Pernah lihat makanan kelinci yang bentuknya seperti di atas? Itu disebut muesli. Berbeda dengan pelet biasa yang bentuk dan kandungan nutrisinya seragam semua, potongan dalam muesli berbeda-beda. Kalau kata produsennya, muesli juga membantu pemenuhan kebutuhan perilaku kelinci, karena kelinci bisa foraging bahan yang bermacam-macam, seperti makan di alam liar. Kenyataannya, kelinci itu pemilih banget kalau soal makanan. Kalau dikasih muesli, mereka akan memilih potongan yang kaya karbohidrat dan rendah serat, sementara pelet tinggi serat ditinggal (1). Nutrisinya jadi tidak lengkap, dong? Perilaku memilih makanan ini berguna di alam liar, di mana kelinci harus lari-lari terus karena dikejar predator. Mereka jadi terbiasa mencari makanan yang paling tinggi nutrisinya. Kalau di kandang yang makanannya tersedia secara teratur dan tidak dikejar siapa-siapa, perilaku ini malah jadi bumerang untuk kesehatannya.

Volume Makan dan Minum
Sudah banyak penelitian tentang efek buruk muesli, tetapi masih banyak saja produknya di pasaran. Ini bahaya, apa lagi di Indonesia, di mana masih banyak owner yang belum tahu pelet dan muesli bukan makanan utama. Kelinci yang diberi makan muesli saja atau muesli dan hay volume makannya lebih sedikit dibanding yang diberi hay saja atau hay dengan pelet, tetapi berat badan mereka paling tinggi dibandingkan yang lain, bahkan hingga obesitas (2). Mereka juga minum lebih sedikit (1). Ini bisa berisiko untuk kesehatan saluran kemihnya karena membuat urin pekat dan batu mudah terbentuk.

Perilaku
Kelinci yang diberi makan muesli lebih banyak menghabiskan waktu tidak aktif dibanding yang diberi makanan lain. Mereka menghabiskan lebih sedikit waktu untuk makan, padahal mengunyah itu perilaku alami yang dibutuhkan untuk kesehatan gigi dan mental kelinci. Kelinci yang diberi muesli saja juga terlihat stress, ditandai sering terlihat menggigit-gigit alas karet dan makan alas kandangnya, mungkin karena bingung mau melampiaskan kebutuhan serat ke mana (3).

Nutrisi
Produk muesli sering tidak memenuhi standar nutrisi kelinci. Seringkali, seratnya terlalu rendah, tetapi ada juga muesli yang protein dan lemaknya berada di bawah batas minimum FEDIAF (4–6). Kecukupan nutrisi di label kemasan juga tidak menjamin, karena ketika dianalisis, banyak makanan muesli yang kandungan nutrisinya tidak sesuai label, bahkan melewati batas toleransi (5,6). Saya tidak tahu apa ini juga terjadi pada pelet seragam. Ada kemungkinan iya, tetapi dampaknya lebih parah pada muesli, mengingat kecenderungan kelinci untuk memilih potongan yang rendah serat dan tinggi karbohidrat ketika diberi muesli.

Gangguan Kesehatan

Kelinci yang diberi muesli sering menunjukkan gangguan kesehatan. Kelinci yang diberi diet muesli saja atau muesli dengan hay menghasilkan kotoran dan cecotrope yang lebih sedikit dan kecil dibanding kelinci yang diberi hay saja atau hay dengan pelet (7). Cecotrope adalah kotoran lunak kaya nutrisi yang dikeluarkan kelinci untuk dimakan lagi. Di kandang mereka juga ditemukan paling banyak cecotrope yang tidak dimakan, padahal cecotrope mengandung banyak nutrisi penting yang diperlukan kelinci, khususnya vitamin dan protein. Kalau energi, sih mereka tidak terlalu perlu, karena kelinci yang diberi muesli ditemukan sudah obesitas semua. Cecotrope yang tidak dimakan bisa menandakan gangguan pencernaan atau gigi.

Bicara tentang gigi, gangguan gigi adalah salah satu masalah kesehatan yang sering menyerang kelinci (8), tetapi kelinci yang diberi muesli lebih berisiko. Kelinci yang diberi muesli cenderung memiliki gigi yang lebih panjang dan berbentuk melengkung. Bahkan, dalam satu penelitian, 3 ekor kelinci yang diberi makan muesli saja menunjukkan tanda gangguan gigi dalam 17 bulan (9). Ini tidak lepas dari perilaku memilih makan mereka ketika diberi muesli. Kelinci memilih makanan yang rendah serat, padahal serat berfungsi sebagai amplas untuk gigi kelinci yang terus tumbuh. Selain serat, kelinci yang makan muesli mungkin kekurangan kalsium (10). Kalsium dalam makanan muesli lebih rendah dibandingkan pelet seragam (4), tetapi lebih tinggi dari hay. Biarpun begitu, total kalsium dari muesli yang dimakan kelinci lebih sedikit dibandingkan total kalsium yang dimakan dari hay.

Mulai sekarang, tinggalkan muesli dan beri kelincimu pelet seragam. Pelet seperti apa yang bagus? Klik di sini untuk baca lebih lanjut. Jangan lupa juga untuk selalu menyediakan hay!

Referensi

1. Prebble JL, Meredith AL. Food and water intake and selective feeding in rabbits on four feeding regimes. J Anim Physiol Anim Nutr (Berl). 2014;98(5):991–1000.

2. rebble JL, Shaw DJ, Meredith AL. Bodyweight and body condition score in rabbits on four different feeding regimes. J Small Anim Pract. 2015;56(3):207–12.

3. Prebble JL, Langford FM, Shaw DJ, Meredith AL. The effect of four different feeding regimes on rabbit behaviour. Appl Anim Behav Sci [Internet]. 2015;169:86–92. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.applanim.2015.05.003

4. Bose H. A practical approach to rabbit nutrition. Companion Animal. 2013;18(4):177–80.

5. Molina J, Martorell J, Hervera M, Pérez-Accino J, Fragua V, Villaverde C. Preliminary study: Fibre content in pet rabbit diets, crude fibre versus total dietary fibre. J Anim Physiol Anim Nutr (Berl). 2015;99(S1):23–8.

6. Kazimierska K, Biel W. Analysis of the nutrient composition of selected commercial pet rabbit feeds with respect to nutritional guidelines. J Exot Pet Med [Internet]. 2021;39(April 2020):2–6. Available from: https://doi.org/10.1053/j.jepm.2021.06.006

7. Meredith AL, Prebble JL. Impact of diet on faecal output and caecotroph consumption in rabbits. J Small Anim Pract. 2017;58(3):139–45.

8. Rooney NJ, Blackwell EJ, Mullan SM, Saunders R, Baker PE, Hill JM, et al. The current state of welfare, housing and husbandry of the English pet rabbit population. BMC Res Notes. 2014;7(1):1–13.

9. Meredith AL, Prebble JL, Shaw DJ. Impact of diet on incisor growth and attrition and the development of dental disease in pet rabbits. J Small Anim Pract. 2015;56(6):377–82.

10. Harcourt-Brown F. Reflections on rabbit diets. J Small Anim Pract. 2017;58(3):123–4.

11. Verstraete FJM, Osofsky A. Dentistry in pet rabbits. Compend Contin Educ Pract Vet. 2005;27(9):671–84.

One thought on “Kata Penelitian tentang Muesli untuk Kelinci

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s