Selain makronutrien protein, lemak, dan karbohidrat, ada pula mikronutrien, yakni vitamin dan mineral di makanan hewan (dan manusia). Mikronutrien disebut mikro karena jumlahnya memang kecil, tetapi bukan berarti tidak penting. Kekurangan satu saja vitamin atau mineral penting pasti membawa dampak buruk bagi tubuh. Namun, mikronutrien maupun makronutrien sudah tersedia dalam jumlah seharusnya di makanan komersil yang lengkap dan seimbang, jadi kamu tidak perlu pusing.

Vitamin apa saja yang dibutuhkan kucing dan anjing, dan apa bedanya dengan manusia?
Suatu vitamin itu disebut vitamin kalau diperlukan dalam makanan dan tidak bisa diproduksi dalam jumlah yang cukup untuk kebutuhan. Karena fisiologi tiap spesies berbeda, vitamin yang dibutuhkan satu spesies mungkin bukan vitamin untuk spesies lain. Misalnya, vitamin D sebenarnya bukan vitamin untuk manusia, karena manusia bisa memproduksinya sendiri di kulit, beda dengan anjing dan kucing. Tapi, ya sudah, kita sebut vitamin saja semuanya, biar gampang.

Vitamin yang dibutuhkan, ya sama saja dengan vitamin manusia. Ada vitamin yang larut lemak, A, D, E, dan K. Vitamin ini butuh lemak untuk diserap di usus, jadi kalau makanan hewan kurang lemak, penyerapannya juga akan terganggu. Setelah masuk ke tubuh, penyimpanannya pun butuh jaringan berlemak. Beda dengan vitamin larut air, vitamin larut lemak tidak mudah dibuang lewat urin, jadi lebih bahaya kalau sampai overdosis. Mari kita lihat lebih dekat satu per satu vitamin ini.

Image by Hans Braxmeier from Pixabay

Vitamin A (Retinol)
Vitamin A berfungsi untuk penglihatan, pertumbuhan, dan perbaruan sel epitel (kulit, misalnya.) Makanya, sekarang banyak skincare mengandung retinol yang kalau dipakai akan membuat kulit wajah mengelupas di awal. Ketika sekolah, mungkin kita diajari bahwa wortel adalah sumber vitamin A. Untuk manusia dan hewan-hewan omnivora-herbivora, ini benar, tetapi tidak untuk kucing. Yang ada di wortel sebenarnya adalah beta-karoten, belum jadi vitamin A. Manusia dan anjing bisa mengubah beta-karoten jadi retinal, kemudian retinol, bentuk aktif vitamin A. Namun, kucing tidak bisa, karena kucing tidak punya enzim dioksigenase yang memotong beta-karoten jadi retinal. Jadi, beta-karoten tidak bisa diubah jadi vitamin A, tetapi beta-karoten masih bisa berguna sebagai antioksidan.

Terus, dari mana kucing mendapat vitamin A? Ingat, kucing adalah karnivora. Mereka biasa makan dengan berburu, dan ketika mendapat mangsa, mereka juga makan organ dalam mangsanya, termasuk hati, yang adalah tempat penyimpanan vitamin A yang sudah dalam bentuk aktif. Jadi, kucing memang tidak perlu kemampuan mengubah beta-karoten dari vitamin A, karena vitamin A aktif itu sudah ada dalam makanannya. Namun demikian, kucing juga bisa mengonsumsi terlalu banyak vitamin A jika diberi hati atau minyak ikan cod liver oil terlalu banyak. Kucing dengan hipervitaminosis A akan mengalami kekakuan tulang karena pertumbuhan tulang baru di sekitar sendi, biasanya pada tulang belakang.

Image by user2014 from Pixabay

Vitamin D (Ergokalsiferol dan Kolekalsiferol)
Vitamin D dikenal sebagai vitamin untuk kesehatan tulang. Ini tidak terlepas dari hubungannya dengan kalsium dan fosfor. Penyerapan kalsium dan fosfor di usus dan inkorporasi kalsium di tulang tidak bisa terjadi tanpa vitamin D. Selain itu, vitamin D juga berperan dalam regulasi sistem kekebalan tubuh.

Ada dua jenis vitamin D: vitamin D2 atau ergokalsiferol yang didapat dari tumbuhan, dan vitamin D3 atau kolekalsiferol yang didapat dari hewan, atau bisa diproduksi sendiri di kulit manusia ketika terkena sinar UV B dari matahari. Bagi anjing dan kucing, vitamin D3 bisa digunakan lebih efisien dibandingkan vitamin D2. Sayangnya, tidak seperti manusia, anjing dan kucing tidak bisa memproduksi vitamin D3 sendiri di kulitnya walaupun dijemur. Sama seperti vitamin A, ini terkait dengan makanan alami mereka. Sebagai hewan yang makanan utamanya adalah hewan buruan, mereka sudah mendapat cukup vitamin D dari organ hewan, khususnya hati.

Hewan dengan kekurangan vitamin D, apalagi yang masih muda, akan menunjukkan kelainan pertumbuhan tulang yang disebut rickets. Sebaliknya, hewan yang kelebihan vitamin D akan mengalami kerusakan ginjal, bahkan bisa sampai mati. Vitamin D yang terlalu banyak menyebabkan kalsium dan fosfor yang terlalu banyak diserap. Kadar fosfor dan kalsium yang terlalu tinggi ini tidak mampu ditangani ginjal sebagai organ pembuangan, sehingga ginjal akan rusak jika tidak segera ditangani. Kucing dan anjing bisa overdosis vitamin D dari pemberian suplemen vitamin D atau keracunan racun tikus. Beberapa racun tikus menggunakan vitamin D3 sebagai racunnya.

Vitamin E (Tokoferol dan Tokotrienol)
Berbeda dengan vitamin A dan D, vitamin E hanya ditemukan di tumbuhan. Ada di hewan pun, sedikit sekali di jaringan lemak. Bentuk tokoferol lebih mudah digunakan tubuh daripada tokotrienol. Vitamin ini berfungsi sebagai antioksidan, jadi kerjanya menangkal radikal bebas agar tidak menyebabkan kerusakan pada sel. Vitamin E juga dibutuhkan untuk fungsi sistem reproduksi dan sistem imun, sehingga kekurangan vitamin E bisa mengganggu fungsi keduanya. Tidak seperti vitamin A dan D, jarang terjadi kasus kelebihan vitamin E.

Bukan cuma di tubuh hewan, peran vitamin E sebagai antioksidan juga dibutuhkan dalam makanan. Makanan kucing dan anjing biasanya kaya akan lemak. Selain untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, lemak sering ditambahkan untuk menambah cita rasa makanan. Masalahnya, lemak sangat mudah teroksidasi, lalu menjadi tengik. Bagaimana agar makanan tidak mudah rusak? Dengan kemasan yang kedap udara dan pengawet antioksidan. Vitamin E adalah salah satu pengawet alami yang sering digunakan. Berhubungan dengan ini, makanan kucing yang mengandung minyak ikan harus mengandung vitamin E lebih banyak, karena minyak ikan mudah teroksidasi. Oh iya, yang bisa teroksidasi bukan cuma lemak di makanan. Lemak di tubuh juga bisa teroksidasi dan menyebabkan peradangan kalau kekurangan vitamin E.

Image by Konstantin Kolosov from Pixabay

Vitamin K (Phylloquinone, Menaquinone, Menadione)
Vitamin K bisa berbentuk vitamin K1 (phylloquinone), K2 (menaquinone), atau K3 (menadione). Vitamin K1 didapat dari sayur hijau, vitamin K2 dari mikroba di usus hewan, dan vitamin K3 adalah bentuk sintetis. Vitamin ini sebenarnya tidak dibutuhkan oleh anjing dan kucing, karena bakteri di usus mereka bisa menghasilkan vitamin K2 yang kemudian diserap tubuh. Namun, makanan kucing yang tinggi ikan (25%) harus ditambahkan vitamin K, karena kasus defisiensi vitamin K sering teramati pada kucing yang makan ikan salmon dan tuna.

Vitamin K berfungsi dalam pembekuan darah, sehingga kekurangannya ditandai dengan perdarahan dan kesulitan pembekuan darah. Gejala ini juga sering teramati pada kucing yang keracunan racun tikus warfarin, sehingga penanganannya pun adalah dengan pemberian vitamin K (oleh dokter hewan!). Vitamin K1 dan K2 dalam dosis tinggi cenderung aman, tetapi vitamin K3 yang berlebih dapat menyebabkan anemia dan sakit kuning.

Selain keempat vitamin di atas, kucing dan anjing juga butuh vitamin-vitamin larut air. Ini akan dibahas di tulisan lain, soalnya kepanjangan hehe.

Referensi
1. Grandjean D, Merrill R, Buckley C, Morris P, Charlton C, Stevenson A. WALTHAM® pocket book of Essential Nutrition for Cats and Dogs [Internet]. Mars, Inc. Waltham; 2009. p. 64. Available from: http://www.waltham.com/dyn/_assets/_pdfs/waltham-booklets/Essentialcatanddognutritionbookletelectronicversion.pdf
2. Wedekind KJ, Yu S, Kats L, Paetau-Robinson I, Cowell CS. Micronutrients: Minerals and Vitamins. In: Hand MS, Thatcher CD, Remillard RL, Roudebush P, Novtony BJ, Lewis LD, editors. Small Animal Clinical Nutrition, 5th Edition. Topeka, KS: Mark Morris Institute; 2010. p. 107–48.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s