Ringkasan:

  • FLUTD bukan batu ginjal. FLUTD adalah istilah yang memayungin beberapa gangguan saluran kemih bagian bawah, kantung kemih dan uretra, tidak termasuk ginjal.
  • Kasus FLUTD yang paling sering terjadi di kucing adalah peradangan kantung kemih (feline idiopathic cystitis, FIC), disusul kencing batu (urolithiasis).
  • Urolithiasis batu struvite dapat dilarutkan dengan asupan air yang banyak dan diet yang rendah magnesium dan fosfat, mengasamkan urin. Ini adalah karakteristik vet diet Urinary.
  • Urolithiasis batu kalsium oksalat tidak bisa dilarutkan, harus dikeluarkan manual, tetapi diet Urinary dapat membantu mencegah terbentuknya atau bertambah besarnya batu kalsium oksalat.
  • Kucing dengan FIC tanpa kristal lebih membutuhkan modifikasi lingkungan daripada makanan khusus. Jika hendak menggunakan makanan khusus Urinary, pilih makanan basah.

Susah pipis atau feline lower urinary tract disease (FLUTD) adalah salah satu masalah yang paling sering menyerang kucing Indonesia. Jika ada pasien datang ke klinik dengan gejala tersebut, dokter hewan hampir selalu akan meresepkan makanan khusus (vet diet) yang berlabel Urinary. Apa yang membedakan makanan tersebut dari makanan biasa? Haruskah kucing FLUTD menggunakan makanan Urinary?

Sekilas tentang FLUTD
Saya terkadang mendengar kucing yang susah pipis FLUTD disebut kena “batu ginjal”. Istilah ini kurang tepat. Sebagaimana namanya, FLUTD merupakan gangguan saluran kemih bagian bawah (lower urinary tract). Dalam sistem organ kantung kemih, ginjal dan ureter disebut saluran kemih bagian atas, sementara kantung kemih dan uretra disebut saluran kemih bagian bawah. Jadi, FLUTD merupakan gangguan kantung kemih dan/atau uretra, meski tidak menutup kemungkinan FLUTD ada bersamaan dengan gangguan ginjal.

Ilustrasi anatomi saluran kemih kucing jantan. Ginjal dan ureter termasuk saluran bagian atas. Vesika urinaria (kantung kemih) dan uretra adalah saluran bagian bawah, yang terlibat dalam FLUTD.

FLUTD sendiri bukanlah diagnosis penyakit. FLUTD hanyalah istilah luas yang memayungi beberapa penyakit gangguan kemih. Gangguan-gangguan ini ditandai dengan rasa sakit saat pipis, pipis sembarangan di luar litter box, pipis sedikit-sedikit (anyang-anyangan, kata orang), pipis berdarah, atau tidak bisa pipis sama sekali.

Penyakit-penyakit FLUTD
Kencing batu bukan satu-satunya penyebab FLUTD. Karena itu, tidak tepat menyamakan FLUTD sebagai kencing batu. Menurut beberapa laporan global, urolithiasis atau kencing batu menyebabkan 12-25% dari semua kasus. FLUTD juga bisa disebabkan infeksi bakteri pada saluran kemih (8-25%), tetapi kasus infeksi saluran kemih lebih sering pada anjing dibandingkan kucing. Urolithiasis kucing seringnya tidak disebabkan bakteri, karena itu tidak perlu diberikan antibiotik. Namun, kasus infeksi saluran kemih lebih sering terjadi pada kucing tua, hingga 46%.

Prevalensi penyakit FLUTD pada kucing di Yogyakarta (Nururrozi et al., 2019)

Selain kristal atau batu, saluran kemih juga bisa tersumbat oleh darah beku, sel-sel radang, atau jaringan yang mengelupas. Ini disebut urethral plug (7-25%). Tumor juga bisa menyebabkan gangguan saluran kencing pada sebagian kecil kucing (0,3%).

Bagaimana dengan sisanya? Pada sebagian besar kucing dengan gejala FLUTD, tidak ditemukan batu, kristal, urethral plug, infeksi, ataupun tumor. Kucing-kucing ini mengalami peradangan kantung kemih tanpa penyebab yang jelas. Kasus inilah yang disebut feline idiopathic cystitis (FIC). FIC didiagnosis pada 55-65% kucing dengan FLUTD. Diduga kuat, stress berkepanjangan dapat mengikis lapisan pelindung pada dinding kantung kemih. Urin pun mengiritasi dinding kantung kemih, sehingga terjadilah peradangan.

Skema terjadinya FIC pada kucing. Sumber: Encyclopedia of feline clinical nutrition, Royal Canin (2006)

Artikel ini akan berfokus pada FLUTD karena batu (urolithiasis), karena manajemen nutrisi berperan paling penting pada urolithiasis.

Bagaimana batu bisa terbentuk di saluran kemih kucing?
Batu terbentuk dari mineral-mineral tertentu. Pernah coba larutin garam di air? Biasanya garam akan terlarut, tapi kalau ditambah terus, lama-lama garam tidak bisa larut lagi, kecuali airnya ditambah. Pada saat ini, larutan garam mencapai titik jenuh. Garam yang tidak larut akan tetap berbentuk padat dan mengendap di air.

Urin juga begitu. Di dalam urin, ada berbagai mineral yang dibuang dari tubuh yang bisa membentuk kristal-kristal berukuran mikroskopis. Sebenarnya, kristal ini bisa larut dan keluar dengan tenang melalui urin. Namun, kalau kristalnya terlalu banyak atau air dalam urin terlalu sedikit, urin akan jadi pekat dan mencapai titik jenuh. Sama seperti garam, kristal urin ini tidak bisa larut dan tetap padat. Padatan kristal inilah yang menjadi batu dan menyumbat saluran kemih.

Makanan kucing murah bikin FLUTD, benarkah?
Tidak ada jawaban pasti soal ini, tetapi memang biasanya harga makanan kucing sebanding dengan kualitasnya. Makanan yang terlalu murah dan tidak jelas asal-usulnya memang patut diwaspadai, tetapi tidak semua makanan murah itu jelek. Bagaimanapun murah atau mahal itu relatif, jadi makanan kucing yang bagus adalah yang sesuai dengan kemampuan pemilik.

Namun, ada kemungkinan penjelasan kenapa makanan murah sering menyebabkan kencing batu. Salah satu penentu kualitas makanan adalah kecernaan, yaitu seberapa banyak makanan yang bisa dicerna di usus. Makanan yang bagus tentu kecernaannya tinggi: nutrisinya banyak yang diserap, sedikit yang dibuang jadi kotoran. Sebaliknya, nutrisi makanan dengan kecernaan rendah banyak yang terbuang di feses. Kucing jadi harus makan lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan kalorinya. Semakin banyak kucing makan, semakin banyak mineral pembentuk batu kencing yang termakan. Ini meningkatkan terjadinya urolithiasis.

Selain itu, makanan yang kecernaannya akan banyak tertinggal, tidak terserap di usus halus, dan malah masuk ke usus besar. Di usus besar, makanan ini menarik lebih banyak air ke usus, untuk dibuang bersama kotoran. Jadi, lebih banyak air keluar lewat kotoran, sementara air yang keluar lewat urin makin sedikit. Urin pun jadi makin pekat dan memudahkan terbentuknya batu.

Apakah makanan dengan Magnesium tinggi (lebih dari 0,09%) bikin kencing batu?
Belum tentu! Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kenali dulu batu yang sering menyebabkan FLUTD.

Batu urolithiasis dan mineral dalam makanan
Ada dua jenis batu yang paling sering menyebabkan urolithiasis: struvite dan urolithiasis. Sejak dulu, sebenarnya struvite adalah urolithiasis yang paling sering ditemukan, tetapi beberapa tahun terakhir, kalsium oksalat menyamai, bahkan melampaui struvite.

Batu struvite. By Joel Mills – Own work, CC BY-SA 3.0
Kristal struvite di bawah mikroskop. By Joel Mills – Own work, CC BY-SA 3.0

Struvite adalah nama populer magnesium amonium fosfat (MAP). Sesuai namanya, batu ini memang terbentuk dari magnesium, amonium, dan fosfat. Di mikroskop, bentuknya kristalnya seperti peti mati, sementara batunya berbentuk bulat dengan permukaan halus. Struvite bisa dilarutkan dengan akanan. Inilah tujuan utama penggunaan makanan Urinary.

By Mikael Häggström, M.D. – Own work, CC0
By J3D3 – Own work, CC BY-SA 4.0,

Kalsium oksalat tersusun dari ion kalsium dan oksalat. Kristalnya berbentuk seperti amplop, sementara batunya memiliki tonjolan-tonjolan panjang. Batu ini tidak dapat dilarutkan dengan makanan.

Masih ada batu lain seperti batu urat dan silika, tetapi jumlahnya jauh lebih kecil daripada kedua batu di atas.

Jadi, apakah makanan dengan Magnesium tinggi (lebih dari 0,09%) bikin kencing batu?
Ini adalah oversimplifikasi. Magnesium adalah salah satu pembentuk batu struvite. Magnesium tinggi dalam makanan memang mendukung terbentuknya batu kencing; bukan cuma Magnesium, tetapi juga fosfor, mineral lain pembentuk struvite. Masalahnya, mengetahui seberapa tinggi tidak sesimpel mengetahui berapa persen magnesium dalam makanan. Kenapa?

Pertama, persentase dihitung berdasarkan berapa gram magnesium dalam 100 gram makanan. Namun, kucing makan untuk memenuhi kebutuhan kalori, bukan gram. Makanan yang tinggi kalori juga akan mengandung magnesium yang tinggi. Ini tidak masalah, karena kucing hanya akan makan sedikit, jadi magnesium yang masuk pun sedikit. Misalnya, makanan dengan Mg 0,1% dan kepadatan kalori 4500 kcal/kg sebenarnya sama saja jika dibandingkan makanan dengan Mg 0,67% dengan kepadatan kalori 3000 kcal/kg. Kucing akan makan 1,5 kali lebih banyak makanan kedua daripada pertama, jadi asupan magnesium keduanya sama saja.

Kedua, bentuk magnesium yang dipakai juga berpengaruh. Makanan kucing dengan magnesium oksida (MgO) akan berisiko membentuk struvite, tetapi magnesium klorida (MgCl2) tidak. Kok bisa? MgO membuat urin basa, sementara MgCl2 bersifat asam. Jadi, bukan cuma kandungan mineral, tetapi pH urin juga memengaruhi terbentuknya batu.

pH urin dan batu kencing
Struvite sangat mudah membentuk pada pH urin yang basa (di atas 7), sehingga banyak pet food yang diberi bahan tambahan pengasam urin. Ini memang membuat kasus urolithiasis struvite berkurang, tetapi juga menyebabkan meningkatnya kasus urolithiasis kalsium oksalat. Batu oksalat sebenarnya tidak terlalu dipengaruhi pH, tidak seperti struvite, tapi tetap saja, pengasaman pH gila-gilaan bisa memicu pembentukan batu kalsium oksalat.

Masalahnya, struvite masih bisa dilarutkan dengan makanan Urinary, yang biasanya membuat pH urin di bawah 6,3. Sementara itu, kalsium oksalat tidak bisa dilarutkan dengan makanan maupun obat-obatan, jadi harus dikeluarkan secara manual.

Mencegah FLUTD
Ada beberapa cara mencegah urolithiasis. Pertama, perbanyak asupan air kucing, bisa dengan pemberian wet food atau gunakan tips-tips membuat kucing rajin minum di sini. Amannya, kucing mendapat asupan air 50-60 ml per kg berat badan per hari.

Kedua, jangan biarkan kucing stress. Stress diduga adalah faktor terbesar FIC. FIC bisa ada bersamaan dengan batu kencing, dan kantung kemih yang radang akan tambah sakit jika tergores batu. Sediakan minimal satu litter box, tempat, makan, dan tempat minum untuk masing-masing kucing di rumah, dan pastikan jaraknya berjauhan, setidaknya 50 cm. Sediakan juga pengayaan lingkungan, seperti mainan berburu, cat tree, dan scratching post, agar kucing dapat mengekspresikan perilaku alaminya. Kucing betina yang tidak dikawinkan lebih baik disterilisasi agar tidak stress tiap birahi. Kucing indoor lebih rentan stress daripada kucing outdoor, tetapi kamu bisa membuat hidup kucing indoormu tetap menyenangkan dengan tips-tips di sini.

Frekuensi dan jumlah makanan kucing juga berpengaruh. Biarkan kucing makan sedikit-sedikit sepanjang hari, bukan disediakan porsi besar satu atau dua kali sehari, karena memang seperti itu perilaku makan alami kucing, sehingga kucing stress karena perilaku alaminya tidak tersalurkan. Selain itu, frekuensi makan seperti ini membuat pH urin kucing stabil dan tetap asam untuk mencegah pembentukan batu struvite. Sebaliknya, kucing yang diberi makan porsi besar sering mengalami urin yang basa setelah makan. Ini bukan berarti memberi kucing makan terus-terusan tanpa dibatasi. Porsi makan harian kucing tetap harus diukur, dan kucing yang kelebihan berat badan harus dikurangi beratnya hingga ideal, karena obesitas juga meningkatkan risiko gangguan saluran kemih.

Makanan untuk mencegah FLUTD?
Untuk mencegah FLUTD, tips mencari makanan sederhana saja. Cari makanan yang mengikuti panduan WSAVA. Selingi juga dengan pemberian wet food. Makanan yang berkualitas memang biasa lebih mahal, tetapi tidak semua makanan mahal memang bagus. Tetap pantau konsumsi air, karena makanan sebagus apa pun tidak menjanjikan nol risiko.

Ada beberapa makanan yang mengklaim mencegah pembentukan batu dan menjaga kesehatan saluran kemih. Ini berbeda dengan makanan untuk melarutkan batu; makanan-makanan ini bukan vet diet. Tidak semua makanan yang mengklaim begitu memang bisa mencegah FLUTD. Sebaiknya, cari tahu reputasi perusahaan dan tanyakan atas dasar apa klaim tersebut dibuat? Seharusnya, ada penelitian menggunakan produk tersebut yang memang membuktikan makanan tersebut bisa mencegah FLUTD.

Kucing dengan risiko urolithiasis tinggi: indoor, aktivitas sedikit, ras Persia dan Himalaya, jantan, pernah mengalami FLUTD, sudah disteril, sebaiknya menggunakan makanan dengan klaim mencegah gangguan seluran kemih (yang beneran, bukan asal klaim).

Bagaimana dengan makanan terapi/Vet Diet Urinary?
Vet diet Urinary yang paling sering ditemui di Indonesia adalah Royal Canin Urinary S/O dan Hill’s Prescription Diet Urinary Care c/d, walaupun mulai ada beberapa merk-merk lain. Makanan ini didesain untuk melarutkan batu struvite yang (dalam rata-rata 30 hari, tetapi bisa sangat bervariasi), bukan mencegah pembentukan batu. Jadi, makanan ini hanya boleh digunakan untuk kucing sakit dengan rekomendasi dokter hewan, itu pun biasanya tidak untuk jangka panjang.


Beberapa strategi yang sering digunakan diet ini, tergantung masing-masing merk:

  • Rendah mineral pembentuk kristal: magnesium, fosfor, kalsium, sehingga urin tidak menjadi pekat oleh kristal.
  • Tinggi natrium (garam) karena dapat memicu rasa haus untuk merangsang kucing rajin minum.
  • Tinggi antioksidan untuk meringankan kerusakan saluran kemih.
  • Mengatur pH urin agar agak asam (pH 6,2-6,4) untuk melarutkan struvite, tetapi tidak terlalu asam agar batu kalsium oksalat tidak membentuk.
  • Menggunakan bahan-bahan, khususnya protein, berkualitas tinggi. Protein kualitas rendah dan tinggi asam amino hidroksiprolin (dari jaringan ikat seperti trakhea hewan) meningkatkan risiko terbentuknya kalsium oksalat.

    Tidak semua kucing FLUTD perlu diberi vet diet Urinary. Royal Canin Urinary S/O kering tidak dianjurkan Kucing dengan FIC. Mereka sebaiknya diberi makanan yang basah dan diberi modifikasi lingkungan untuk mengurangi stress. Kucing dengan batu kalsium oksalat tetap harus diberi tindakan untuk mengeluarkan batu, walaupun makanan Urinary dapat mengurangi risiko pembentukan lebih lanjut. Beberapa kucing justru tidak boleh diberikan vet diet Urinary tertentu. Kucing dengan gangguan ginjal dan jantung tidak disarankan mengonsumsi makanan tinggi natrium, sementara beberapa makanan didesain Urinary tinggi natrium. Kucing dengan gangguan ginjal dan urolithiasis oksalat, misalnya, lebih disarankan mengonsumsi makanan terapi untuk ginjal. Karena itu, tidak disarankan untuk menggunakan vet diet tanpa arahan dokter hewan.

Referensi

Buffington, C. A., Chew, D. J., Kendall, M. S., Scrivani, P. V, Thompson, S. B., Blaisdell, J. L., & Woodworth, B. E. (1997). Clinical evaluation of cats with nonobstructive urinary tract diseases. Journal of the American Veterinary Medical Association, 210(1), 46–50.

Carciofi, A. C., Bazolli, R. S., Zanni, A., Kihara, L. R. L., & Prada, F. (2005). Influência do teor de água e da digestibilidade de alimentos industrializados sobre o balanço hídrico de gatas. Brazilian Journal of Veterinary Research and Animal Science, 42(6), 429. https://doi.org/10.11606/issn.1678-4456.bjvras.2005.26401

Defauw, P. A. M., Van de Maele, I., Duchateau, L., Polis, I. E., Saunders, J. H., & Daminet, S. (2011). Risk factors and clinical presentation of cats with feline idiopathic cystitis. Journal of Feline Medicine and Surgery, 13(12), 967–975. https://doi.org/10.1016/j.jfms.2011.08.001

Dijcker, J. C., Plantinga, E. A., Van Baal, J., & Hendriks, W. H. (2011). Influence of nutrition on feline calcium oxalate urolithiasis with emphasis on endogenous oxalate synthesis. Nutrition Research Reviews, 24(1), 96–110. https://doi.org/10.1017/S0954422410000351

Forrester, S. D., Kruger, J. M., & Allen, T. (2010). Feline Lower Urinary Tract Diseases. In M. S. Hand, C. D. Thatcher, R. L. Remillard, P. Roudebush, B. J. Novtony, & L. D. Lewis (Eds.), Small Animal Clinical Nutrition, 5th Edition. Topeka, KS: Mark Morris Institute.

Houston, D. M., & Elliott, D. (2006). Nutritional management of feline lower urinary tract disorders. In P. Pibot, V. Biourge, & D. Elliott (Eds.), Encyclopedia of Feline Clinical Nutrition. Royal Canin.

Kopecny, L., Palm, C. A., Segev, G., Larsen, J. A., & Westropp, J. L. (2021). Urolithiasis in cats: Evaluation of trends in urolith composition and risk factors (2005-2018). Journal of Veterinary Internal Medicine, 35(3), 1397–1405. https://doi.org/10.1111/jvim.16121

Nururrozi, A., Yanuartono, Y., Sivananthan, P., & Indarjulianto, S. (2020). Evaluation of lower urinary tract disease in the Yogyakarta cat population, Indonesia. Veterinary World, 13(6), 1182–1186. https://doi.org/10.14202/vetworld.2020.1182-1186

Paßlack, N., Burmeier, H., Brenten, T., Neumann, K., & Zentek, J. (2014). Relevance of dietary protein concentration and quality as risk factors for the formation of calcium oxalate stones in cats. Journal of Nutritional Science, 3, 1–10. https://doi.org/10.1017/jns.2014.13

Queau, Y., Bijsmans, E. S., Feugier, A., & Biourge, V. C. (2020). Increasing dietary sodium chloride promotes urine dilution and decreases struvite and calcium oxalate relative supersaturation in healthy dogs and cats. Journal of Animal Physiology and Animal Nutrition, 104(5), 1524–1530. https://doi.org/10.1111/jpn.13329

Villaverde, C. (2019). How I approach urolithiasis and specific gravity in cats. Veterinary Focus, 29(2).

Zentek, J., & Schulz, A. (2004). Urinary Composition of Cats Is Affected by the Source of Dietary Protein. J Nutr, (134), 2162-2165S.

2 thoughts on “Makanan Murah dan Magnesium Bikin FLUTD? Hubungan Nutrisi dan Kesehatan Saluran Kemih

  1. Salam sejahtera,
    Dear admin, mudah mudahan saya mendapatkan jawaban.
    Jadi setelah saya baca beberapa artikel mengenai jangan langsung telan informasi yg bertebaran di internet, saya jadi waswas mengenai informasi dryfood kucing yg disarankan dan tidak disarankan. Apakah informasi tersebut valid, contoh yg paling sering adalah informasi mengenai tidak disarankan dryfood merek bolt.
    Pertanyaan kedua mengenai kondisi kemampuan finansial pribadi saya yang terbilang mampunya membeli makanan dengan range harga 20ribu sampai maksimal 30ribu. Dengan track sebelumnya pernah menggunakan oricat, beauty, felibite dan beberapa bulan ini menggunakan cat choize. Masuk ke pertanyaan, apakah cat choize mampu memenuhi nutrisi kucing? Serta apakah memiliki efek jangka panjang? Terimakasih atas perhatiannya. Salam.

    Like

    1. Salam,
      Saya tidak sarankan untuk percaya kalau dibilang ada list pet food yang “aman” dan “tidak aman” karena tidak didukung data. Lebih bahaya kalau yang dibilang aman ternyata tidak aman. Tapi memang secara umum ada harga ada kualitas ya. Kalo dry food yang terlalu murah pantas dipertanyakan kualitasnya.

      Untuk pertanyaan kedua, kalau merk tersebut mengaku nutrisi makanannya “complete” atau “complete and balanced”, maka jawaban seharusnya iya, dan kalau iya seharusnya aman digunakan jangka panjang. Tetapi saya prefer makanan yang complete and balanced DAN sudah melakukan feeding trial selama 6 bulan (sesuai protokol AAFCO), bukan sekadar diformulasi lalu dipasarkan.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s