Pernah lihat kucingmu muntah, tapi yang keluar bukan cairan atau makanan, tapi gumpalan bulu? Hairball, atau bahasa kerennya trichobezoar adalah hal yang cukup umum. Kucing menghabiskan sekitar 25% waktu bangunnya untuk grooming dengan menjilati rambut dengan lidahnya yang kasar seperti ditutupi kait. Karena itu, tidak heran kalau banyak rambut yang tersangkut di lidah dan tertelan.

Hairball bukan masalah yang langka. Hampir 30% pemilik kucing mengaku pernah melihat kucingnya memuntahkan hairball. Pada kucing rambut panjang, hair ball bisa dua kali lebih sering daripada kucing rambut pendek. Walau umum, hairball bukan sesuatu yang wajar. Kucing normal akan mengeluarkan rambut yang tertelan melalui feses, bukan muntah. Kalau kucing muntah hair ball lebih dari dua kali dalam setahun, kita patut curiga akan adanya masalah.

Mengapa hairball bisa terjadi?
Ada gangguan dalam proses normal pengeluaran rambut dari saluran pencernaan melalui feses. Hairball bisa terjadi karena rambut yang tertelan terlalu banyak atau ada gangguan pada pergerakan saluran pencernaan. Lambung spesies lain diduga memiliki sistem pembersihan diri. Saat mereka tidak makan atau puasa, lambung dan usus bagian depan akan berkontraksi untuk mengeluarkan sisa-sisa benda yang tidak tercerna untuk dikeluarkan melalui feses. Kucing diduga tidak punya mekanisme bersih-bersih ini, sehingga hairball mudah terbentuk.

Mengapa rambut yang tertelan bisa lebih banyak dari biasanya? Bisa jadi ada gangguan kulit seperti alergi, infeksi jamur, atau infestasi parasit (kutu atau pinjal), sehingga kucing merasa gatal dan tambah sering grooming, ditambah lagi rambut kucing lebih rapuh dan mudah rontok ketika dijilat. Bukan cuma rasa gatal yang membuat kucing sering grooming. Kucing yang stress atau mengalami kecemasan juga bisa menjilati dirinya sendiri terus-menerus, sehingga makin banyak rambut yang tertelan. Terakhir, bisa jadi kucing menjilati suatu bagian secara berlebihan karena sakit. Misalnya, kucing yang menjilati perutnya bisa menandakan rasa sakit pada sistem pencernaan atau saluran kemih. Jika ada bagian pada tubuh kucing yang terlihat membotak, bagian tersebut mungkin perlu diperiksa lebih lanjut.

Pohon diagnosis penyebab hair ball pada kucing. Sumber: Clinician’s Brief

Jika tidak ada masalah pada rambut hewan, kemungkinan besar masalah ada pada saluran pencernaan. Apakah ada masalah sehingga rambut tidak bisa lewat dan dikeluarkan sebagaimana mestinya? Bisa jadi ada sesuatu yang menyumbat pada esofagus, lambung, dan usus halus, misalnya benda asing, parasit, atau tumor, atau malah posisi organ yang berubah. Dokter hewan bisa mendiagnosis kemungkinan-kemungkinan ini dengan bantuan alat pencitraan seperti x-ray dan ultrasonografi (USG). Atau mungkin, ada gangguan pada saraf atau otot saluran cerna, sehingga pergerakannya menjadi kurang lancar. Stres, peradangan, rasa sakit, dehidrasi, dan obesitas bisa menjadi penyebabnya.

Apa akibat hairball berlebihan?
Hairball yang terlalu besar tidak bisa bergerak dari lambung ke usus halus, sehingga terpaksa dimuntahkan. Jika hairball tidak berhasil dimuntahkan, ada beberapa hal yang mungkin terjadi. Pertama, hairball memaksa masuk ke usus halus. Karena ukurannya yang terlalu besar dan tidak bisa dicerna, hairball bisa tersangkut usus, termineralisasi, dan tambah sulit dikeluarkan. Jika hairball terlalu besar, usus bisa terhambat sepenuhnya dan makanan tidak bisa lewat. Kondisi ini bisa segera mengancam nyawa jika tidak ditangani.

Hairball bisa juga tidak berhasil dimuntahkan karena tersangkut di esofagus, kemudian menyebabkan gangguan esofagus seperti peradangan atau perbesaran esofagus; atau bisa juga hairball justru tersangkut karena sudah ada penyakit terlebih dahulu pada esofagus. Terakhir, hairball bisa tersangkut di nasofaring — suatu bagian tenggorokan di belakang hidung yang berhubungan dengan esofagus. Ini ditandai dengan bersin, leleran hidung, dan bau mulut. Semua kondisi ini bisa menyebabkan kesakitan, bahkan kematian, sehingga perlu penanganan oleh dokter hewan.

Apakah makanan hairball membantu?
Terdapat beberapa makanan dan suplemen yang dipasarkan dapat mengurangi hairball. Makanan dan suplemen ini biasanya diformulasikan dengan tambahan serat, khususnya psyllium, yang dapat memperlancar pencernaan kucing agar hairball keluar melalui feses. Mungkin juga, terdapat tambah nutrisi untuk rambut dan kulit untuk mengurangi jumlah rambut yang tertelan.

Makanan dan suplemen mungkin dapat membantu mengurangi hairball, tetapi mengurangi bukan menyembuhkan. Jika kucingmu mengalami hairball, makanan hairball tidak cukup. Prioritas utama adalah mengetahui penyebab hairball dan mengatasi penyebab tersebut.

Beberapa orang juga mengklaim pendekatan alami bekerja untuk mengurangi hairball, seperti raw food dan pemberian rumput. Sejauh ini, klaim-klaim tersebut belum dibuktikan secara ilmiah.

Mencegah dan mengatasi hairball
Cara utama mengatasi hairball kucing adalah menghilangkan penyebabnya, entah karena menelan rambut berlebih atau ada gangguan pencernaan. Pada kucing rambut panjang, kita bisa membantu mencegah hairball dengan rajin menyisir rambut yang rontok, atau pada kasus dengan gangguan kulit, rambut kucing bisa dipotong lion cut untuk sementara. Pemberian makanan dengan porsi kecil tetapi sering juga bisa membantu memperlancar saluran pencernaan.

Atas saran dokter hewan, kucing bisa diberi pelumas saluran cerna. Pelumas harus dicampur makanan, tidak boleh diberikan melalui spoit. Pemberian pelumas tidak merangsang refleks menelan kucing, sehingga pelumas bisa masuk ke paru-paru dan menyebabkan pneumonia. Karena itu, pemberian pelumas hanya dilakukan atas arahan dokter hewan. Jika terpaksa, dokter hewan juga akan meresepkan obat-obatan pelancar pencernaan, tetapi tentu ini tidak menggantikan solusi utama: menemukan dan mengatasi penyebab hairball.

Referensi
1.        Scherk M. Hairballs. BSAVA Man Feline Pract. 2018;(September):225–7.

2.        Cannon M. Hair Balls in Cats: A normal nuisance or a sign that something is wrong? J Feline Med Surg. 2013;15(1):21–9.

3.        Squires RA. Oesophageal obstruction by a hairball in a cat. J Small Anim Pract. 1989;30(5):311–4.

4.        Dann JR, Adler MA, Duffy KL, Giffard CJ. A Potential Nutritional Prophylactic for the Reduction of Feline Hairball Symptoms. J Nutr. 2004;134(8 Suppl):2124–5.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s