts juga mewajibkan persentase maksimum lemak (dari yang semula hanya minimum) dan berapa kalori dari tiap makronutrien: protein, karbohidrat dan lemak. Ini adalah bagian upaya memerangi obesitas pada hewan peliharaan. Selain itu, tabel baru ini juga meliputi persentase maksimal karbohidrat dan mengganti persentase serat kasar dengan total serat pangan. Serat kasar hanya menghitung serat tidak larut air, sementara serat pangan secara keseluruhan menghitung semua jenis serat. Baca lebih lanjut mengenai serat di sini.

Ingredients (Komposisi)
Pernah dengar kalau pet food yang bagus adalah yang bahan pertamanya adalah daging? Komposisi diurutkan berdasarkan berat bahan mentah, bukan produk jadi. Berarti, kadar air dalam makanan juga diperhitungkan, padahal kadar air tidak relevan dalam produk jadi. Beberapa makanan hewan memilih menggunakan meat meal daripada daging utuh. Meat meal adalah daging yang diproses untuk memisahkan air dan lemaknya, sehingga hasil akhirnya jadi seperti serbuk yang kaya protein. Bobot meat meal lebih ringan, sehingga mudah ditransportasikan ke pabrik, tetapi karena ringan, terkadang urutannya di daftar komposisi tidak setinggi daging utuh (meat). Mengenai perbandingan kualitas meat meal dan daging utuh, itu adalah bahasan untuk tulisan lain.

Ada juga rumor bahwa makanan yang mencantumkan meat” itu harus dihindari, karena mengandung daging tidak jelas, bahkan dirumorkan mengandung anjing dan kucing shelter yang dieuthanasia karena ada temuan obat bius pentobarbital. Rumor ini pernah ditelusuri oleh FDA dan beberapa peneliti, tetapi tidak terbukti (referensi di slideshow). Pentobarbibal tersebut sepertinya berasal dari kuda atau sapi yang dieuthanasia. Tentu ini juga sebenarnya tidak boleh, tetapi tidak separah yang dituduhkan. Lagipula, menurut AAFCO, kata meat hanya boleh digunakan untuk daging domba, babi, sapi, dan kambing. Jika makanan hewan menggunakan daging selain itu, misalnya bison atau kanguru, spesiesnya harus disebutkan.

Mitos terkait komposisi lainnya adalah by-products. By-products biasanya berasal dari jeroan atau bagian lain hewan yang kurang disukai manusia, jadi dialihkan ke pabrik makanan hewan. Namun, nutrisi by-products umumnya tidak kalah dari daging biasa. Perlu diketahui juga, AAFCO melarang penggunaan kuku, bulu, tanduk, kotoran, dan isi perut hewan sebagai by-products. Selain itu, by-products juga baik untuk kelangsungan lingkungan. Jika semua orang dan hewan peliharaan hanya makan daging (otot), by-products hanya akan dibuang dan mengotori lingkungan. Sementara, produksi daging hewan juga tidak murah, baik dari segi ekonomi maupun lingkungan.

Nutritional Adequacy Statement (Pernyataan Kecukupan Nutrisi)
Makanan hewan yang baik harus lengkap dan seimbang. Maksudnya, makanan tersebut memenuhi semua kebutuhan nutrien hewan dalam kadar seharusnya, sesuai panduan yang ditetapkan AAFCO maupun FEDIAF. Mengutip AAFCO, ada tiga jenis pernyataan yang menegaskan bahwa makanan tersebut lengkap dan seimbang:

1.    “___________ is formulated to meet the nutritional levels established by the AAFCO Dog (or cat) Food Nutrient Profiles for ___________.”
“[Nama produk] diformulasikan untuk memenuhi kadar nutrisi yang ditetapkan oleh Profil Nutrisi Makanan Anjing/Kucing untuk [tahapan hidup hewan]”.

Makanan hewan yang menggunakan pernyataan ini diformulasikan menggunakan komputer agar nutrisinya lengkap dan seimbang, tetapi tidak diujikan pada hewan.

2. “Animal feeding tests using AAFCO procedures substantiate that ______________ provides complete and balanced nutrition for _____________.”
“Uji pemberian makanan hewan dengan prosedur AAFCO membuktikan bahwa [nama produk] menyediakan nutrisi lengkap dan seimbang untuk [tahapan hidup hewan].”

Makanan hewan ini telah melewati uji pemberian makanan. Pada hewan dewasa, uji ini dilakukan selama 6 bulan pada 8 hewan. Selama itu, mereka hanya makan makanan yang diujikan. Hewan harus bertahan hidup hingga akhir uji dan tidak boleh ada tanda penyakit karena gangguan nutrisi. Berat badan hewan tidak boleh turun dan beberapa parameter terkait darah yang ditetapkan harus berada dalam rentang normal. Untuk kitten/puppy dan hewan menyusui, ada protokol tersendiri. Baru-baru ini, AAFCO menetapkan bahwa uji makanan untuk puppy harus menggunakan anjing ras besar, karena ras-ras ini rentan gangguan pertumbuhan tulang terkait nutrisi pada masa pertumbuhan.

3. “_____________ provides complete and balanced nutrition for ___________ and is comparable to a product which has been substantiated using AAFCO feeding tests”
“[nama produk] menyediakan nutrisi lengkap dan seimbang untuk [tahapan hidup hewan] dan dapat dibandingkan dengan produk yang sudah dibuktikan dengan uji pemberian makan AAFCO.”

Ini jarang digunakan, karena sulit menentukan produk mana yang bisa dibandingkan dengan produk lainnya.

Untuk memudahkan konsumen, sedang ada wacana untuk menambahkan logo sebagai penanda kecukupan nutrisi.

sumber: 2021 AAFCO Mid Year Meeting Agenda Book


FEDIAF tidak menggunakan pernyataan di atas, tetapi mereka menggunakan pernyataan “complete feed for [nama dan tahap hidup hewan].”

Tidak semua produk makanan hewan nutrisinya lengkap dan seimbang. Misalnya, camilan tentu tidak lengkap dan seimbang tetapi boleh saja dipasarkan. Ada juga produk khusus, yaitu makanan terapetik untuk hewan sakit, yang tidak memenuhi standar nutrisi AAFCO. Sebagai contoh, makanan untuk hewan dengan gangguan ginjal terkadang kadar fosfor dan proteinnya di bawah standar AAFCO untuk mencegah kerusakan lebih jauh pada ginjal. Makanan seperti ini diberi label “for intermittent/supplemental feeding only” karena tidak untuk diberikan jangka panjang pada hewan sehat atau tanpa arahan dokter hewan. FEDIAF menggunakan istilah “complementary feed for [nama dan tahapan hidup hewan]” untuk makanan semacam ini.

Feeding Direction

Royal Canin Maxi Adult Dry Dog Food - 4kg | MedicAnimal.com
sumber: Royal Canin

Pemilik tidak perlu bingung berapa banyak makanan yang perlu diberikan per hari. AAFCO dan FEDIAF mewajibkan adanya panduan pemberian makanan. Ini berbeda untuk tiap produk, karena kalori tiap produk berbeda. Namun, panduan ini hanya perkiraan awal, bukan mutlak harus diikut, karena setiap individu hewan adalah unik dan bisa saja kebutuhan nutrisinya berbeda, walaupun beratnya sama. Perlu digarisbawahi juga , bahwa panduan ini adalah untuk satu hari, bukan sekali makan. Jika panduan ini kurang jelas, kamu bisa hitung sendiri porsi makan peliharaanmu. Produk terapetik (vet diet) bisa tidak mencantumkan panduan ini, dan sebagai gantinya mencantumkan “sesuai arahan dokter hewan.

Konten Kalori
Sejak 2014, AAFCO mewajibkan makanan hewan mencantumkan berapa kepadatan kalori atau energi tiap produk. Konten kalori ditulis sebagai metabolizable energy, yaitu kandungan energi makanan setelah dikurangi energi yang keluar lewat feses dan urin, jadi murni energi yang diserap oleh hewan. Metabolizable energy bisa dihitung menggunakan rumus (calculated) berdasarkan kandungan nutrisi atau dengan percobaan pemberian makanan (fed). Metode menggunakan rumus lebih sering digunakan, tetapi kurang akurat karena tidak memperhitungkan kecernaan asli makanan.

Nama dan Alamat Produsen/Distributor
Label harus mencantumkan nama, alamat, kota, negara bagian, dan kode pos penanggung jawab produk. Nomor telepon dan website juga bisa dicantumkan agar bisa dihubungi konsumen. Jika ada masalah dengan makanan hewanmu, jangan ragu untuk hubungi penanggung jawabnya. Ini tentu tidak berlaku untuk produk repack, ya. Perlu diketahui bahwa tidak semua perusahaan punya pabrik sendiri, jadi bisa saja alamat penanggung jawab berbeda dengan pabrik yang memproduksi.

Beberapa istilah marketing terkait pet food:

  1. Holistic, premium, super premium, gourmet: Tidak ada definisi hingga saat ini. Premium bicara soal harga, bukan kualitas. Holistic seharusnya berarti menyeluruh, tetapi bukankah semua makanan hewan memang menutrisi seluruh tubuh hewan? Tidak ada makanan hewan yang cuma menutrisi jantung, atau cuma menutrisi kaki.
  2. Human-Grade: Makanan hewan human-grade berarti layak dikonsumsi manusia, baik bahan maupun hasil akhirnya Apakah ini berarti makanan yang mencantumkan human-grade berarti lebih baik? Tidak selalu dan belum tentu.
  3. Organic: Mengikuti standar organik makanan manusia, yaitu 95% bahan harus organik. Seringkali, makanan hewan hanya mengandung bahan organik, bukan keseluruhan produknya organik.
  4. Natural: Tidak melalui proses kimiawi sintetis dan mengandung genetically-modified organism. Makanan hewan natural hanya boleh melewat proses fisika, enzimatis, atau mikrobiologis. Sama seperti organik, mengandung bahan natural tidak sama dengan 100% natural.
  5. Increased x/Reduced x/Less x: Mengandung setidaknya 15% lebih banyak atau sedikit x dibandingkan produk standar oleh merk yang sama.

Lalu, bagaimana cara memilih makanan hewan yang baik?
WSAVA (Asosiasi Dokter Hewan Praktisi Hewan Kecil Dunia) memilik panduan yang dibuat oleh para ahli nutrisi hewan kecil dunia. Panduan tersebut bisa diakses di sini.

Referensi

https://talkspetfood.aafco.org/faq
https://talkspetfood.aafco.org/readinglabels
https://petfood.aafco.org/labeling-labeling-requirements
European Pet Food Industry Federation (FEDIAF). Code of Good Labelling Practice for Pet Food. FEDIAF; 2018. 1–63 p.

2 thoughts on “Komposisi Makanan Hewan Tidak Penting! Cara Baca Label Pet Food

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s