Imboost adalah suplemen imun yang cukup terkenal di Indonesia. Walaupun Imboost adalah suplemen manusia dan cuma terdaftar untuk manusia, Imboost juga sering diberikan ke hewan. Praktik ini tidak lepas dari kontroversi, tetapi saya coba kumpulkan data dari berbagai sumber ilmiah sebelum menyimpulkan: bolehkan ngasih Imboost ke hewan? Dan adakah manfaatnya?

Dalam Imboost ada apa, sih?
Ada dua bahan aktif: Echinacea purpurea dan Zinc pikolinat. Echinacea purpurea, nama populernya purple coneflower, adalah tanaman berbunga ungu pada gambar di atas. Secara tradisional, Echinacea digunakan suku-suku asli Amerika untuk mengobati berbagai penyakit, terlepas dari manjur atau tidaknya. Di masa modern ini, banyak suplemen yang menggunakan Echinacea sebagai immune booster, tetapi penggunaannya yang paling umum adalah sebagai obat untuk mencegah dan mengobati flu.

Zinc dalam zinc pikolinat adalah salah satu mineral yang dibutuhkan manusia maupun hewan. Faktanya, zinc pasti ada dalam makanan hewan yang lengkap dan seimbang. Sama halnya dengan Echinacea, zinc diklaim dapat mengurangi keparahan dan mempercepat persembuhan flu.

Bagaimana bukti ilmiahnya?
Ada banyak penelitian yang mengamati efek Echinacea pada berbagai parameter sistem imun di manusia, tetapi saya tidak akan membahasnya karena: 1) Saya tidak mau membuat Anda pusing dengan singkatan-singkatan aneh dan tidak familiar seperti IL-6, TNF-α, COX, NK, dan sebagainya, dan 2) Parameter-parameter ini hanya diharapkan memprediksi hasil akhir, tetapi belum tentu benar-benar memprediksi hasil akhir. Dalam hal ini, saya rasa meningkatkan sistem imun bertujuan mempercepat persembuhan atau mencegah penyakit. Jadi, kedua hal inilah hasil akhir yang diharapkan. Saya cuma akan membahas penelitian mengenai hasil akhir tersebut.

Ada lumayan banyak penelitian pada manusia, tetapi untungnya, berbagai studi tersebut sudah dikritisi dan dirangkum oleh tim systematic reviewer Cochrane (1). Mereka mencoba menjawab pertanyaan Apakah sediaan Echinacea efektif dan aman untuk mencegah dan mengobati flu jika dibandingkan dengan plasebo? Mereka menyimpulkan bahwa Echinacea tidak bermanfaat dalam mengobati flu, tetapi mungkin bisa sedikit membantu mencegah flu (10 sampai 20 persen dari risiko dibandingkan tidak mengonsumsi Echinacea).

(Catatan: Pembaca yang tidak familiar dengan hierarki bukti ilmiah mungkin bertanya kenapa saya hanya memilih satu artikel dari Cochrane ini. Bukankah ada banyak penelitian yang diterbitkan di jurnal dan menyatakan bahwa Echinacea bermanfaat untuk flu? Jawabannya, artikel Cochrane tersebut adalah systematic review. Artinya, mereka sudah mencari semua penelitian yang pernah dilakukan tentang Echinacea dan flu, kemudian mengkritisi metode dan risiko biasnya, lalu merangkumnya dalam review tersebut. Memang tidak semua systematic review bebas dari bias dan dapat diterima mentah-mentah, tetapi Cochrane sudah dikenali sebagai sumber systematic review yang dapat dipercaya di bidang kedokteran.)

Image by Sonja Kalee from Pixabay

Namun, systematic review tersebut membahas kegunaan Echinacea di manusia. Apakah hasilnya bisa dianggap sama pada anjing dan kucing? Belum tentu. Hasilnya bisa sama dan bisa tidak. Kita tetap butuh hasil penelitian di spesies target, yang dalam hal ini adalah anjing dan kucing.

Saya tidak berhasil menemukan penelitian Echinacea di kucing, tetapi ada beberapa di anjing. Satu penelitian di Jerman tahun 2003 menyebutkan bahwa 92 persen dari 41 anjing yang diberi bubuk Echinacea membaik dari infeksi saluran pernapasan atas, tetapi penelitian ini tidak menggunakan kontrol (2). Maksudnya, tidak ada kelompok anjing yang tidak diberi Echinacea untuk dibandingkan. Sulit untuk menentukan apakah anjing-anjing ini sembuh sendiri atau sembuh karena Echinacea jika tidak ada pembandingnya, terutama karena ini bukan penyakit yang parah.

Penelitian lain dilakukan di Irak menggunakan 14 ekor anjing sehat (3). Dalam penelitian ini, peneliti tidak mengamati Echinacea sebagai obat untuk penyakit, tetapi bagaimana efeknya terhadap sel-sel sistem kekebalan, yaitu sel-sel darah putih. Tidak ada perbedaan antara kelompok anjing yang diberi Echinacea maupun tidak. Ya, anjing yang diberi Echinacea agak lebih tinggi limfositnya sih, tetapi implikasinya tidak diketahui. Limfosit adalah sel yang bertugas membunuh sel terinfeksi atau memproduksi antibodi, tetapi kerjanya tidak langsung. Biasanya, limfosit baru bekerja beberapa hari setelah infeksi karena harus PDKT dulu dengan virus atau bakteri yang menyerang tubuh.

Sebenarnya, ada satu penelitian lain, tetapi penelitian ini menggunakan sediaan homeopatik Echinacea (4). Saya rasa sediaan homeopatik berbeda dari Echinacea biasa, karena Echinacea dalam sediaan homeopatik sudah diencerkan sampai hampir tidak ada lagi Echinacea yang tersisa. Karena itu, saya tidak akan membahasnya.

Bagaimana dengan zinc? Sama seperti Echinacea, saya coba bahas dari sisi manusia dulu. Menurut systematic review dan meta-analisis Science et al. (5), beberapa penelitian memang menunjukkan suplemen zinc bisa menurunkan gejala dan mempercepat persembuhan flu. Namun, hasil tersebut lebih banyak ditemukan di penelitian dengan sampel kecil. Penelitian yang dengan sampel lebih besar cenderung menemukan tidak ada perbedaan antara pemberian zinc maupun tidak. Pola seperti ini biasa ditemukan jika suatu suplemen atau obat tidak efektif, tetapi jumlah penelitian yang ada juga cuma sedikit. Review tersebut ditulis tahun 2012, jadi mungkin ada banyak penelitian baru yang dapat mengubah kesimpulan ini.

Hal lain yang menarik, review tersebut membedakan apakah zinc yang digunakan adalah zinc glukonat, zinc sulfat, atau zinc asetat. Zink glukonat dan zink sulfat tampaknya tidak memberi manfaat, tetapi zinc asetat mungkin bisa bermanfaat bagi flu. Bagaimana dengan zinc dalam Imboost? Zinc dalam Imboost adalah zinc pikolinat, yang tidak ada dalam review tersebut, jadi kita tidak tahu. Namun, ini menunjukkan perbedaan sediaan zinc bisa mempengaruhi kemanjurannya. Tidak semua zinc sama.

Image by kropekk_pl from Pixabay

Jika di manusia manfaat suplemen zink masih meragukan, bagaimana dengan kucing dan anjing? Banyak manusia yang mengalami kekurangan zinc, terutama orang tua, vegetarian, dan penderita gangguan penyerapan zink (6,7). Jadi, manfaat suplemen zinc pada manusia bisa jadi bukan karena zinc sebagai suplemen tambahan, tapi hanya untuk menambal kekurangan dari makanan mereka. Sementara, kucing dan anjing umumnya mendapat makanan yang lengkap dan seimbang dari makanan komersil. Dalam makanan tersebut, terkandung zinc yang cukup. Jika pemberian zinc pada manusia bermanfaat karena manusia kekurangan zinc, pemberian zinc untuk hewan yang sudah mendapat cukup zinc kemungkinan besar tidak akan bermanfaat.

Apakah Imboost aman untuk hewan?
Produsen Imboost sendiri menyarankan untuk tidak mengonsumsi Imboost selama lebih dari 8 minggu. Imboost juga tidak boleh dikonsumsi penderita penyakit autoimun karena dapat memperparah. Beberapa orang alergi pada bunga-bungaan Aster, termasuk Echinacea. Jika mereka mengonsumsi Echinacea, mereka bisa mengalami gatal-gatal, kaligata, asma, bahkan syok anafilaksis. Namun, ini kan untuk manusia. Bagaimana dengan hewan?

Anjing dengan pemphigus foliaceous (sumber: self, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Data mengenai keamanan Echinacea untuk hewan sangat terbatas. Penelitian yang dibahas di atas tidak membahas segi keamanannya. Ini bisa berarti Echinacea cukup aman digunakan di hewan, tetapi kita masih perlu menentukan rentang dosis aman. Di Israel, pernah ada laporan anjing menderita penyakit autoimun pemfigus setelah mengonsumsi tanaman Echinacea selama beberapa hari (8). Pemfigus belum tentu disebabkan Echinacea, tetapi kita tetap perlu mewaspadai kemungkinan tersebut. Sama seperti manusia, hewan juga bisa alergi terhadap Echinacea dan mungkin mengalami gejala yang sama. Echinacea belum memiliki data keamanan pada kehamilan.

Per 2021, otoritas keamanan pangan Eropa belum bisa menyimpulkan keamanan Echinacea sebagai bahan tambahan pada makanan anjing dan kucing (9).

Penutup
Berdasarkan bukti yang ada sampai sekarang, saya tidak bisa merekomendasikan pemberian Imboost atau suplemen Echinacea lainnya untuk anjing dan kucing. Seandainya Echinacea memang bermanfaat pun, kita masih harus mengetahui berapa dosis efektif dan dosis amannya. Ada cara yang lebih meyakinkan untuk menjaga imunitas hewan, yaitu vaksinasi, pemberian nutrisi yang lengkap dan seimbang, serta mengupayakan lingkungan yang baik bagi hewan.

Referensi
1.      Karsch-Völk M, Barrett B, Kiefer D, Bauer R, Ardjomand-Woelkart K, Linde K. Echinacea for preventing and treating the common cold. Cochrane Database Syst Rev. 2014;2014(2).

2.        Reichling J, Fitzi J, Fürst-Jucker J, Bucher S, Saller R. Echinacea powder: Treatment for canine chronic and seasonal upper respiratory tract infections. Schweiz Arch Tierheilkd. 2003;145(5):223–31.

3.        Torkan S, Khamesipour F, Katsande S. Evaluating the effect of oral administration of Echinacea hydroethanolic extract on the immune system in dog. Auton Autacoid Pharmacol. 2015;35(1–2):9–13.

4.        Jaguezeski AM, Glombowsky P, da Rosa G, Da Silva AS. Daily intake of a homeopathic agent by dogs modulates white cell defenses and reduces bacterial counts in feces. Microb Pathog [Internet]. 2021;156(April):104936. Available from: https://doi.org/10.1016/j.micpath.2021.104936

5.        Science M, Johnstone J, Roth DE, Guyatt G, Loeb M. Zinc for the treatment of the common cold: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials Michelle. CMAJ. 2012;184(10):551–62.

6.        Caulfield LE, Black RE. Zinc deficiency. In: Comparative Quantification of Health Risks. WHO; 2004. p. 257–80.

7.        Maares M, Haase H. A guide to human zinc absorption: General overview and recent advances of in vitro intestinal models. Nutrients. 2020;12(3).

8.        Damari Y, Zur G. Pemphigus foliaceus in a dog following ingestion of Echinacea purpurea plants. Isr J Vet Med. 2018;73(2):49–52.

9.        Bampidis V, Azimonti G, Bastos M de L, Christensen H, Durjava MF, Kouba M, et al. Safety and efficacy of feed additives consisting of dried extracts from Echinacea angustifolia DC. or Echinacea purpurea (L.) Moench for use in cats and dogs (C.I.A.M.). EFSA J. 2021;19(3).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s