Beberapa kucing senang memburu hewan yang lebih kecil (atau mengambil makanan tetangga) lalu membawanya pulang ke kaki pemiliknya. Kemudian, pemiliknya bisa jadi terkejut, jijik, atau malah bangga karena kucingnya bisa “mencari nafkah” atau “membawa hadiah” untuk pemiliknya. Sayangnya, mereka tidak membawa pulang hadiah karena peduli pada pemiliknya. Mereka tidak peduli sama sekali.

Mengapa kucing berburu?
Nenek moyang kucing adalah pemburu soliter. Berbeda dengan anjing, insting berburu kucing tidak lepas walaupun terdomestikasi. Kucing bisa menjalin hubungan akrab dengan manusia justru karena berburu – mereka bisa makan tikus dari lumbung gandum manusia, dan manusia senang jika tikus dibasmi.

Baru di abad ke-20 dan 21 ini, kita mengenal produk makanan kucing dan konsep nutrisi lengkap dan seimbang. Kebutuhan nutrisi kucing pun mungkin baru kita pahami tahun 1970-an, dan hingga kini pengetahuan itu masih terus disempurnakan. Kucing tidak lagi dianggap pekerja pembasmi tikus, tetapi anak atau teman di rumah yang harus dimanja. Malahan, sifat berburu yang dulu dibanggakan itu sekarang dianggap mengerikan oleh pemiliknya.

Image by Surprise from Pixabay

Sayangnya, evolusi kucing sebagai spesies tidak bisa mengejar perubahan cara pemeliharaan dan pemberian makan yang begitu cepat (1). Walaupun sudah mendapat nutrisi yang lengkap dari makanan yang diberikan, mereka tidak bisa menahan nafsu untuk berburu karena berburu adalah bagian dari perilaku alami mereka. Dulu, kucing memang berburu untuk memenuhi kebutuhannya untuk makan, tetapi perilaku tersebut sudah menjadi bagian dari kekucingannya, terlepas dari butuh makan atau tidak. Setidaknya, begitu untuk sekarang.

Biar begitu, tiap kucing adalah individu yang unik, dengan kesukaan berburu masing-masing. Beberapa kucing lebih suka berburu burung; beberapa lebih suka tikus atau kadal (2). Mungkin juga, beberapa kucing suka berburu, tetapi beberapa kurang suka. Berdasarkan indikator kepribadian Feline Five (mirip Big 5 pada manusia) (3), kucing dengan skor extraversion tinggi dan neuroticism rendah mungkin lebih suka berburu (4).

Mengapa mereka membawa pulang hasil buruan?
Maaf mengecewakan, tapi mereka tidak membawakan kamu hadiah atau mencoba memberi kamu makan. Alasannya sederhana saja. Setelah berburu, beberapa kucing lebih suka makan di tempat, tetapi beberapa lebih suka membawa buruannya pulang dan makan di tempat yang familiar (yang adalah rumahnya sendiri). Setelah dibawa pulang, rencananya mereka baru mau makan nanti, tapi buruannya keburu diambil oleh pemiliknya; atau, mereka malah tergoda makanan yang lebih enak, yang disediakan pemiliknya di rumah. Jadilah tikus mati dan bau ditinggalkan untuk satu pouch makanan basah yang baru dibuka (4).

Kucing berburu, biarkan atau jangan?
Pertanyaan yang sulit. Bagaimanapun, berburu adalah perilaku alami kucing; dan kebebasan mengekspresikan perilaku alami adalah bagian dari kesejahteraan dasar kucing. Jika kita mencegahnya, sama saja melukai kesejahteraan mereka. Dan, kalau kamu berpikir seperti pemilik kucing jaman revolusi agrikultur pertama (sekitar 10 ribu tahun sebelum masehi), tentu bagus kalau kucingmu bisa jadi pembasmi hama di rumah. Tidak perlu susah-susah beli perangkap atau panggil pembasmi tikus.

Namun, perilaku alami bukan satu-satunya aspek kesejahteraan hewan yang berkaitan dengan berburu. Untuk kucing-kucing yang sudah diberi makan, berburu cuma kegiatan mainan. Mereka tidak perlu membunuh tikus atau burung yang mereka tangkap, cukup dibuat sekarat, menggelepar, lalu dimainkan. Di pusat rehabilitasi satwa di Oregon, Amerika Serikat, serangan kucing adalah alasan kedua terbanyak masuknya burung ke sana. Alasan pertamanya adalah tidak ada induk (5). Kucing juga menjadi ancaman bagi banyak spesies kelelawar terancam punah (6). Bagi pemerintah Australia, kucing liar adalah ancaman serius bagi keragaman satwa asli sana, sehingga mereka tidak segan-segan membasmi kucing (7).

Magsi/Shutterstock

Walaupun berburu adalah perilaku alami, bukan berarti membiarkan mereka adalah pilihan terbaik. Kita tidak tahu bakteri, virus, atau parasit apa yang dibawa hewan buruan mereka. Alam mendikte agar kucing (dan semua hewan, termasuk manusia) berevolusi hanya untuk beranak dan melestarikan gennya. Setelah tugas beranak selesai, kehidupan kucing tidak penting lagi bagi evolusi, jadi bertahan hidup tidak lagi penting. Jika untuk sekadar beranak, mungkin makan hasil buruan bisa mencukupi kebutuhan kucing sebelum jatuh sakit. Namun, jika kita ingin kucing hidup panjang dan sejahtera, ini bukan risiko yang perlu diambil.

Yang tidak kalah membahayakan adalah jika kucing malah memburu peliharaan orang lain: ayam, burung, atau kelinci. Orang lain tentu tidak akan terima jika peliharaan yang mereka sayangi disakiti, apalagi jika kucing yang menyelinap masuk ke area rumah orang. Selain melukai kesejahteraan hewan yang dimangsa, ini membuka peluang bagi kucing untuk disakiti – dan konflik pemilik kucing dengan tetangga.

Cara mengurangi kegiatan berburu
Yang pertama dan terpenting, jaga kucing agar tetap di dalam rumah. Jangan biarkan kucing berkeliaran tanpa diawasi. Selama ada di rumah saja, tentu kucing tidak bisa berburu karena tidak ada hewan mangsa. Namun, bagaimana dengan kebebasan kucing untuk melakukan perilaku alaminya? Ada alternatif yang lebih aman dan tidak menyakiti siapa-siapa.

Ajak kucing bermain! Bagi kucing, waktu bermain adalah waktu berburu. Mereka suka bermain dengan benda yang dianggap sebagai mangsanya (berbeda dengan anjing yang lebih suka permainan sosial). Agar pengalaman “berburu” terasa lebih realistis, gunakan mainan yang berbulu dan bergerak (1). Kucing yang diajak bermain mengurangi aktivitasnya berburu sungguhan (8). Sebagai catatan, hindari penggunaan mainan laser untuk jangka panjang. Kucing bisa merasa frutrasi karena tidak bisa menangkap “buruan”nya (9).

Tips bermain bersama kucing dari ahli perilaku kucing, Dr Mikel Delgado

Walaupun kucing berburu bukan karena lapar, kucing yang makan makanan tinggi protein tampak mengurangi aktivitas berburunya (8), mungkin karena menyerupai diet asli kucing liar yang tinggi protein. Ini bisa dilakukan dengan memberi makanan basah, yang biasanya jauh lebih tinggi protein dan rendah karbohidrat dibandingkan makanan kering. Temuan ini menarik, tetapi cukup baru dibandingkan metode lain. Kita menantikan penelitian lain yang mengulas dampak pemberian profil nutrisi tertentu pada aktivitas berburu.

Image by Steve Page from Pixabay

Jika kucing tetap keluar rumah, ada cara untuk mengurangi berburu, tetapi tetap saja, mengurangi bukan meniadakan. Memakaikan kalung dengan lonceng adalah salah satu cara klasik, tetapi keampuhannya dipertanyakan (8,10,11). Seiring waktu, kucing bisa belajar mengendap-endap perlahan agar loncengnya tidak berbunyi. Lonceng hanya mampu, jika memang mampu, mencegah perburuan mamalia seperti tikus dan kelinci, tetapi tidak mengurangi perburuan burung.

Sebaliknya, suatu collar warna-warni bernama Birdsbesafe® lebih ampuh mencegah perburuan burung, tetapi tidak efektif pada mamalia (8,12,13). Collar ini dibuat warna-warni agar mencolok dan dapat memperingatkan hewan mangsa jika kucing mendekat, tetapi mamalia seperti tikus kurang mampu membedakan warna.

Terakhir, faktor turunan dan awal kehidupan kucing juga akan berpengaruh dalam jangka panjang. Sifat, termasuk kesukaan berburu, bisa jadi diturunkan ke anak. Induk yang suka berburu bisa menghasilkan anak yang suka berburu juga. Anak kucing yang dibesarkan oleh induk yang suka berburu juga cenderung meniru induknya. Jadi, jika ingin kucing yang tidak suka berburu, carilah induk yang tidak mengajari (dan tidak suka) berburu.

Referensi
1.        Bradshaw J. Normal feline behaviour: … and why problem behaviours develop. J Feline Med Surg. 2018;20(5):411–21.

2.        Dickman CR, Newsome TM. Individual hunting behaviour and prey specialisation in the house cat Felis catus: Implications for conservation and management. Appl Anim Behav Sci [Internet]. 2015;173:76–87. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.applanim.2014.09.021

3.        Litchfield CA, Quinton G, Tindle H, Chiera B, Kikillus KH, Roetman P. The ‘Feline Five’: An exploration of personality in pet cats (Felis catus). PLoS One. 2017;12(8):1–17.

4.        Cecchetti M, Crowley SL, McDonald RA. Drivers and facilitators of hunting behaviour in domestic cats and options for management. Mamm Rev. 2020;51:307–22.

5.        Grace Demezas K, Douglas Robinson W. Characterizing the influence of domestic cats on birds with wildlife rehabilitation center data. Diversity. 2021;13(7).

6.        Oedin M, Brescia F, Millon A, Murphy BP, Palmas P, Woinarski JCZ, et al. Cats Felis catus as a threat to bats worldwide: a review of the evidence. Mamm Rev. 2021;51(3):323–37.

7.        Ham A. Australia’s Cats Kill Two Billion Animals Annually. Here’s How the Government Is Responding to the Crisis [Internet]. Smithsonian Mag. 2021. Available from: https://www.smithsonianmag.com/science-nature/australias-cats-kill-two-billion-animals-annually-180977235/

8.        Cecchetti M, Crowley SL, Goodwin CED, McDonald RA. Provision of High Meat Content Food and Object Play Reduce Predation of Wild Animals by Domestic Cats Felis catus. Curr Biol [Internet]. 2021;31(5):1107-1111.e5. Available from: https://doi.org/10.1016/j.cub.2020.12.044

9.        Kogan LR, Grigg EK. Laser light pointers for use in companion cat play: Association with guardian-reported abnormal repetitive behaviors. Animals. 2021;11(8).

10.      Ruxton GD, Thomas S, Wright JW. Bells reduce predation of wildlife by domestic cats (Felis catus). J Zool. 2002;256(1):81–3.

11.      Woods M, McDonald RA, Harris S. Predation of wildlife by domestic cats Felis catus in Great Britain. Mamm Rev. 2003;33(2):174–88.

12.      Willson SK, Okunlola IA, Novak JA. Birds be safe: Can a novel cat collar reduce avian mortality by domestic cats (Felis catus)? Glob Ecol Conserv [Internet]. 2015;3:359–66. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.gecco.2015.01.004

13.      Hall CM, Fontaine JB, Bryant KA, Calver MC. Assessing the effectiveness of the Birdsbesafe® anti-predation collar cover in reducing predation on wildlife by pet cats in Western Australia. Appl Anim Behav Sci [Internet]. 2015;173:40–51. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.applanim.2015.01.004

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s