Asam amino adalah bahan baku penyusun protein. Kita tahu bahwa anjing dan kucing butuh protein yang cukup banyak, lebih banyak dari manusia. Namun, sesungguhnya yang mereka butuhkan adalah asam amino yang menyusun protein, bukan protein itu sendiri.

Ada dua puluhan asam amino dalam tubuh hewan, tetapi anjing hanya butuh 10 jenis asam amino dalam makanannya, sementara kucing butuh 11; satunya adalah taurin. Asam amino yang harus ada dalam makanan ini disebut asam amino esensial. Jumlah yang dibutuhkan berbeda untuk masing-masing asam amino, tetapi semua asam amino harus ada dalam jumlah yang dibutuhkan. Kekurangan satu asam amino saja bisa berimbas pada asam amino lainnya.

Ilustrasi Liebig Barrel. Asam amino dengan papan terpendek disebut asam amino pembatas.

Mengapa demikian? Asam amino diperlukan dalam untuk membuat protein. Protein lah yang membentuk otot, organ, hormon, antibodi, enzim di tubuh. Bayangkan protein ini adalah kue, dan asam amino adalah bahan-bahan pembuatnya: tepung, gula, telur, mentega. Anggaplah resep 1 loyang kue membutuhkan 1 kg tepung, 500 gram gula, 4 butir telur, dan 500 gram mentega. Jika kita punya hanya punya 2 butir telur, berapa loyang kue yang bisa kita buat? Setengah. Walaupun kita punya 2 kg tepung atau 1 kg gula, kita cuma bisa membuat setengah loyang karena dibatasi jumlah telur. Telur adalah bahan pembatas dalam membuat kue.

Asam amino juga demikian. Jika ada satu asam amino yang jumlahnya kurang dari kebutuhan, sintesis protein akan terganggu, walau asam amino lainnya ada dalam jumlah yang cukup, bahkan berlebih. Karena itu, makanan yang baik harus mengandung semua asam amino esensial dalam jumlah yang cukup. Makanan seperti ini kita sebut protein berkualitas baik, sementara yang proteinnya tidak lengkap kita sebut sumber protein yang buruk. Umumnya, protein dari hewan berkualitas baik karena memiliki profil asam amino yang lengkap dibandingkan tumbuhan.

Tiap asam amino punya fungsi masing-masing dalam tubuh. Apa saja?

Lisin
Lisin diperlukan dalam sintesis semua protein di tubuh, tetapi secara khusus dalam pembentukan kolagen, jaringan ikat yang tersebar di seluruh tubuh. Jadi, kekurangan lisin akan mengganggu pertumbuhan. Lisin juga berfungsi dalam penyerapan beberapa mineral dan sintesis karnitin, senyawa yang dibutuhkan dalam pembakaran lemak. Pet food biasanya mengalami reaksi Mailard, reaksi yang melibatkan protein dan gula untuk menghasilkan warna kecoklatan dan aroma yang khas. Namun, protein yang terlibat dalam reaksi Mailard akan jadi tidak bisa digunakan oleh tubuh. Lisin adalah asam amino yang paling sering jadi korban, jadi jumlahnya harus lebih banyak dari yang dibutuhkan.

Tanpa lisin, jaringan tidak dapat membentuk sempurna.

Lisin bisa ditemukan dalam daging dan kacang-kacangan, tetapi sedikit di serealia (grain), seperti jagung. Kalau kamu punya kucing, kemungkinan kamu sudah pernah liat lisin dijual sebagai suplemen di pet shop atau online shop. Kucingmu tidak perlu lisin, jadi kamu tidak perlu membelinya. Lebih baik uangnya untuk beli makanan yang bagus atau keperluan lain.

Arginin
Seperti lisin, arginin memiliki fungsi sebagai penyusun protein tubuh, tetapi berperan paling penting dalam metabolisme protein. Pada kucing, sebagian dari protein yang dimakan akan diubah menjadi glukosa untuk energi. Dalam proses ini, rantai utama dan rantai asam amino akan dipecah. Gugus amino yang mengandung nitrogen akan dilepaskan untuk dibuang. Pembuangan ini melewati proses yang dikenal sebagai siklus urea. Protein awalnya akan diubah menjadi amonia. Amonia adalah zat yang beracun untuk tubuh, sehingga harus diubah dulu menjadi urea, lalu dibuang melalui urin.

Siklus urea yang melibatkan arginin. Pons, A, Bescós, R, Sureda, A, Tur, JA. (2017). Metabolic Precursors of l-Arginine Supplementation in Sports: A Focus on l-Citrulline and l-Ornithine. 10.1007/978-3-319-26009-9_24.

Untuk mengubah amonia menjadi urea, dibutuhkan arginin. Karena itu, arginin harus ada setiap kali kucing dan anjing makan protein. Kucing yang makan protein tanpa arginin bisa mengalami hiperamonemia, kelebihan amonia dalam darah. Ini ditandai dengan muntah, tremor, air liur berlebih, bahkan bisa mengakibatkan kematian dalam 3 jam!

Fenilalanin (dan Tirosin, nonesensial)
Fenilalanin dan tirosin adalah asam amino aromatik — artinya rantainya berbentuk lingkaran. Tirosin disebut nonesensial karena bisa diproduksi dari fenilalanin, tetapi sebaiknya tirosin tetap ada dalam makanan agar fenilalanin bisa dihemat untuk fungsi lainnya.

Fungsi keduanya yang paling dikenal adalah sebagai bahan baku pigmen melanin, zat yang memberi warna kulit dan rambut. Kekurangan fenilalanin dan tirosin bisa menyebabkan warna rambut yang kurang bagus, misalnya rambut hitam jadi kemerahan. Selain itu, fenilalanin juga berperan dalam sintesis hormon tiroid, hormon yang berperan dalam metabolisme, sementara tirosin diperlukan untuk membuat neurotransmiter dopamin, epinefrin, dan epinefrin, yang diperlukan untuk fungsi otak.

Triptofan
Salah satu asam amino aromatik juga, triptofan adalah bahan baku pembuatan serotonin, hormon yang sering dikaitkan dengan rasa senang, dan melatonin, hormon yang mengatur siklus bangun dan tidur. Triptofan juga bisa digunakan untuk membuat vitamin B3 (niasin), tetapi hanya anjing yang bisa melakukan ini. Kucing bisa juga, sih, tapi triptofan yang masuk ke tubuh mereka lebih banyak dialihkan untuk fungsi lain, jadi mereka harus mendapat vitamin B3 lebih banyak dari makanan. Triptofan bisa diapat dari ayam, ikan, dan kacang kedelai.

Threonin
Threonin adalah prekursor piruvat, salah satu komponen penting dalam produksi energi. Selain itu, threonin digunakan untuk memproduksi serin, asam amino yang diperlukan untuk produksi lendir di saluran pencernaan. Kekurangan threonin dapat membuat hewan tidak nafsu makan dan mengalami gangguan saraf. Threonin bisa didapat dari sumber daging-dagingan.

Metionin (dan Sistein, nonesensial)
Metionin dan sistein adalah asam amino yang mengandung sulfur atau belerang. Sistein disebut nonesensial karena bisa tubuh hewan bisa memproduksinya dari metionin. Tubuh anjing bisa membuat taurin yang cukup dari metionin dan sistein, tetapi kucing tidak bisa, sehingga taurin menjadi asam amino esensial untuk kucing.

Fungsi utama metionin dan sistein adalah pembentukan rambut. Karena itu, kalau kamu bakar rambut, akan tercium bau belerang dari metionin dan sistein. Rambut yang kekurangan asam amino ini akan rapuh, kering, dan sulit tumbuh. Metionin juga diperlukan dalam sintesis l-karnitin, bersama dengan lisin. Metionin dan sistein banyak ditemukan di daging, ikan, dan telur. Berkebalikan dari lisin, metionin justru banyak ditemukan di serealia, tetapi sedikit pada kacang-kacangan.

Pada kasus dilated cardiomyopathy (DCM) anjing yang disebabkan makanan, kekurangan metionin atau rasio metionin:sistein yang rendah dicurigai sebagai salah satu penyebab. Ini berkaitan dengan sintesis taurin dan l-karnitin yang memerlukan metionin.

Histidin
Histidin memiliki fungsi struktural, seperti lisin, tetapi histidin juga merupakan bahan baku histamin. Histamin adalah senyawa yang ada pada sel imun tertentu. Jika sel imun bertemu dengan benda penyebab alergi, senyawa inilah yang menyebabkan reaksi alergi pada hewan. Pada ikan yang tidak segar, seringkali histidinnya sudah berubah menjadi histamin. Hewan yang makan ikan ini juga akan mengalami reaksi alergi seperti pusing, gatal-gatal, dan kulit kemerahan. Jika kekurangan histidin, hewan bisa tidak nafsu makan, bahkan dalam jangka panjang bisa mengalami katarak.

Leusin, Isoleusin, Valin (asam amino bercabang)
Ketiga asam amino dengan struktur mirip ini berperan penting dalam pembentukan massa otot dan mencegah pemecahan protein otot. Namun, fungsi ini akan berkurang seiring bertambah tuanya hewan. Karena fungsi utamanya berada di otot, sumber utamanya dalam makanan kucing dan anjing juga dari otot atau daging hewan.

Taurin
Taurin adalah asam amino sulfur yang hanya bisa ditemukan di daging. Anjing bisa membuat taurin sendiri dari metionin dan sistein, asam amino sulfur lainnya, sementara kucing tidak. Inilah salah satu alasan kucing adalah karnivora obligat — harus makan daging. Menariknya, taurin hanya tersedia dalam bentuk asam amino bebas, bukan terikat dengan asam amino lain sebagai protein. Karena itu, taurin mudah sekali lepas dari daging bila dimasak dalam air (misal direbus). Jadi, daging yang sudah direbus biasa kandungan taurinnya rendah. Tidak semua daging juga memiliki taurin yang cukup. Kelinci, misalnya, kandungan taurinnya jauh di bawah kebutuhan kucing walau diberikan utuh bersama tulang, organ, dan kulitnya.

Taurin berfungsi dalam kontraksi otot. Karena itu, jantung, yang selalu berkontraksi, memiliki kandungan taurin paling tinggi. Selain itu, taurin diperlukan untuk fungsi penglihatan dan reproduksi. Pada kucing dan anjing, taurin punya fungsi khusus, yaitu sebagai bahan produksi asam empedu. Hewan lain bisa menggunakan asam amino lain, glisin, tetapi kucing dan anjing hanya bisa menggunakan taurin.

Taurin pertama kali diketahui kepentingannya ketika ada kucing-kucing yang menderita gangguan jantung dilated cardiomyopathy (DCM). Saat itu, banyak makanan hewan tidak mengandung taurin yang cukup. Selain jantung, kekurangan taurin juga akan mengganggu penglihatan, fungsi reproduksi, dan sistem imun.

Walau anjing tidak butuh taurin dalam makanan, ada juga kasus DCM karena kekurangan taurin pada anjing. Kekurangan taurin adalah salah satu dugaan penyebab DCM pada anjing yang diberi makan makanan grain free, sehingga banyak perusahaan menambahkan taurin ke dalam makanannya.

Selain asam-asam amino di atas, masih ada asam amino lain dalam tubuh anjing dan kucing, seperti serin, glutamat, felinine, prolin, dan lainnya. Namun, asam-asam amino tersebut bukan asam amino esensial, karena tubuh kucing dan anjing bisa menghasilkannya sendiri. Meski begitu, tetap baik jika asam-asam amino nonesensial ada dalam makanan. Bahan bakunya, yakni asam amino esensial, jadi bisa dihebat untuk fungsi lain.

Referensi
1.        Gross KL, Yamka RM, Khoo C, Friesen KG, Jewell DE, Schoenherr WD, et al. Macronutrients. In: Hand MS, Thatcher CD, Remillard RL, Roudebush P, Novtony BJ, Lewis LD, editors. Small Animal Clinical Nutrition, 5th Edition. 5th ed. Topeka: Mark Morris Institute; 2010. p. 48–104.

2.        Grandjean D, Merrill R, Buckley C, Morris P, Charlton C, Stevenson A. WALTHAM® pocket book of Essential Nutrition for Cats and Dogs [Internet]. Mars, Inc. Waltham; 2009. p. 64. Available from: http://www.waltham.com/dyn/_assets/_pdfs/waltham-booklets/Essentialcatanddognutritionbookletelectronicversion.pdf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s