By KnuteKnudsen at English Wikipedia, CC BY 3.0

Konon, makan ikan gabus atau suplemen ikan gabus bisa mempercepat pemulihan pascaoperasi karena mengandung albumin. Saya mencoba membahas prinsip fisiologis albumin itu sendiri, serta apakah klaim tersebut layak dipercaya dari sudut pandang sains.

Siapakah albumin?
Sebenarnya, secara luas, albumin adalah protein yang larut air, tetapi albumin yang akan kita bahas punya arti yang lebih khusus.

Jika masih segar, darah hewan (dan kita) terlihat merah, cair, dan seragam. Namun, jika disentrifugasi, bagian darah akan memisah menjadi 3 bagian: sel darah merah, buffy coat yang berwarna putih keabuan (isinya sel darah putih dan trombosit), serta plasma yang berwarna kuning transparan. Penyusun terbanyak plasma adalah air dan protein, termasuk albumin. Malah, albumin adalah protein terbanyak dalam darah.

Dari manakah albumin berasal? Albumin yang ada di darah dibuat di hati, tetapi tentu hati butuh bahan baku untuk membuat albumin.

Apa bahan baku albumin? Protein. Lebih spesifiknya, terdapat sekitar 585 asam amino yang terdiri dari 18 jenis asam amino dalam satu molekul albumin, tetapi yang utama adalah glutamat, leusin, dan lisin. Asam amino ini didapatkan dari makanan (atau infus dalam kasus khusus).

Kenapa albumin penting?
Fungsi utama albumin adalah mempertahankan darah tetap dalam pembuluh darah. Kalau tidak ada albumin, plasma darah akan jadi sangat encer, merembes keluar pembuluh darah, dan mengalir ke jaringan yang tidak seharusnya. Contoh mudahnya, bayangkan penderita busung lapar atau kwashiorkor. Tubuh mereka kurus, tetapi kenapa perut mereka besar? Karena mereka kekurangan protein, termasuk albumin, sehingga cairan plasma merembes dan berkumpul di rongga perut.

Saat hewan sakit, hewan biasanya akan diresepkan berbagai macam obat. Setelah dikonsumsi, molekul obat akan diedarkan melalui darah. Dalam perjalanan ini, kebanyakan obat akan berikatan dengan protein, termasuk albumin, sebagai kendaraannya. Secara bertahap, obat ini akan dilepas dari protein, dan barulah obat menuju ke tempat dia dibutuhkan. Ikatan antara protein dan obat memastikan ketepatan dosis obat yang sampai ke target, serta memastikan durasi kerja obat cukup lama. Tanpa ikatan protein, semua obat yang dikonsumsi akan langsung ke target, kemudian langsung dibuang. Efek obat jadi tidak selama yang diharapkan, bahkan obat berisiko menjadi racun karena obat yang harusnya dilepaskan sedikit-sedikit langsung dilepaskan semuanya. Inilah yang dapat terjadi pada hewan yang sakit dan kekurangan protein-albumin.

Kalau bicara penyembuhan operasi dan luka, albumin adalah pembawa beberapa zat yang penting dalam persembuhan luka. Pertama, albumin sendiri adalah protein, sehingga terdiri dari berbagai asam amino. Sel-sel di daerah yang luka bisa menggunakan asam amino dari albumin untuk membangun kembali jaringan yang rusak karena luka. Kedua, albumin juga membawa zat-zat lain, seperti asam lemak, vitamin larut lemak (A, D, E), dan ion-ion seperti zink dan kalsium. Sama seperti protein, mereka juga diperlukan untuk membangun jaringan. Terkadang, hewan yang luka atau habis operasi juga diberikan beberapa obat, misalnya antibiotik untuk mencegah infeksi di luka tersebut. Beberapa antibiotik membutuhkan albumin sebagai pembawanya ke tempat luka.

Promo Pro Albumin Ekstrak Ikan Gabus/Kutuk Kapsul Suplemen [50 Kapsul/500  mg] di Seller Toko sembako ceria - Kota Tangerang, Banten | Blibli
Salah satu produk albumin ikan gabus (sumber: Blibli)

Tentu albumin penting, dong ya. Kalau begitu, bagus, dong, kalau dikasih suplemen albumin?
Terapi pemberian albumin bukan hal baru, tetapi albumin yang dimaksud diberikan melalui pembuluh darah melalui infus. Tidak pernah ada saran memberikan albumin secara oral, termasuk sebagai suplemen dalam sumber resmi (guidelines, gitu).

Kok gitu? Sederhana saja; karena albumin tidak bisa diserap oleh tubuh. Yang terjadi, molekul albumin yang terdiri dari 500-an asam amino itu dihancurkan, dipotong kecil-kecil di usus sampai panjangnya 1-3 asam amino, barulah bisa diserap usus. Kalau begini, jelas namanya bukan lagi albumin, tapi asam amino atau peptida. Soal penyerapan protein ini sudah saya bahas lebih lengkap di sini.

Setelah itu, sebagian asam amino ini akan dibawa ke hati dan dibuat menjadi albumin secukupnya, lalu dilepaskan ke pembuluh darah. Hati tidak membeda-bedakan apakah asam amino yang dia gunakan berasal dari ikan gabus, atau kacang, atau telur. Semua asam amino sama, dan selama bisa digunakan untuk membuat albumin, hati akan menggunakannya.

Loh, jadi pemberian suplemen albumin atau ikan gabus ga berguna dong?
Sebentar. Sebelum menjawab pertanyaan itu, apakah kekurangan albumin terjadi karena: (i) kekurangan bahan baku, (ii) kerusakan mesin (hati), atau (iii) kebocoran albumin? Jawabannya akan berbeda.

Jika kekurangan albumin karena (i) kekurangan bahan baku, pemberian albumin tentu bisa bermanfaat. Kekurangan bahan baku, kan artinya kekurangan protein. Malnutrisi karena kekurangan protein dan kalori sering terjadi pada hewan yang sakit, atau habis operasi, karena tidak nafsu makan dan tidak diberi support nutrisi yang cukup (disuap tapi tidak memenuhi kebutuhan harian, atau tidak dipasang feeding tube). Padahal, hewan sakit butuh energi dan protein untuk melawan penyakit dan memperbaiki jaringan tubuhnya.

ARVD73/Shutterstock

Suplemen albumin dan ikan gabus mengandung protein, jadi tentu bisa digunakan sebagai bahan baku. Iya, bahan baku saja. Kembali lagi, (i) albumin yang dimakan tidak bisa langsung masuk ke pembuluh darah, tetapi dihancurkan jadi asam amino dulu, dan (ii) hati tidak membeda-bedakan asam amino yang ia gunakan untuk membuat albumin. Dia tidak peduli apakah tadinya asam amino tersebut adalah albumin gabus, atau paru-paru sapi, atau putih telur ayam. Jadi, pemberian suplemen albumin memang bermanfaat, tetapi sama saja dengan pemberian protein lainnya yang juga bermanfaat. Sebatas itu.

Kalau yang terjadi adalah (ii) kerusakan hati dan (iii) kebocoran albumin (biasa lewat saluran pencernaan, kencing, atau pendarahan), masalahnya lebih pelik, dan pemberian suplemen albumin tidak akan bermanfaat. Dalam kedua kondisi ini, sebenarnya hati sudah memaksimalkan produksi protein walaupun (ii) kapasitas produksinya ya memang kecil, tidak sanggup memenuhi kebutuhan albumin, atau (iii) hati sudah berusaha mati-matian dan mencapai batas maksimal kemampuan produksinya, tapi albumin terus-terusan bocor dan terbuang. Yang harus dilakukan bukan menambah bahan baku, tetapi memperbaiki kerusakan mesin (hati) agar bisa berfungsi dengan baik, atau meminimalisasi kebocoran biar kerja hati memproduksi tidak sia-sia.

Ikan Gabus dan Albumin
Kenapa gabus, sih? Karena konon albumin dalam gabus ini tinggi, tetapi karena saya sudah bahas kesana kemari kenapa albumin tidak penting jika sudah dimakan, saya tidak akan bahas lebih lanjut soal albumin gabus. Saya akan bahas protein dan harganya saja.

Kalau saya cek di e-commerce, salah satu merk suplemen albumin yang terkenal harganya sekitar 210 ribu rupiah untuk 30 kapsul. Artinya, harga satu kapsul berisi 0,5 gram ekstrak gabus adalah 7 ribu rupiah. Kalau digenapkan, harganya 14 ribu untuk 1 gram ekstrak gabus. Anggaplah semua itu adalah protein/albumin.

Sementara itu, harga ikan gabus hidup sekitar 75 ribu rupiah per kilogram. Kalau ikan gabus mengandung 20% protein, artinya 75 ribu tersebut setara 200 gram protein. Kalau disamakan dengan harga kapsul, sebenarnya harga 1 gram protein cuma 375 rupiah. Jauh juga, ya?

Ada suplemen yang lebih murah, yang harganya 11 ribu per 50 kapsul 0,5 gram (440 rupiah per gram), tapi entah kenapa tidak ada penjabaran bahan aktifnya. Komposisinya cuma ditulis ekstrak ikan gabus, sih, jadi sepertinya memang murni ekstrak gabus.

Dosis?
Anggaplah dalam sehari, kucing seberat 4 kg yang sakit dan tidak ngapa-ngapain butuh 16 gram protein (sudah saya hitung, kok); lalu setengahnya dipenuhi dari makanan, setengahnya dari suplemen albumin. Butuh 16 kapsul albumin untuk memenuhi kebutuhan satu hari. Karena kebutuhan dan asupan makan tiap kucing atau anjing berbeda-beda, hitungan dosisnya juga berbeda-beda. Tapi…

Saya sendiri tidak begitu menyarankan suplemen albumin. Dalam kondisi sakit ataupun sehat, hewan butuh nutrisi yang lengkap dan seimbang. Anggaplah albumin bisa membantu memenuhi kebutuhan protein, tetap bagaimana dengan lemak, vitamin, dan mineral? Jelas tidak akan terpenuhi hanya dari gabus atau suplemen albumin saja. Pilihan yang lebih baik tetap memberi makanan komersil yang lengkap dan seimbang. Jika kucing sedang tidak nafsu makan atau dalam masa pemulihan, ada beberapa makanan kaleng yang didesain untuk tujuan ini: tinggi lemak, protein, dan kalori, serta teksturnya mudah untuk disuapkan.

Image by Lisa Redfern from Pixabay

Kalaupun mau memberi suplemen “albumin” ya silakan saja, tidak berbahaya (kecuali kucing atau anjingmu ada kerusakan ginjal lanjut dan harus dibatasi asupan proteinnya), tetapi, semua protein juga bisa kok, bukan gabus saja. Ngomong-ngomong, putih telur itu juga salah satu sumber albumin hehehe. Malah, karena di negara lain jarang ada ikan gabus, saya pernahnya ketemu orang mau ngasih telur ke anjing yang kekurangan albumin. Prinsip kerjanya? Ya sama saja dengan albumin gabus ini.

Referensi
1.        Mazzaferro, E. M., Rudloff, E. & Kirby, R. The role of albumin replacement in the critically ill veterinary patient. J. Vet. Emerg. Crit. Care 12, 113–124 (2002).

2.        Russell, L. Nutritional status in wound healing. Br. J. Nurs. 10, S13-19 (2001).

3.        Meloun, B., Morávek, L. & Kostka, V. Complete Amino Acid Sequence of Human Serum Albumin. FEBS Lett. 58, 134–137 (1975).

4.        Keremidchieva, N. & Smilov, I. Should albumin be used to correct hypoalbuminaemia in the critically ill. Anaesthesiol. Intensive Care 31, 46–50 (2004).

5.        Chasanah, E., Nurilmala, M., Purnamasari, A. R. & Fithriani, D. Komposisi Kimia, Kadar Albumin Dan Bioaktivitas Ekstrak Protein Ikan Gabus (Channa Striata) Alam Dan Hasil Budidaya. J. Pascapanen dan Bioteknol. Kelaut. dan Perikan. 10, 123 (2015).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s