Apakah kucing boleh makan nasi?
Jawaban singkat: Boleh. Nasi sering jadi bagian dari makanan komersil kucing, dry food maupun wet food. Namun, tidak disarankan untuk memberi nasi sendiri di luar itu: nasi dengan ikan, nasi dengan dry food, nasi campur wet food atau sejenisnya, kecuali berdasarkan arahan ahli nutrisi (veterinary nutritionist).

Saya sering dengar kucing tidak boleh makan nasi karena mereka tidak bisa mencerna karbohidrat atau karena mereka adalah karnivora obligat. Ini adalah salah paham. Saya juga sering melihat kucing dikasih makan nasi ikan atau nasi campur wet food. Praktik ini juga salah. Dari kedua ekstrem ini, di manakah kebenaran terkait hubungan kucing dan nasi?

Kucing sebagai karnivora obligat
Kucing memang karnivora obligat, tetapi banyak yang salah memahami istilah ini. Karnivora obligat berarti harus ada daging dalam makanannya, bukan hanya bisa makan daging. Kenapa kucing harus makan daging? Ada beberapa nutrien yang dibutuhkan kucing, yang tidak bisa didapat dari tumbuhan atau dibuat sendiri oleh tubuh kucing, sehingga harus didapat dari daging (1). Ini yang membedakan kucing dari anjing, yang lebih tepat kita sebut omnivora atau karnivora fakultatif. Anjing bisa saja bertahan hidup dengan diet vegetarian tanpa daging.

Di antaranya, yang paling terkenal adalah asam amino taurin. Taurin dibutuhkan untuk kontraksi otot, khususnya otot jantung, kesehatan mata, dan pembuatan asam empedu. Kucing juga membutuhkan asam arakhidonat, asam lemak omega-6 yang hanya ada di tubuh hewan. Anjing bisa memproduksi asam arakhidonat dari omega-6 lain yang ditemukan di tumbuhan, asam linoleat, tetapi kucing tidak. Kekurangan asam arakhidonat akan mengganggu fungsi reproduksi dan kesehatan kulit.

Selain kedua nutrien di atas, masih banyak nutrien lain yang kucing butuhkan dari daging, seperti asam amino arginin, vitamin A, vitamin B3, vitamin D. Beberapa nutrien ini bisa didapat dari tumbuhan, tetapi jumlahnya tidak akan cukup, kecuali disuplementasi dari daging.

Yang perlu digarisbawahi, jika kebutuhan kucing atas nutrien-nutrien tersebut dapat terpenuhi, kucing bisa saja hidup dengan diet tanpa daging (2-4). Ini bisa dilakukan dengan pemberian suplemen, walaupun cukup sulit dalam praktiknya. Jadi, kucing disebut karnivora obligat karena butuh nutrien dalam daging, bukan butuh daging hanya karena daging. Bahkan, diet yang hanya mengandung daging sebenarnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kucing (5-7).

Image by congerdesign from Pixabay

Kucing dan karbohidrat
Saya pernah bahas tentang karbohidrat di sini. Salah satu argumen kucing tidak boleh makan nasi adalah anggapan kucing tidak bisa mencerna karbohidrat (karena mereka karnivora obligat). Makanan alami kucing adalah tikus dan burung, yang total karbohidratnya memang cuma 2%. Tetapi, banyak bukti bahwa kucing juga bisa mencerna karbohidrat, termasuk karbohidrat dalam nasi, 40 hingga 100% (8-10). Kenapa ada yang kecernaannya tinggi dan ada yang rendah? Pengolahan bahannya juga berpengaruh. Bahan mentah, seperti beras atau kentang mentah sulit dicerna, tetapi ketika dimasak, mereka mengalami perubahan struktur, yang memudahkan enzim amilase untuk mencerna karbohidrat pati.

Dibandingkan manusia atau spesies herbivora, kemampuan kucing mencerna karbohidrat memang lebih rendah. Kita punya enzim amilase di air liur kita. Enzim ini memampukan kita memecah molekul kabohidrat pati menjadi glukosa agar bisa dicerna. Kucing tidak punya enzim ini di air liur mereka, tetapi pankreas mereka bisa menghasilkan enzim amilase. Jadi, kucing bisa mencerna karbohidrat, hanya saja tidak sebanyak manusia (11). Setelah dicerna dan diserap di usus, molekul karbohidrat glukosa akan dibawa ke hati untuk dipecah menjadi energi. Sayangnya, enzim yang berperan dalam proses tersebut, glukokinase, tidak ada di kucing. Namun, aktivitas enzim-enzim metabolisme glukosa lain lebih tinggi di hati kucing dibandingkan di anjing. Ini diperkirakan bisa menggantikan ketiadaan glukokinase, sehingga kucing tetap bisa menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi (12).

Apakah karbohidrat menyebabkan obesitas dan diabetes mellitus?
Penambahan berat badan terjadi karena energi yang masuk dari makanan lebih sedikit dari energi yang dikeluarkan tubuh. Kelebihan energi akan disimpan jadi lemak, menumpuk, dan lama-lama menyebabkan obesitas. Jika dibandingkan karbohidrat, lemak lebih pantas dicurigai sebagai penyebab obesitas. Setiap gram kabohidrat hanya mengandung 4 kcal, sementara setiap gram lemak mengandung 9 kcal, lebih dari 2 kali lipatnya. Penelitian juga menemukan bahwa bukan karbohidrat, tetapi makanan tinggi lemak dan sterlisasi yang menyebabkan risiko obesitas (13).

Konsumsi karbohidrat dalam dry food juga sering disebut sebagai penyebab diabetes mellitus. Karbohidrat diduga memicu pankreas mengeluarkan hormon insulin terus-terusan, hingga lama-lama pankreas tidak sanggup lagi menghasilkan insulin yang cukup. Namun, berdasarkan bukti yang ada, karbohidrat tidak bisa dikatakan sebagai penyebab langsung diabetes mellitus pada kucing. Selain itu, diabetes mellitus lebih tepat dikatakan disebabkan oleh obesitas, karena kondisi obesitas menurunkan sensitivitas sel-sel tubuh terhadap insulin (14,15).

Meski begitu, kita belum bisa langsung meniadakan hubungan karbohidrat dan diabetes mellitus. Setiap sumber karbohidrat berbeda, dan kebetulan nasi yang sedang kita bahas dikenal memiliki indeks glikemik tinggi, mau nasi merah ataupun nasi putih (16). Artinya, nasi sangat cepat menaikkan kadar gula darah. Ini membuat nasi (atau makanan dengan indeks glikemik tinggi secara umum, sih) tidak cocok untuk kucing dengan diabetes mellitus atau berisiko terkena diabetes mellitus (17,18). Indeks glikemik tinggi juga membuat kucing mudah lapar, sehingga makannya jadi lebih banyak. Kucing yang diberi nasi makan lebih banyak dan berat badannya lebih meningkat dibanding yang diberi sorghum atau jagung (14).

Selain itu, secara anekdotal, beberapa ahli penyakit dalam menyangsikan ketiadaan hubungan karbohidrat dan diabetes. Kita belum bisa menyimpulkan dengan pasti ada tidaknya hubungan karbohidrat dan terjadinya diabetes mellitus pada kucing.

Image by Mac Kenzie from Pixabay

Boleh tidak kucing makan nasi?
Setelah membaca pembahasan di atas, pertanyaannya bukan lagi boleh atau tidak, tetapi seberapa banyak kucing boleh makan nasi? Ini tidak bisa disamaratakan untuk semua jenis karbohidrat. Kucing lebih toleran terhadap karbohidrat pati, seperti pada nasi, jagung, dan gandum, daripada gula sederhana, seperti glukosa dan laktosa.

Tampaknya, kucing bisa mencerna pati dengan baik hingga 6,7 gram per kilogram berat badan per hari (10). Makanan kucing dewasa yang berat keringnya mengandung lebih dari 60% karbohidrat atau makanan kitten yang berat keringnya mengandung 51% karbohidrat dipastikan terlalu banyak karbohidratnya, karena dengan begitu, kucing dipastikan akan mengalami kekurangan nutrien penting lain, seperti protein dan lemak (19). Lebih amannya, 45% berat kering sudah dianggap batas maksimum karbohidrat dalam makanan kering kucing.

Dalam jangka pendek, karbohidrat berlebih yang tidak tercerna, baik karena memang karbohidratnya sulit dicerna, atau mudah dicerna tapi terlalu banyak, akan mengganggu keseimbangan bakteri di usus besar. Fermentasi karbohidrat yang berlebih dapat menyebabkan diare, kembung, sakit perut, atau produksi gas. Pengaruh jangka panjangnya lebih kompleks dan belum diketahui dengan jelas (19). Jika makanan yang diberikan tidak lengkap dan seimbang, kekurangan nutrien lain karena kelebihan protein pasti punya efek negatif tersendiri. Misalnya, kucing yang kekurangan protein tidak bisa tumbuh dengan baik, rambutnya jelek, dan massa ototnya berkurang. Terkait penyakit, bisa saja karbohidrat berlebih, apalagi nasi yang indeks glikemiknya tinggi, menyumbang risiko terjadinya diabetes mellitus. Laporan lain menyebutkan makanan tinggi karbohidrat sebagai faktor risiko batu kencing kalsium oksalat, tetapi ini juga kontroversial (20,21).

Tunggu dulu!
Namun, pemberian nasi yang saya maksud di atas adalah dalam konteks makanan yang lengkap dan seimbang, sesuai kebutuhan nutrisi kucing. Ini bisa dipenuhi dengan memberi dry food atau wet food komersil yang lengkap dan seimbang. Saya sama sekali tidak mendukung praktik pemberian nasi sendiri oleh pemilik, nasi dicampur wet food, nasi dicampur ikan, nasi dicampur ayam. Alasan utamanya, ya, karena nutrisinya dijamin tidak lagi lengkap dan seimbang, terlepas dari apakah karbohidratnya terlalu banyak atau tidak untuk kucing. Tentu, lebih parah kalau karbohidratnya terlalu banyak.

Beda cerita jika owner sudah mendapat resep homemade food dari ahli nutrisi hewan, yang di dalamnya ada nasi. Perlu diketahui, banyak yang mengklaim sebagai ahli nutrisi hewan, tetapi ahli nutrisi yang dimaksud hanya dua: dokter hewan spesialis nutrisi dan ahli bergelar master/doktor dalam nutrisi hewan kecil.

Referensi
1.        Morris JG. Unique nutrient requirements of cats appear to be diet – induced evolutionary adaptations. Recent Adv Anim Nutr Aust. 2001;13:187–94.

2.        Knight A, Leitsberger M. Vegetarian versus meat-based diets for companion animals. Animals. 2016;6(9).

3.        Dodd SAS, Grant C, Abood SK, Verbrugghe A. Case Report: Application and Limitations of a Plant-Based Diet Formulated for a Cat With Feline Lower Urinary Tract Disease. Front Vet Sci. 2021;8(April).

4.        Dodd SAS, Cave NJ, Adolphe JL, Shoveller AK, Verbrugghe A. Plant-based (vegan) diets for pets: A survey of pet owner attitudes and feeding practices. PLoS One. 2019;14(1):1–19.

5.        Taylor-Brown F, Beltran E, Chan DL. Secondary nutritional hyperparathyroidism in Bengal cats. Vet Rec. 2016;179(11):287–8.

6.        Nagata N, Yuki M. Nutritional Secondary Hyperparathyroidism in a Cat. J Anim Clin Med. 2013;22(3):101–4.

7.        Moarrabi A, Mosallanejad B, Khadjeh G, Noorani B. Nutritional Secondary Hyperparathyroidism in Cats under Six-Month-Old of Ahvaz. Ivsa [Internet]. 2008;3:59–66. Available from: http://ivsajournals.com/pdf_3216_d727ebd533fb78596abe316a3813c736.html

8.        Morris JG, Trudell J, Pencovic T.  Carbohydrate digestion by the domestic cat ( Felis catus ) . Br J Nutr. 1977;37(3):365–73.

9.        Kienzle E. Carbohydrate metabolism of the cat 2. Digestion of starch. J Anim Physiol a Anim Nutr. 1993;69:102–14.

10.      De-Oliveira LD, Carciofi AC, Oliveira MCC, Vasconcellos RS, Bazolli RS, Pereira GT, et al. Effects of six carbohydrate sources on diet digestibility and postprandial glucose and insulin responses in cats. J Anim Sci. 2008;86(9):2237–46.

11.      Kienzle E. Carbohydrate metabolism of the cat 1. Activity of amylase in the gastrointestinal tract of the cat. J Anim Physiol Anim Nutr (Berl). 1993;69(1–5):92–101.

12.      Tanaka A, Inoue A, Takeguchi A, Washizu T, Bonkobara M, Arai T. Comparison of expression of glucokinase gene and activities of enzymes related to glucose metabolism in livers between dog and cat. Vet Res Commun. 2005;29(6):477–85.

13.      Backus RC, Cave NJ, Keisler DH. Gonadectomy and high dietary fat but not high dietary carbohydrate induce gains in body weight and fat of domestic cats. Br J Nutr. 2007;98(3):641–50.

14.      Appleton DJ, Rand JS, Priest J, Sunvold GD, Vickers JR. Dietary carbohydrate source affects glucose concentrations, insulin secretion, and food intake in overweight cats. Nutr Res. 2004;24(6):447–67.

15.      Buffington CAT. Dry foods and risk of disease in cats. Can Vet J [Internet]. 2008;49(May):561. Available from: http://www.indoorcat.org

16.      Miller JB, Pang E, Bramall L. Rice: a high or low glycemic index food? Am J Clin Nutr. 1992 Dec;56(6):1034–6.

17.      Thiess S, Becskei C, Tomsa K, Lutz TA, Wanner M. Effects of high carbohydrate and high fat diet on plasma metabolite levels and on iv glucose tolerance test in intact and neutered male cats. J Feline Med Surg. 2004;6(4):207–18.

18.      Coradini M, Rand JS, Morton JM, Rawlings JM. Effects of two commercially available feline diets on glucose and insulin concentrations, insulin sensitivity and energetic efficiency of weight gain. Br J Nutr. 2011;106 Suppl 1:64–77.

19.      Kirk C. Feline Nutrition: What Is Excess Carbohydrate? In: Companion Animal Summit: Tackling Myths About Pet Nutrition. Atlanta, Georgia: Purina; 2013. p. 25–30.

20.      Lekcharoensuk C, Osborne CA, Lulich JP, Pusoonthornthum R, Kirk CA, Ulrich LK, et al. Association between dietary factors and calcium oxalate and magnesium ammonium phosphate urolithiasis in cats. J Am Vet Med Assoc. 2001;219(9):1228–37.

21.      Dijcker JC, Hagen-Plantinga EA, Hendriks WH. Changes in dietary macronutrient profile do not appear to affect endogenous urinary oxalate excretion in healthy adult cats. Vet J [Internet]. 2012;194(2):235–9. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.tvjl.2012.03.029

One thought on “Kucing Boleh Makan Nasi? Tinjauan Kucing dan Karbohidrat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s