Sebelumnya, saya sudah pernah membahas hay di sini. Hay adalah komponen utama makanan kelinci dan marmut, jadi harus selalu tersedia untuk mereka. Ada anggapan bahwa kelinci atau marmut yadalah hewan yang mudah mati mendadak, padahal itu karena pemberian nutrisi yang tidak benar.

Kenapa harus memberi hay?

  • Kesehatan saluran cerna. Kekurangan serat dari hay bisa membuat kerja saluran pencernaan kelinci berhenti. Kemudian, kelinci akan mengalami kembung dan bisa mati jika tidak segera ditangani. Hay memastikan saluran cerna tetap bergerak dengan teratur. Selain itu, serat dari hay akan membantu hairball keluar dari saluran cerna melalui kotoran.
  • Kesehatan gigi. Tanpa serat, gigi kelinci atau marmut akan terus tumbuh, bahkan hingga menusuk hidungnya. Kalau sudah begini, mereka tidak akan mau makan, dan ujungnya mati juga. Gerakan mengunyah hay akan membantu kelinci mengasah giginya sehingga tidak tumbuh terlalu panjang.
  • Kesehatan saluran kemih. Kelinci yang diberi hay akan makan lebih banyak daripada yang tidak diberi hay. Semakin banyak kelinci makan, semakin banyak juga mereka minum. Banyak minum akan mengencerkan urin dan mencegah pembentukan batu di saluran kemih, salah satu gangguan kesehatan yang sering menyerang kelinci.
  • Kesehatan mental. Dengan hay, kelinci dan marmut bisa terus mengunyah, sebagaimana perilaku alami mereka di alam. Ini mencegah kebosanan, yang malah bisa membuat kelinci dan marmut melakukan perilaku aneh seperti menggigit dinding kandang.

Harus pilih hay yang mana?
Ada beberapa jenis hay yang tersedia di pasaran, tetapi bisa dikelompokkan menjadi grass hay dan legume hay. Grass hay berasal dari keluarga rumput atau serealia (grain), sedangkan legume hay berasal dari tanaman kacang-kacangan. Grass hay cocok diberikan ke kelinci atau marmut dewasa, sementara legume hay lebih cocok diberikan ke anakan atau sebagai treats saja untuk hewan dewasa. Memberi legume hay ke hewan dewasa bisa menyebabkan obesitas atau gangguan saluran kemih, karena legume hay kandungan nutrisinya lebih tinggi daripada grass hay. Namun, ketika mencari hay, kamu tidak akan menemukan tulisan grass hay dan legume hay.

Alfalfa hay, dokumen pribadi

Alfalfa hay (aka Lucerne hay)
Alfalfa hay adalah legume hay yang paling sering diberikan ke kelinci dan marmut. Hay ini memiliki kandungan nutrisi (berat kering) sekitar 20% protein kasar, 40% serat (NDF), 1,5% kalsium, dan 0,25% fosfor. Angka ini tidak mutlak, karena nutrisi hay sangat bervariasi, tergantung dari bagian tumbuhan, waktu panen, dan faktor lain yang terlibat ketika menanam hay itu sendiri. Alfalfa hay dikenal karena protein dan kalsiumnya yang tinggi. Kedua nutrien ini diperlukan pada hewan yang masih dalam masa pertumbuhan, tetapi terlalu banyak jika diberikan ke hewan dewasa. Jadi, alfalfa hay hanya boleh diberikan sebagai hay utama untuk kelinci dan marmut di bawah 6 bulan atau sedang bunting dan menyusui. Untuk kelinci dewasa, alfalfa hay boleh diberikan sebagai treats. Teksturnya yang lembut dan manis biasa sangat disukai oleh hewan.

Indigofera. Krzysztof Ziarnek, KenraizCC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Indigofera hay
Saya hampir tidak pernah melihat indigofera hay dijual untuk kelinci dan marmut, tetapi ada produk ini di e-commerce Indonesia. Jadi, saya bahas sedikit. Indigofera hay juga merupakan legume hay, dan karena itu nutrisinya tidak beda jauh dengan alfalfa. Berat kering indigofera hay mengandung rata-rata 20% protein kasar, 47% serat (NDF), 1,9% kalsium, dan 0,28% fosfor. Sama seperti alfalfa, hay ini lebih cocok diberikan ke hewan yang masih dalam masa pertumbuhan. Saya tidak tahu apakah hay ini disukai kelinci dan marmut seperti alfalfa hay atau tidak.

TImothy hay dengan seed head, dok pribadi

Timothy hay
Timothy hay adalah hay yang paling sering digunakan untuk kelinci dan marmut. Sebagai grass hay, hay ini cocok diberikan secara tidak terbatas untuk kelinci dewasa. Rata-rata timothy hay mengandung 13% protein, 62% serat, 0,14% kalsium, dan 0,2% fosfor, tetapi ini hanya rata-rata. Aslinya, nutrisi timothy hay sangat bervariasi, tergantung potongan keberapa, waktu panen, dan faktor lainnya. Seratnya lebih tinggi, sementara protein dan mineralnya lebih rendah dibanding legume hay, sehingga kelinci dewasa tidak akan kelebihan nutrisi walau makan timothy hay yang banyak. Di pasaran, yang paling sering dijual adalah timothy hay 1st cut (potongan pertama). Potongan ini lebih kasar dan banyak batangnya, tetapi juga mengandung seed head yang disukai hewan. Seed head lebih kaya protein dan kalsium daripada rumputnya. Ada juga timothy 2nd cut dan 3rd cut yang lebih rendah serat. Keduanya lebih lembut dan mengandung sedikit seed head dibanding 1st cut. Sebagai hay paling populer, cukup banyak merk timothy hay yang bisa ditemukan di pasaran. Kualitasnya tentu berbeda, jadi kamu bisa tentukan sendiri mana yang paling sesuai untuk kelinci dan marmutmu.

Orchard hay, dok pribadi

Orchard hay
Mirip seperti timothy hay, orchard hay adalah grass hay yang bisa diberikan ke hewan dewasa. Hay ini lebih lembut dan manis, serta tidak banyak batang dibandingkan timothy hay. Orchard hay juga punya seed head, tetapi bentuknya berbeda dengan seed head timothy hay. Rata-rata hay ini mengandung 16% protein kasar, 60% serat NDF, 0,4% kalsium, dan 2,8% fosfor. Saat ini, saya sendiri menggunakan orchard hay dan timothy hay untuk Nyunyu dan Nyutwo.

Nyunyu dan Alpine hay, dok pribadi

Alpine hay
Sebenarnya, ini bukan spesies hay tersendiri. Alpine hay adalah kumpulan hay yang dipanen di pegunungan alpen. Hay ini termasuk grass hay, jadi boleh diberikan ke hewan dewasa. Namun, sepengalaman saya, Nyunyu dan Nyutwo kurang suka Alpine hay dibanding orchard atau timothy hay.

Image by VIVIANE MONCONDUIT from Pixabay

Oat hay
Oat hay juga adalah grass hay. Rata-rata oat hay mengandung 9% protein, 61% serat (NDF), 0,47% kalsium, dan 0,2% fosfor. Teksturnya lebih renyah dan banyak mengandung seed head, tetapi mungkin tidak semua hewan menyukainya karena banyak batang.

Herbal hay
Sebenarnya hay ini bukan jenis hay tersendiri. Herbal hay adalah salah satu grass hay yang ditambahkan bahan herbal, sehingga baunya lebih harum dan khas. Salah satu contoh herbal hay adalah Botanical Hay dari Oxbow Animal Health. Hay ini sebenarnya merupakan timothy hay, tetapi ditambahkan bunga chamomile, lavender, dan lemon balm. Contoh lain adalah Vitakraft Vita Verde Herbal. Tidak semua kelinci dan marmut suka dengan bau herbal hay ini, jadi sebaiknya coba dalam jumlah kecil dulu.

Bagaimana ciri hay yang bagus?
Setelah memilih jenis hay, tentu kita ingin hay yang berkualitas untuk kelinci dan marmut. Mereka juga tidak mau makan kalau haynya tidak bagus. Kita bisa menentukan kualitas hay dengan evaluasi sensoris.

  1. Rasakan. Apakah hay terasa kering atau lembab? Hay yang bagus harus kering, karena kelembaban bisa mengundang jamur, sehingga hay akan rusak. Apakah banyak daun atau batang? Hay yang bagus lebih banyak daunnya daripada batang atau bagian lain. Tetapi, ini juga bergantung pada jenis haynya. Misalnya, wajar jika oat hay lebih kasar dan banyak batang dibanding orchard hay.
  2. Amati. Bagaimana warna hay? Hay yang bagus seharusnya berwarna hijau, tetapi beberapa hay berwarna kecoklatan atau pudar karena matahari. Ini tidak masalah. Mungkin ada sebagian nutrien yang hilang karena terjemur matahari, tetapi hay masih bagus untuk dikonsumsi. Apakah ada warna putih atau keabuan? Hindari hay seperti ini, karena kemungkinan bercak putih tersebut adalah jamur. Apakah banyak debu hay? Ini berarti hay sudah lama diproduksi, sehingga mungkin nutrisinya tidak sebagus hay yang masih baruh. Kelinci dan marmut tidak suka debu hay.
  3. Cium. Apakah ada bau apek atau busuk? Hindari hay ini, karena kemungkinan sudah berjamur. Apakah hay berbau wangi atau datar? Hay yang bagus harusnya masih wangi. Jika baunya samar-samar atau tidak ada, berarti hay sudah lama.
  4. Kontaminasi? Apakah ada sisa tanah? Apakah ada jamur atau serangga? Hindari hay yang terkontaminasi karena bisa membahayakan hewan.

Kamu juga bisa bermain dengan kelinci dan marmutmu menggunakan hay. Tidak ada larangan untuk mencampur jenis hay. Justru, mencampur dua jenis hay dengan cita rasa berbeda bisa menjadi pengayaan nutrisi bagi mereka. Hay biasa diletakkan di hay rack, tetapi kamu juga bisa menyembunyikannya dalam bola atau kaos kaki dan menyebarkannya di sudut-sudut kandang. Dengan begitu, kelinci dan marmutmu akan termotivasi untuk bergerak dan beraktivitas.

Salah satu sumber informasi favorit saya mengenai hay dan nutrisi mamalia eksotik adalah blog Oxbow Animal Health. Kamu bisa baca berbagai artikel terkait hay dan nutrisi kelinci dan marmut di sana. Selamat membaca dan jangan lupa untuk selalu memberi hay!

Referensi
Bourne, D. (2018). Hay for a healthy rabbit : the importance of appropriate feed. Companion Animal, 23(348–352).

Clauss, M. (2012). Clinical Technique: Feeding Hay to Rabbits and Rodents. Journal of Exotic Pet Medicine, 21(1), 80–86. https://doi.org/10.1053/j.jepm.2011.11.005

Meredith, A. L., Prebble, J. L., & Shaw, D. J. (2015). Impact of diet on incisor growth and attrition and the development of dental disease in pet rabbits. Journal of Small Animal Practice, 56(6), 377–382. https://doi.org/10.1111/jsap.12346

Prebble, J. L., & Meredith, A. L. (2014). Food and water intake and selective feeding in rabbits on four feeding regimes. Journal of Animal Physiology and Animal Nutrition, 98(5), 991–1000. https://doi.org/10.1111/jpn.12163

Heuzé V., Tran G., Hassoun P., Lebas F., 2017. Hairy indigo (Indigofera hirsuta). Feedipedia, a programme by INRAE, CIRAD, AFZ and FAO. https://www.feedipedia.org/node/289 Last updated on May 24, 2017, 17:09

Tran G., Lebas F., 2015. Timothy grass (Phleum pratense). Feedipedia, a programme by INRAE, CIRAD, AFZ and FAO. https://www.feedipedia.org/node/16886 Last updated on October 12, 2015, 14:04

Heuzé V., Tran G., Boudon A., Lebas F., 2016. Oat forage. Feedipedia, a programme by INRAE, CIRAD, AFZ and FAO. https://www.feedipedia.org/node/500 Last updated on April 13, 2016, 16:26

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s