Susah kencing atau FLUTD adalah salah satu penyakit langganan kucing Indonesia. Dalam beberapa kasus, FLUTD bisa sembuh hanya dengan terapi makanan yang bisa melarutkan batu di saluran kemih. Selama mengonsumsi makanan khusus, seringkali kucing yang menderita FLUTD juga diberi suplemen glukosamin atau glikosaminoglikan (GAG) untuk mempercepat persembuhan. Glukosamin mungkin lebih familiar sebagai suplemen sendi, tetapi mulai banyak juga digunakan untuk saluran kemih. Suplemen ini tidak murah; salah satu merk suplemen GAG untuk kucing FLUTD harganya harganya di atas 10 ribu rupiah per kapsul. Karena itu, penting untuk tahu apakah suplemen ini benar-benar bermanfaat.

Mekanisme biologis
Glikosaminoglikan (GAG) adalah lapisan yang melindungi dinding kantung kemih dari urin yang bersifat iritan. Pada kasus peradangan kantung kemih, baik karena ada batu di kantung kemih (urolithiasis) atau tanpa sebab (biasanya stres), lapisan GAG ini tidak normal; bisa berkurang jumlahnya atau kualitasnya. Dinding kantung kemih jadi tidak terlindungi, langsung berkontak dengan urin sehingga mengalami iritasi dan radang yang menyakitkan (1).

Hipotesis mekanisme sistitis idiopatik (peradangan kantung kemih tanpa sebab) pada kucing. Sumber: Encyclopledia of feline clinical nutrition, 2006

Berdasarkan mekanisme ini, muncul ide untuk menyembuhkan radang kantung kemih dengan mengembalikan lapisan GAG. Salah satunya dilakukan dengan suplemen makanan yang mengandung GAG, tetapi apakah ini berhasil?

Penelitian suplemen GAG
Ada beberapa penelitian pada manusia, tetapi saya akan fokus pada penelitian suplemen GAG pada kesehatan sistem kemih kucing, yang ternyata hanya ada tiga.

Dalam penelitian pertama (2), 40 kucing dengan radang kantung kemih dibagi acak ke dalam 2 kelompok: satu kelompok diberi suplemen n-asetil glukosamin (NAG) sebanyak 125 mg per hari, sementara kelompok satunya hanya diberi plasebo atau kapsul kosong. NAG adalah bahan pembuatan GAG. Kedua kelompok membaik, tetapi tidak ada perbedaan nyata gejala klinis atau lama penyakit antara kedua kelompok berdasarkan penilaian pemilik kucing. Namun, ada 4 kucing yang tidak bisa lepas dari pengobatan NAG, karena pasti akan kambuh. Jadi, ada kemungkinan suplemen NAG hanya bekerja pada kucing tertentu. Pada penelitian ini, mayoritas kucing awalnya dominan makan makanan kering, tetapi berubah menjadi dominan makanan basah di akhir penelitian. Perubahan ini mungkin menjadi faktor penting dalam membaiknya kucing-kucing tersebut.

Selanjutnya, penelitian lain menggunakan sediaan berbeda, yakni pentosan polisulfat (PPS), yang sama-sama diharapkan mampu menggantikan lapisan GAG pada kantung kemih (3). Terdapat 4 dosis PPS yang digunakan, yaitu 0 (plasebo), 2, 8, dan 16 mg/kg, diberikan dua kali sehari selama 26 minggu. Tidak ada perbedaan gejala klinis maupun penampilan dinding kantung kemih yang dilihat dengan sistoskopi pada kelompok plasebo maupun yang diberi PPS.

Penelitian paling baru juga menggunakan n-asetil glukosamin (NAG), tetapi dosisnya 250 mg per hari – 2 kali lipat penelitian pertama (4). Sebanyak 19 kucing yang didiagnosis menderita radang kantung kemih dibagi menjadi 2 kelompok, yang mendapat suplemen NAG atau plasebo selama 28 hari. Kucing yang diberi suplemen NAG memiliki kadar NAG darah lebih tinggi dari kucing plasebo, menandakan NAG dapat diserap dan diedarkan melalui darah, tetapi perbedaan antarkelompok ini tidak selalu tampak pada setiap pengamatan. Kadar GAG dalam urin selalu lebih tinggi pada kelompok yang diberi NAG, baik sebelum maupun sesudah diberi NAG, tetapi hanya berbeda nyata pada satu titik waktu: hari ke-14. Penelitian ini mungkin mendukung plausibilitas biologis: bahwa suplemen NAG dapat mencapai darah dan kantung kemih. Namun, penelitian ini tidak membuktikan bahwa suplementasi NAG membawa manfaat klinis bagi kucing dengan radang kantung kemih.

Selain penelitian di atas, beberapa penelitian menyelidiki pemberian GAG melalui suntikan bawah kulit (5) dan langsung ke kantung kemih melalui kateter (6,7), tetapi hasilnya juga tidak menjanjikan. Saya tidak akan bahas lebih detail karena sediaan GAG tersebut bukan berupa suplemen makanan.

Simpulan
Pemberian suplemen glukosamin/glikosaminoglikan dalam kasus peradangan kantung kemih tampaknya aman-aman saja, tetapi mungkin tidak akan membantu. Setelah mengetahui ini, kalau kamu mau coba-coba silakan saja, tetapi jangan berharap banyak. Di sisi lain, kamu tidak perlu terlalu sedih atau khawatir kalau tidak bisa mendapat atau membeli suplemen ini. Saya dengar dari salah satu pemilik kucing, stoknya sering habis dan harganya jadi naik gara-gara banyak pemilik kucing FLUTD yang memborongnya di e-commerce.

Referensi
1.        Buffington CAT. Idiopathic cystitis in domestic cats-beyond the lower urinary tract. J Vet Intern Med. 2011;25(4):784–96.

2.        Gunn-Moore DA, Shenoy CM. Oral glucosamine and the management of feline idiopathic cystitis. J Feline Med Surg. 2004;6(4):219–25.

3.        Chew DJ, Bartges JW, Adams LG, Kruger JM, Buffington CA. Randomized, placebo-controlled clinical trial of pentosan polysulfate sodium for treatment of feline interstitial (idiopathic) cystitis (abstract). In: ACVIM. 2009.

4.        Panchaphanpong J, Asawakarn T, Pusoonthornthum R. Effects of oral administration of N-acetyl-dglucosamine on plasma and urine concentrations of glycosaminoglycans in cats with idiopathic cystitis. Am J Vet Res. 2011;72(6):843–50.

5.        Wallius BM, Tidholm AE. Use of pentosan polysulphate in cats with idiopathic, non-obstructive lower urinary tract disease: a double-blind, randomised, placebo-controlled trial. J Feline Med Surg [Internet]. 2009;11(6):409–12. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.jfms.2008.09.003

6.        Bradley AM, Lappin MR. Intravesical glycosaminoglycans for obstructive feline idiopathic cystitis: A pilot study. J Feline Med Surg. 2014;16(6):504–6.

7.        Delille M, Fröhlich L, Müller RS, Hartmann K, Dorsch R. Efficacy of intravesical pentosan polysulfate sodium in cats with obstructive feline idiopathic cystitis. J Feline Med Surg. 2015;18(6):492–500.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s