Sebelumnya, saya pernah membahas bagaimana tidak bergunanya suplemen penambah imun yang berbahan dasar antibodi, karena prinsip kerjanya bertentangan dengan imunologi dasar. Namun, ada beberapa produk makanan hewan ternama yang mengandung antibodi. Apakah makanan-makanan ini juga tidak berguna, sama seperti suplemen antibodi?

Royal Canin Puppy Protech
Anjing keluarga jauh saya pernah bunting, tetapi saat tiba waktunya melahirkan, ada bayi terlalu besar sehingga sulit keluar. Saat itu, tidak ada dokter hewan yang bersedia menangani (anjing keluarga saya rasnya Akita, cukup besar), dan pemiliknya juga bingung harus apa selain pasrah. Akhirnya, sang induk mati kelelahan. Anak-anak yang berhasil lahir juga tidak bisa bertahan lama.

Kenapa anak anjing (kucing juga, sih) tanpa induk mudah sekali mati? Yang pertama, mereka tidak mendapat nutrisi yang dibutuhkan dari air susu induknya. Ketika diasuh manusia pun, mereka tidak selalu mendapat nutrisi yang sesuai, misalnya malah dikasih susu kambing atau susu formula bayi manusia. Risiko kematian karena kekurangan nutrisi bisa diperkecil dengan memberi susu formula khusus anjing (puppy milk replacer), tetapi masih ada komponen lain dari air susu induk anjing asli, yang tidak ada dalam susu formula: kolostrum.

Kolostrum adalah susu pertama yang keluar setelah anjing melahirkan. Warnanya kekuningan, tinggi protein, dan mengandung antibodi dari induk anjing. Saat baru lahir, sistem imun anak anjing masih bego, belum kenal musuh dari dunia luar, jadi sangat rentan diserang bakteri dan virus penyebab penyakit. Kolostrum adalah cara induk anjing melindungi anaknya sebelum bisa divaksin. Antibodi yang ada dalam kolostrum tentu mengikuti antibodi di tubuh induk anjing. Misalnya, induk anjing yang sudah punya antibodi dari vaksinasi parvovirus, distemper, dan adenovirus akan mengandung antibodi terhadap virus-virus tersebut. Dengan demikian, anak anjing yang mengonsumsi kolostrum akan terlindung selama beberapa minggu. Sayangnya, kolostrum hanya bisa diserap kurang dari 16 jam setelah lahir, sebelum sel-sel di usus akan menutup dan tidak bisa ditembus antibodi.

Anak anjing yang tidak segera mendapat air susu induknya setelah lahir akan jadi mangsa empuk bakteri dan virus, makanya mereka mudah sekali mati. Untuk mengurangi kasus semacam ini, Royal Canin membuat produk Puppy Protech. Puppy Protech adalah puppy milk replacer biasa, tetapi juga bisa jadi “kolostrum buatan”, karena mengandung antibodi terhadap parvovirus dan bakteri E. coli, dua penyebab kematian tertinggi pada bayi anjing. Antibodi ini dibuat dari IgY, antibodi dalam kuning telur. Bagaimana telur bisa mengandung antibodi virus dan bakteri anjing? Ayam yang menghasilkan telur tersebut sebelumnya sudah divaksinasi parvovirus dan E. coli, jadi mereka punya antibodi, yang kemudian diturunkan ke dalam telurnya.

Berbeda dengan suplemen antibodi ini, prinsip kerja Puppy Protech sejalan dengan prinsip ilmiah. Antibodi masih bisa diserap ke dalam saluran darah dalam jam-jam pertama setelah kelahiran, jadi antibodi dalam Puppy Protech benar-benar bisa membantu sistem kekebalan anak anjing jika diberikan segera. Selain itu, antibodi dalam Puppy Protech bersifat spesifik menyerang dua penyebab gangguan pencernaan terbesar pada anak anjing, parvovirus dan E. coli. Dengan begitu, antibodi yang tidak diserap pun bisa bekerja melindungi usus terhadap (dan hanya terhadap) kedua virus dan bakteri tersebut. Dalam dua penelitian, anjing yang diberi IgY parvovirus dan E. coli tumbuh lebih cepat dan memiliki populasi mikrobiota usus yang lebih beragam. Meski begitu, belum ada penelitian yang memastikan anak anjing yang mengonsumsi Puppy Protech akan lebih kebal terhadap penyakit dibanding yang tidak.

Purina Pro Plan LiveClear
Purina Pro Plan LiveClear adalah makanan lain yang mengandung antibodi IgY. Berbeda dengan Puppy Protech, LiveClear adalah makanan hewan dewasa, tetapi tidak bekerja pada sistem imun kucing, jadi memang antibodinya tidak perlu diserap di usus. Fungsi makanan ini lebih untuk manusia, pemilik kucingnya, dibanding kucing itu sendiri

Beberapa orang tidak bisa memelihara kucing karena alergi kucing, entah gatal-gatal atau bengek kalau bertemu kucing. Kalau begini, biasa, bulu kucing yang dikambinghitamkan, sampai muncul anggapan kucing rambut pendek atau botak sekalian (kucing Sphynx, contohnya) lebih cocok untuk penderita alergi kucing. Padahal, yang membuat alergi itu bukan bulu, tetapi air liur kucing. Di air liur kucing (dan sebagian kelenjar minyak kulit juga), ada protein bernama Fel d1, yang akan menyebabkan reaksi alergi kalau kontak dengan orang yang alergi kucing. Mau kucing rambut pendek maupun panjang, sama-sama suka grooming dengan menjilati tubuhnya, jadi bagaimanapun, Fel d1 akan sampai juga ke tubuh kucing. Cuma, rambut kucing rambut pendek tidak akan rontok sebanyak kucing rambut panjang, jadi mungkin Fel d1 yang menyebar ke lingkungan juga lebih sedikit.

Nah, di sinilah peran antibodi dalam LiveClear. Kalau antibodi Puppy Protech spesifik terhadap virus dan bakteri, antibodi IgY LiveClear justru spesifik terhadap protein Fel d1 penyebab alergi kucing. Antibodinya lagi-lagi dibuat dengan ayam yang divaksin Fel d1. Kan kucing makan antibodinya, tuh. Saat mengunyah, antibodi di mulut akan berikatan dengan protein Fel d1 di air liur kucing. Protein yang sudah terikat antibodi tidak akan bisa menyebabkan alergi lagi. Jadi, pemiliknya bisa lebih tenang dan makin mesra sama kucingnya, deh.

Menurut penelitian oleh Purina, LiveClear bisa menurunkan jumlah Fel d1 aktif di bulu kucing sebesar rata-rata 47% dalam 10 minggu. Berkurangnya kadar Fel d1 ditemukan pada 83% kucing yang diberi makan LiveClear. Pemberian LiveClear juga berhasil mengurangi jumlah alergen Fel d1 di lingkungan, tetapi apakah LiveClear benar-benar bisa mengurangi alergi pada manusia? Masih perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahuinya. Yang jelas, LiveClear tidak mungkin membuat alergi hilang sama sekali, jadi jangan berekspektasi terlalu tinggi.

Penutup
Jika digunakan dengan tepat, antibodi bisa punya tempat dalam nutrisi hewan. Namun, proses menggunakan antibodi dalam produk tidak semudah memasukkan antibodi dan mengklaim produk tersebut bisa meningkatkan sistem imun, hanya karena ada antibodi. Penggunaan antibodi dalam makanan juga harus patuh pada prinsip ilmiah yang sudah ada. Tidak hanya itu, klaim-klaimnya pun harus dievaluasi melalui penelitian yang berkepanjangan.

Referensi
1.        Chastant-Maillard S, Aggouni C, Albaret A, Fournier A, Mila H. Canine and feline colostrum. Reprod Domest Anim. 2017;52:148–52.

2.        Mila H, Grellet A, Mariani C, Feugier A, Guard B, Suchodolski J, et al. Natural and artificial hyperimmune solutions: Impact on health in puppies. Reprod Domest Anim. 2017;52:163–9.

3.        Chastant S, Mila H. Passive immune transfer in puppies. Anim Reprod Sci. 2019;207:162–70.

4.        Satyaraj E, Wedner HJ, Bousquet J. Keep the cat, change the care pathway: A transformational approach to managing Fel d 1, the major cat allergen. Allergy Eur J Allergy Clin Immunol. 2019;74(S107):5–17.

5.        Satyaraj E, Li Q, Sun P, Sherrill S. Anti-Fel d1 immunoglobulin Y antibody-containing egg ingredient lowers allergen levels in cat saliva. J Feline Med Surg. 2019;21(10):875–81.

6.        Wedner HJ, Mantia T, Satyaraj E, Gardner C, Al-hammadi N, Sherrill S. Feeding cats egg product with polyclonalanti- Fel d1 antibodies decreases environmental Fel d1 and allergic response: A proof of concept study. J Allergy Infect Dis. 2021;2(1):1–8.

7.        Satyaraj E, Gardner C, Filipi I, Cramer K, Sherrill S. Reduction of active Fel d1 from cats using an antiFel d1 egg IgY antibody. Immun Inflamm Dis. 2019;7(2):68–73.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s