Setiap ada owner yang kucingnya keracunan, pasti ada yang menyarankan agar kucingnya dicekok air kelapa. Kadang, ada yang menyarankan susu beruang dan kuning telur juga. Namun, apakah praktik ini didasari bukti ilmiah? Yang terpenting, apakah memang manjur?

Jam-Jam Pertama Setelah Keracunan
Penanganan kasus keracunan adalah balap lari dengan waktu. Begitu tahu kucing keracunan, hal pertama yang harus dilakukan adalah identifikasi racun dan hubungi dokter hewan. Jika racun baru tertelan kurang dari sejam, beberapa racun masih bisa dimuntahkan, asal cepat dibawa ke dokter hewan. Anjing bisa dibuat muntah dengan hidrogen peroksida, suatu cairan antiseptik, tetapi ini juga punya risiko tersendiri. Sementara itu, tidak ada cara yang aman untuk membuat kucing muntah di rumah, jadi tidak perlu coba-coba. Hidrogen peroksida tidak mempan untuk kucing. Mereka butuh xylazine atau medetomidine. Keduanya adalah obat bius yang tidak bisa dibeli dengan bebas.

Setelah muntah atau kalau sudah lewat waktu untuk muntah, dekontaminasi masih bisa diupayakan dengan karbon aktif atau norit. Norit bisa menyerap racun dari saluran pencernaan agar dibuang di kotoran, tetapi hanya sampai beberapa jam setelah racun tertelan, selama belum diserap di usus. Berapa jam ini tergantung dari racunnya. Namun, tidak semua racun boleh dimuntahkan atau mempan diberi norit. Bensin atau asam basa keras justru akan melukai kerongkongan kalau dibuat muntah. Karena itu, muntah atau norit harus dikonsultasikan dulu dengan dokter hewan.

Image by KawikaFilms from Pixabay

Semakin lama, semakin sulit untuk menangani keracunan, karena racun sudah menyebar ke seluruh tubuh. Kalau sudah begini, perlu antidota atau penawar spesifik untuk melawan kerja racun di tubuh. Secara anekdotal, racun yang paling sering saya temui adalah racun tikus, tetapi ada juga kasus keracunan obat, seperti paracetamol, yang sangat beracun untuk kucing. Saya cuma akan bahas kedua racun ini sebagai contoh, tetapi penjelasan mengenai beberapa racun lain bisa dibaca di slideshow.

Racun Tikus
Ada beberapa jenis racun tikus dengan cara kerja berbeda. Jika kucing kamu makan racun tikus atau tikus yang habis diracun, segera cari tahu bahan aktif apa yang ada di racun tersebut. Kebanyakan racun tikus di Indonesia adalah antikoagulan. Yang paling terkenal dan paling ringan adalah warfarin, tetapi ada antikoagulan lain yang lebih kuat dan efeknya lebih lama, brodifacoum dan bromadiolone. Keduanya disebut superwarfarin. Antikoagulan bekerja dengan menghambat pembekuan darah, sehingga sulit membeku, bahkan terlalu encer. Akibatnya, hewan akan mati karena pendarahan.

Kabar baiknya, kerja racun antikoagulan butuh waktu lama, bisa 3 sampai 5 hari. Jadi, jika kucing kelihatan baik-baik saja setelah makan racun, jangan tenang dulu, karena memang belum waktunya racun ini menunjukkan efeknya. Untungnya, karena lama, antikoagulan mudah ditangani jika cepat dibawa ke dokter hewan. Penawar racun antikoagulan ini cukup sederhana, yaitu vitamin K1, karena vitamin ini bekerja dalam pembekuan darah. Akan lebih baik dan lebih besar kemungkinan selamatnya jika hewan diberi vitamin K sebelum menunjukkan gejala.

Di Indonesia, ada racun tikus lain yang jarang digunakan, tetapi ada yang jual, yaitu zinc phosphide. Berbeda dengan antikoagulan, zinc phosphide bekerja dengan membentuk gas beracun phosphine di lambung. Keracunan ditandai muntah, sakit perut, kembung, dan kejang-kejang.Semakin banyak makanan masuk, semakin banyak gas phosphine yang akan terbentuk, jadi hewan yang keracunan zinc phosphide tidak boleh diberi makan. Gas phosphine ini juga beracun bagi manusia. Karena itu, hewan harus berada di ruangan terbuka jika dibuat muntah, dan manusia harus menjauhi muntahannya. Racun ini lebih berbahaya dari antikoagulan, karena tidak ada penawarnya. Hewan yang keracunan zinc phosphide harus dibuat muntah, dipompa lambung, atau diberi pelancar buang air besar.

Image by Michal Jarmoluk from Pixabay

Keracunan Obat: Paracetamol
Untuk manusia, paracetamol adalah obat warung. Logonya saja obat bebas, warna hijau, karena memang cenderung aman untuk manusia. Namun, aman untuk manusia bukan berarti aman untuk hewan. Anjing, dan apalagi kucing, tidak bisa memetabolisme paracetamol di hatinya agar tidak beracun. Sisa paracetamol ini akan jadi racun yang membuat sel darah merah tidak bisa mengikat oksigen. Akibatnya, organ dan jaringan tubuh akan kekurangan oksigen. Kucing yang keracunan paracetamol akan mengalami kerusakan hati, sesak nafas, frekuensi denyut nadi dan pernapasan naik, muntah, diare, anemia, dan sakit kuning.

Semua obat bisa jadi racun tergantung dosisnya. Untuk kucing, 50-100 mg per kilogram berat badan sudah mematikan. Sementara, 1 tablet paracetamol manusia mengandung 500-600 mg paracetamol. Artinya, 1 tablet paracetamol bisa membunuh 2 atau 3 ekor kucing seberat 4 kg jika tidak ditangani. Selain dibuat muntah dan diberi norit, kucing yang keracunan paracetamol biasa diberi obat pelindung hati, seperti asetilsisten dan s-adenosil-metionin.

Nah sekarang, apakah obat-obat racun alami bisa menolong kucing keracunan?

Image by nipananlifestyle from Pixabay

Air Kelapa
Praktik memberi air kelapa ke hewan keracunan sepertinya cuma ada di Asia dan Afrika, karena saya tidak menemukan referensi dari Eropa atau Amerika. Dari beberapa penelitian, air kelapa berpotensi melindingi kerusakan hati saat keracunan kloramfenikol (antibiotik), alkohol, dan karbon tetraklorida. Air kelapa juga berpotensi menurunkan kadar logam berat Pb dalam darah pada pekerja cat bangunan, tetapi tingkat penurunannya tentu tidak sebanyak penanganan yang benar dengan penawar yang benar oleh dokter. Yang perlu dicatat, semua studi ini tidak dilakukan di kucing. Kebanyakan dilakukan di mencit, kecuali yang logam berat, di manusia. Hasil penelitian di mencit belum tentu sama di kucing, dan kalaupun sama, dosis efektifnya di kucing belum ditentukan. Selain itu, artikel-artikel ini diterbitkan bukan di jurnal high-impact.

Berhubung paracetamol merusak hati, apakah air kelapa bisa diberikan saat keracunan air kelapa? Ada studi yang menemukan pemberian air kelapa tidak berpengaruh pada overdosis paracetamol di mencit. Namun, ada studi lain yang menemukan cuka air kelapa bisa meringankan kerusakan hati mencit setelah keracunan paracetamol. Daripada bermain-main dengan hal yang tidak pasti, lebih baik kucing dibawa ke dokter hewan jika keracunan paracetamol. Eh, bukan. Lebih baik jangan kasih paracetamol sama sekali ke kucing.

Air kelapa hampir tidak mengandung vitamin K jadi tidak akan berguna pada keracunan racun tikus. Air kelapa cuma akan memberi rasa aman palsu. Perlu diketahui, air kelapa kaya akan mineral K (kalium), tidak sama dengan vitamin K.

Susu Beruang
Susu beruang atau susu apa pun sama saja: tidak bisa menyembukan keracunan. Lagipula, banyak kucing yang tidak bisa mencerna laktosa. Jangan-jangan bukannya sembuh, si kucing malah keracunan dan diare. Secara umum, pemberian susu tidak disarankan.

Namun, ada kondisi keracunan tertentu di mana susu bisa membantu. Jika kucing kepedasan gara-gara cabe, lemak susu bisa membilas capsaicin yang membuat rasa pedas dari mulut. Susu juga bisa melindungi saluran pencernaan saat tertelan korek api, deterjen, atau tumbuhan tertentu yang mengandung kalsium oksalat. Kalsium oksalat adalah kristal yang tidak terlihat mata, tapi tajam dan bisa melukai pencernaan kucing. Walaupun susu bisa membantu, kasus-kasus di atas tetap butuh pertolongan dokter hewan segera!

Kuning Telur
Ada juga yang bilang kuning telur mentah bisa menolong kasus keracunan. Sedikit sekali literatur yang membahas ini, tetapi putih telur yang kaya protein, bukan kuning telur, mungkin bisa membantu mengendapkan logam berat jika tertelan. Selain itu, kuning telur mentah bisa jadi membawa bakteri Salmonella yang bisa menginfeksi kucing, jadi tentu sangat tidak disarankan sebagai obat keracunan atau diberikan untuk tujuan apa pun.

Harus apa jika keracunan? Menurut petpoisonhelpline.com

  1. Pindahkan semua hewan dari area tersebut. Jauhkan racunnya dari hewan.
  2. Cek apakah hewan masih bernapas normal, atau apabila ada gejala keracunan lain.
  3. Simpan sisa racun beserta kemasannya. Kalau sudah dibuang, cari tahu racun apa yang tertelan.
  4. Tidak perlu pakai penawar-penawar alami hasil tanya pecinta hewan atau dari Google. Tanya dokter hewan saja.
  5. Jangan coba-coba bikin kucing muntah di rumah.
  6. Telepon dokter hewan langganan, atau bawa ke klinik terdekat yang masih buka. Jangan tunggu gejala keracunan muncul. Catat nomor darurat dokter hewan untuk jaga-jaga.

Referensi

Di slideshow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s