Disclaimer: Tulisan ini sepertinya akan mengandung argumen anekdotal, karena kangkung untuk kelinci hanya populer di Asia, sementara kebanyakan penelitian tentang kelinci sebagai hewan peliharaan kebanyakan di Eropa dan Amerika. Silakan gunakan diskresi pembaca.

Saya sering dengar pembiak atau penjual kelinci bilang, “Jangan kasih kangkung, nanti kelincinya diare/kembung/mati,” atau, “Kangkungnya dilayuin dulu.”Saya tidak tahu apa dasar saran ini, tetapi ironisnya sering mereka yang antikangkung ini justru memberi makan kelincinya ampas tahu atau jagung sebagai makanan utama. Saya rasa kedua makanan ini lebih mungkin membunuh kelinci dibanding kangkung. Makanan apa, dong, yang tidak membunuh kelinci dan bisa bikin kelinci berumur panjang?

Sebelum bahas apa makanannya, kita bahas sedikit dulu tentang siapa yang makan. Blog ini sudah sering membahas nutrisi anjing dan kucing, tetapi kelinci tentu berbeda jauh. Kelinci adalah herbivora, bukan karnivora seperti kucing atau omnivora seperti anjing. Karena itu, sistem pencernaan kelinci tentu berbeda dari anjing, kucing, dan manusia.

Digestive system of humans and rabbits
Sistem pencernaan manusia dan kelinci.
CNX OpenStax, CC BY 4.0 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0, via Wikimedia Commons

Herbivora seperti kelinci memiliki saluran pancernaan, khususnya usus, yang lebih panjang daripada omnivora dan karnivora. Selain itu, kelinci punya sekum yang sangat besar. Untuk apa sekum yang besar itu? Kalau kamu tahu, sapi, herbivora lain, punya empat lambung. Lambung pertama dan paling besarnya, yang kita sebut rumen, adalah tempat bakteri memfermentasi rumput yang dimakan sapi. Kelinci juga punya tempat semacam itu. Tempat itu adalah sekum. Berbeda dengan rumen sapi yang terletak di depan, sekum kelinci terletak di belakang saluran pencernaannya.

Apa implikasinya terhadap nutrisi kelinci?
Saluran pencernaan yang panjang, serta sekum yang besar berarti kelinci butuh makanan yang banyak, lebih banyak dari omnivora dan karnivora. Saluran pencernaan kelinci tidak boleh berhenti bergerak, makanya harus selalu ada makanan di dalamnya. Makanan apa yang bisa dimakan dalam jumlah besar tapi tidak membuat gemuk? Tumbuh-tumbuhan, khususnya rumput. Karena itu, kita sampai ke komponen pertama dan terutama dalam makanan kelinci…

Image by Daniel Wanke from Pixabay

Hay atau Rumput Kering
Masih banyak owner kelinci baru yang memberi makan sayur, wortel, atau pelet sebagai makanan utama kelinci, tanpa memberi hay. Padahal, kelinci sangat butuh hay dalam makanannya. Hay harus selalu tersedia di kandang karena 70 sampai 80% dari makanan harian kelinci harus berupa hay. Bahkan, kelinci bisa saja hidup hanya dengan makan hay, tetapi jarang sekali owner yang melakukan ini, karena ditakutkan ada beberapa nutrien yang tidak terpenuhi.

Mengapa hay penting? Karena saluran pencernaan kelinci harus selalu bergerak. Mereka harus selalu mengunyah, tetapi dibutuhkan makanan yang tinggi serat dan rendah kalori serta nutrien lain (karena kelebihan akan menyebabkan obesitas). Rumput atau hay adalah makanan yang tepat untuk ini. Sama seperti manusia, kelinci tidak punya enzim untuk mencerna serat dalam rumput. Pada manusia, anjing, dan kucing, penyerapan nutrisi hanya terjadi di usus halus, lalu sisanya, termasuk serat, dibuang menjadi kotoran. Tetapi, berbeda dengan manusia, penyerapan nutrisi tidak berakhir di sana. Setelah usus halus, masih ada proses di sekum. Di sekum kelinci, ada bakteri yang bertugas mengubah serat menjadi asam lemak sumber energi, protein, dan vitamin. Sisa bagian serat yang tidak bernutrisi akan dibuang menjadi kotoran biasa, sementara hasil fermentasi akan tertahan di sekum. Pada saatnya, hasil fermentasi ini nanti akan keluar sebagai kotoran, yang kemudian akan dimakan kembali oleh kelinci. Jadi, jangan kaget kalau kelinci makan pupnya sendiri!

Apa akibatnya jika kelinci tidak makan hay?
Kelinci memang tidak akan langsung mati, tetapi keadaan saluran pencernaannya akan memburuk. Karena tidak ada serat baik yang masuk, bakteri jahat, seperti Clostridium spp., akan merajalela di sekum. Ketidakseimbangan populasi bakteri ini menyebabkan akumulasi gas, sehingga kelinci jadi kembung, diare, dan produksi cecotrope akan berkurang. Ditambah lagi, karena tidak ada serat, pergerakan usus kelinci yang panjang itu akan terganggu dan terhenti, sehingga gas dalam usus kelinci pun mandek. Kondisi ini disebut GI stasis, salah satu penyakit yang paling sering menyebabkan kematian kelinci. Kalau kamu dengar kelinci mudah mati, inilah penyebabnya: karena tidak diberi serat atau hay yang cukup.

Uwe Gille, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons

Selain saluran pencernaan, kelinci yang tidak diberi serat yang cukup akan menderita kelainan gigi. Beda dengan manusia, gigi kelinci akan terus tumbuh sepanjang hidup. Agar tidak terlalu panjang, mereka harus terus mengunyah serat untuk mengasah gigi. Teori lain mengenai gangguan gigi adalah kurangnya kalsium dan vitamin D dalam makanan menyebabkan gigi tumbuh tidak beraturan, misalnya melengkung. Kalsium dapat dipenuhi dari hay yang diberikan tak terbatas.

Hay yang seperti apa?
Ada berbagai jenis hay yang dijual untuk mamalia kecil seperti kelinci. Yang paling terkenal adalah Timothy hay dan Alfalfa hay. Timothy hay biasa diberikan pada kelinci dewasa berusia di atas 6 bulan, tetapi ada beberapa alternatif, sepeti Orchard Hay, Meadow Hay, dan Grass Hay, Oat Hay. Sementara itu, Alfalfa hay diberikan untuk anakan kelinci dan kelinci yang bunting dan menyusui, atau sebagai camilan saja untuk kelinci dewasa. Alfalfa hay mengandung kalsium, protein, dan kalori yang lebih tinggi dibanding hay lainnya, sehingga nutrisinya ditakutkan akan terlalu banyak untuk kelinci dewasa. Hay akan dibahas lebih lengkap di artikel lain.

Image by silviarita from Pixabay

Apakah kelinci boleh makan sayuran?
Tentu boleh sekali. Setelah hay, komponen terpenting dalam makanan kelinci adalah sayuran segar, tidak perlu dilayukan. Sayuran berguna untuk memperkaya asupan nutrisi, air, dan menjadi enrichment untuk kelinci.Usahakan memberi sayur hijau lebih banyak dari sayuran lain seperti tomat dan wortel, karena sayur lain biasa mengandung gula yang tinggi. Gula atau karbohidrat (pati) yang tinggi bisa menyebabkan obesitas dan ketidakseimbangan bakteri pada pencernaan kelinci. Karena ini juga, jangan memberi makanan tinggi karbohidrat seperti roti dan nasi ke kelinci.

Tidak semua sayuran hijau bisa diberikan terus-terusan. Beberapa sayuran yang terlalu tinggi kalsium dan oksalat, seperti bayam, harus dibatasi karena bisa menyebabkan gangguan kencing. Metabolisme kelinci berbeda dengan anjing dan kucing. Penyerapan kalsium di usus mereka sangat efisien, jadi sangat banyak dibanding hewan lain, kemudian kelebihan kalsium akan dibuang lewat urin. Makanya, urin kelinci sering tampak berwarna putih keruh. Ini tidak masalah, tetapi kalsium berlebih yang dikeluarkan lewat urin bisa berujung pada pembentukan batu. Baca daftar sayuran yang bisa diberikan ke kelinci di sini.

Bagaimana dengan kangkung? Sepertinya kangkung jarang diberikan pada kelinci di Eropa, sehingga jarang diteliti. Padahal, kangkung adalah sayuran yang paling sering diberikan ke kelinci di Indonesia. Ada beberapa penelitian di Kamboja di mana kelinci aman-aman saja diberikan kangkung sebagai makanan utama, tetapi konteksnya adalah kelinci sebagai hewan produksi, bukan peliharaan. Sejauh ini, saya tidak menemukan alasan untuk melarang pemberian kangkung ke kelinci. Saya sendiri sering memberi kangkung ke guinea pig saya, Nyunyu dan Nyutwo. Tentu, pemberian kangkung dibarengi hay yang tidak terbatas, ya. Kalau kangkung saja, jelas salah.

Lalu kenapa banyak yang bilang kangkung tidak boleh diberikan ke kelinci? Atau sayuran katanya harus dilayukan dulu? Saya punya dugaan sendiri, sih. Biasa yang bilang begitu adalah pembiak dan penjual kelinci di pasar hewan. Dalam pengalaman saya main ke pasar hewan, kelinci tidak pernah diberi hay, jadi ya jelas saja pencernaannya terganggu dan mati. Mungkin kebetulan saat itu ada pembiak yang memberi makan kangkung, lalu kangkungnya jadi yang disalahkan. Kemungkinan lain, bisa juga yang dikira sebagai diare itu sebenarnya cecotroph. Dibanding kotoran biasa, cecotroph memang lebih lunak, karena kandungan airnya banyak dan dilapisi lendir. Normalnya, kelinci akan langsung makan cecotrope saat dikeluarkan, tetapi sering kali cecotroph tidak dimakan pada kelinci yang kurang diberi hay.

Sekilas mengenai cecotrope
Cecotrope bentuknya mirip kotoran biasa, tapi lebih lunak, berwarna kehijauan dan mengandung lendir. Lendir ini dikeluarkan di usus besar kelinci untuk melindungi nutrisi cecotrope dari asam dan enzim lambung saat ditelan kembali. Biasanya, cecotrope diproduksi di malam hari. Cecotrope ini penting bagi kelinci, karena mereka dapat sebagian energi, protein, dan vitamin (khususnya B, C, dan K) dari situ, jadi jangan cegah kelinci makan kotorannya karena kita anggap aneh atau jorok. Memang normalnya seperti itu. Nutrisi dalam cecotrope adalah hasil fermentasi bakteri, terutama Bacteroides, di sekum, jadi kalau keseimbangan bakteri terganggu, produksi cecotrope juga akan terganggu. Kalau ada cecotrope menumpuk di kandang, yang artinya kelinci tidak makan cecotrope, owner harus curiga. Ini bisa jadi tanda adanya penyakit pada kelinci. Apakah ada kelainan gigi, jadi tidak mau makan? Apakah perutnya tidak enak? Apakah kelinci terlalu gemuk, jadi tidak bisa mencapai anus untuk makan cecotrope?

Pelet
Pelet bisa melengkapi nutrisi yang tidak cukup didapat dari hay dan sayur, khususnya vitamin dan mineral, dan mungkin juga protein. Beberapa pemilik cuma memberi pelet sebagai makanan utama kelinci. Mungkin praktik ini wajar dan baik di anjing atau kucing, tetapi di kelinci, pelet harusnya cuma jadi 5-10% makanan harian. Mereka butuh serat, dan serat dari hay tidak bisa tergantikan oleh pelet. Beberapa dokter hewan praktisi mamalia eksotik (kelinci, marmut, hamster, sugar glider, dan sebagainya) bahkan lebih menyarankan diet hay dan sayur saja, tanpa pelet. Tentu, kalau mau seperti ini, diet dari sayurnya harus lengkap dan bisa memenuhi kebutuhan nutrisi tanpa pelet. Banyak laporan owner bahwa kelinci (atau marmut) mereka berat badannya turun setelah mencoba diet tanpa pelet. Saya sendiri belum berani mencoba diet tanpa pelet untuk mamalia eksotik.

Pelet yang baik harus tetap tinggi serat, biasa ditandai dengan hay sebagai komposisi pertamanya. Selain itu, penggunaan pelet yang seragam lebih disarankan daripada muesli yang campur-campur. Kelinci sering pilih-pilih makanan kalau diberi muesli. Mereka cuma makan bagian yang kaya karbohidrat, tapi pelet yang kaya serat ditinggal. Di alam liar, ini strategi mereka bertahan hidup, memilih makanan yang paling kaya nutrisi. Tetapi, sebagai hewan peliharaan yang makanannya selalu disediakan, ini bisa menyebabkan obesitas dan gangguan pencernaan. Baca lebih lengkap soal pelet di sini.

Jangan lupakan air!
Saya juga sering lihat kelinci yang dijual di pinggir jalan tidak diberi air minum. Ini praktik yang salah banget. Semua makhluk hidup butuh air. Mungkin ada anggapan, kelinci sudah dapat air dari sayur, jadi tidak perlu air lagi. Ini salah. Mereka tetap butuh air. Kelinci yang dehidrasi ya bisa mati, atau setidaknya kena gangguan kencing karena urinnya terlalu pekat. Ada penelitian bahwa kelinci lebih suka air minum dari mangkuk terbuka daripada botol minum, tetapi asupan air mereka tetap sama. Ini menyesuaikan preferensi saja, tetapi tentu lebih baik kalau diberi keduanya.

Suplemen dan Vitamin?
Kelinci yang sehat dan diberi makanan lengkap (hay, sayuran, dan pelet setiap hari) tidak perlu suplemen, sama seperti anjing dan kucing. Namun, dalam kondisi tertentu, misalnya persembuhan sakit, kelinci bunting dan menyusui, diet tanpa pelet, mungkin ada baiknya memberi suplemen. Tetapi suplemen apa? Ini menyesuaikan keadaan, dan paling baik dikonsultasikan dengan dokter hewan dulu.

Referensi
1.        Kohles M. Gastrointestinal anatomy and physiology of select exotic companion mammals. Vet Clin North Am – Exot Anim Pract [Internet]. 2014;17(2):165–78. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.cvex.2014.01.010
2.        Harcourt-Brown F. Reflections on rabbit diets. J Small Anim Pract. 2017;58(3):123–4.
3.        Harcourt-Brown F. Metabolic bone disease as a possible cause of dental disease in pet rabbits. Thesis for Fellowship of Royal College of Veterinary Surgeons. 2006.
4.        Clauss M. Clinical Technique: Feeding Hay to Rabbits and Rodents. J Exot Pet Med [Internet]. 2012;21(1):80–6. Available from: http://dx.doi.org/10.1053/j.jepm.2011.11.005
5.        Meredith A. The importance of diet in rabbits. Fur Feather inc Rabbit. 2001;(June):29–31.
6.        Meredith AL, Prebble JL. Impact of diet on faecal output and caecotroph consumption in rabbits. J Small Anim Pract. 2017;58(3):139–45.
7.        Bourne D. Hay for a healthy rabbit : the importance of appropriate feed. Companion Anim. 2018;23(348–352).
8.        Clauss M, Hatt JM. Evidence-Based Rabbit Housing and Nutrition. Vet Clin North Am – Exot Anim Pract [Internet]. 2017;20(3):871–84. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.cvex.2017.04.006
9.        Tschudin A, Clauss M, Codron D, Hatt JM. Preference of rabbits for drinking from open dishes versus nipple drinkers. Vet Rec. 2011;168(7):7–9.
10.      Samkol P, Preston TR, Leng RA. Effect of offering leaves or stems of water spinach on patterns of eating, consumption of caecotrophes and excretion of faeces by growing rabbits. Livest Res Rural Dev. 2006;18(6):78.
11.      Samkol P. Water spinach (Ipomoea aquatica) as a feed resource for growing rabbits. Rev Comput Prod Porc [Internet]. 2009;2(9):91–9. Available from: http://publications.lib.chalmers.se/records/fulltext/245180/245180.pdfhttps://hdl.handle.net/20.500.12380/245180http://dx.doi.org/10.1016/j.jsames.2011.03.003https://doi.org/10.1016/j.gr.2017.08.001http://dx.doi.org/10.1016/j.precamres.2014.12

One thought on “Kelinci Tidak Boleh Makan Kangkung? Dasar Nutrisi Kelinci

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s