Pipis sembarangan sebenarnya bukan masalah bagi kucing. “Sembarangan” adalah persepsi manusia, tetapi dari sudut pandang kucing, perilaku tersebut normal-normal saja. Sayangnya, pipis sembarangan bisa jadi masalah besar jika dirasa sangat mengganggu bagi pemiliknya. Banyak kasus kucing ditelantarkan ke shelter karena pemiliknya tidak tahan. Kalau tidak separah itupun, pipis sembarangan bisa merusak hubungan kucing dan pemilik, yang berimbas pada kualitas hidup keduanya juga. Kabar baiknya, perilaku ini bisa diatasi jika ditangani secara tepat.

Urinasi atau Spraying?
Walau kegiatannya sama-sama mengeluarkan urin, urinasi (pipis) dan spraying atau marking adalah dua perilaku berbeda. Ketika kucing urinasi, tujuan perilakunya ya memang mengeluarkan urin dan zat-zat sisa metabolisme. Namun, spraying tidak bertujuan untuk buang air, tetapi komunikasi melalui tanda visual dan bau. Kebetulan saja medianya adalah mengeluarkan urin. Apa yang dikomunikasikan? Kita tidak tahu pasti, tetapi spraying bisa jadi komunikasi seksual – menandakan bahwa si kucing siap untuk kawin –, penanda teritori, dan pertanda bahwa kucing tersebut stres.

“Untitled” by Kerri Lee Smith is licensed under CC BY-NC-SA 2.0

Karena cara menanganinya juga berbeda, kita harus tahu dulu apakah kucing yang sembarang pipis tersebut memang sembarang pipis atau spraying. Tidak ada satu ciri khusus yang bisa membedakan urinasi dengan spraying dengan pasti. Karena itu, sering terjadi salah diagnosis: urinasi dikira spraying dan sebaliknya. Namun, kita bisa menggabungkan berbagai ciri untuk menentukan spraying dan urinasi dengan lebih akurat.

  • Kucing lebih sering berdiri ketika spraying, tetapi jongkok jika urinasi.
  • Biasanya, jika volume urinnya banyak, kucing tersebut memang urinasi, tetapi jika sedikit, kucing tersebut kemungkinan besar spraying.
  • Jika kucing menutup atau mengubur lokasi urinnya, kemungkinan besar kucing tersebut memang urinasi.
  • Jika kucing mengeluarkan urin pada permukaan horizontal (di lantai), kemungkinan besar dia sedang urinasi, tetapi jika vertikal (di dinding, biasa 20 cm dari lantai), kemungkinan besar dia sedang spraying.
  • Sebanyak 75% kasus spraying dilakukan kucing jantan, tetapi kucing betina juga bisa spraying jika sedang birahi.

Jika sudah tahu, kucing tersebut urinasi atau spraying, ada beberapa langkah perlu dilakukan sebelum kita bisa mengatasi pipis sembarangan si kucing. Langkah-langkah ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemilik, tetapi butuh bantuan dokter hewan. Jika dokter hewan biasa tidak bisa menangani, sangat disarankan berkonsultasi juga dengan ahli perilaku hewan (veterinary behaviorist).

Apakah ada kondisi medis yang membuat kucing pipis sembarangan?
Kucing yang tidak disteril lebih sering spraying dibandingkan kucing yang sudah disteril. Jika kucing spraying dan belum disteril, sterilisasi bisa mengurangi spraying. Ada anggapan bahwa kucing yang disteril di usia muda akan lebih kecil risiko sprayingnya.

Feline lower urinary tract disease (FLUTD) adalah penyakit langganan kucing Indonesia. Sebagian kucing yang mengalami FLUTD, khususnya feline idiopathic cystitis (radang kantung kemih), mengalami rasa sakit dan kesusahan saat urinasi. Rasa sakit saat pipis di litter box ini membuat kucing menghubungkan rasa sakit dengan litter box, sehingga si kucing jadi tidak mau dekat-dekat dengan litter box. Masalah-masalah saluran kencing harus selalu dipertimbangkan ketika ada kasus pipis sembarangan. Tentu saja, yang bisa mendiagnosis FLUTD adalah dokter hewan.

“Dear Old Cat” by mikecogh is licensed under CC BY-SA 2.0

Namun, sakit pada bagian tubuh lain juga bisa menyebabkan pipis sembarangan, terutama di kucing tua. Kucing tua sering mengalami osteoarthritis (radang sendi), sehingga sulit berjalan ke litter box. Mereka juga lebih berisiko menderita penyakit-penyakit yang menyebabkan perubahan perilaku, seperti disfungsi kognitif, serta gangguan hormonal hipertiroidisme dan hiperadrenokortikisme. Kucing tua memang disarankan lebih sering ke dokter hewan untuk check up kesehatan. Biar begitu, temuan penyakit-penyakit ini ketika check up tidak berarti penyakit tersebut bisa langsung dianggap penyebab pipis sembarangan.

Bagaimana deskripsi perilaku dan situasi ketika kucing pipis sembarangan?
Ini penting untuk membedakan urinasi dari spraying, serta mengetahui apa yang kira-kira bisa jadi penyebab kucing pipis sembarangan. Pertama, penting untuk tahu apakah kucing tersebut urinasi atau spraying, seperti sudah dijelaskan di atas. Hal-hal lain yang juga penting untuk dicatat meliputi:

  • Di mana kucing tersebut pipis? Spraying biasa dilakukan di lokasi yang jelas dan tidak tersembunyi, Tujuannya kan komunikasi, jadi kucing pasti ingin pesannya tersampaikan. Misalnya, jika kucing pipis di dekat pintu atau jendela, mungkin ada kucing liar atau gangguan di luar rumah. Jika kucing pipis pada barang baru, mungkin baunya yang asing mengganggu kucing tersebut.
  • Sudah berapa lama kucing tersebut pipis sembarangan? Semakin lama pipis sembarangan, biasa semakin susah untuk mengubah perilaku kucing tersebut.
  • Seberapa sering kucing pipis sembarangan? Ini penting untuk mengetahui perkembangan perilaku kucing setelah dicoba untuk diatasi. Jika terapi yang diberikan bermanfaat, seharusnya frekuensi pipis sembarangan berkurang.
  • Terapi (obat atau modifikasi lingkungan) apa saja yang pernah diberikan sebelumnya, dan bagaimana respon si kucing?

Bagaimana keadaan litter box yang digunakan?

Ketika menjawab pertanyaan ini, kita perlu memberi informasi jumlah dan ukuran litter box, kebersihan litter box, dan bahan litter yang digunakan. Terkadang, litter box yang kurang disukai kucing juga bisa membuat kucingnya ogah pipis di sana. Kalau diibaratkan, manusia yang sudah terbiasa toilet duduk suka enggan pipis di toilet jongkok kalau tidak terpaksa. Kalau terpaksa, sih manusia pasti ujungnya pipis juga di sana, tapi kan kucing beda. Kucing tidak malu kalau pipis tidak di litter box. Beberapa penelitian sudah mencoba menjawab pertanyaan: litter box kayak apa sih yang disukai kucing?

Jumlah litter box ideal adalah sejumlah kucing di rumah + 1. Jadi kalau kucing di rumah ada 10, litter boxnya harus ada 11. Kalau ada rumah yang isinya 10 kucing tapi litter box cuma 2, wajar saja kucingnya pipis sembarangan. Setiap kucing harus bisa mengakses litter box dengan bebas, tanpa harus menghadapi kucing lain. Tidak semua kucing akur walaupun sudah lama tinggal serumah. Kalau kucing tersebut mau pipis, tapi di dekat litter box ada kucing yang tidak secircle, pasti tidak nyaman kalau mau lewat, kayak anak SMA ngelewatin lorong yang didudukin anak geng lain. Untuk itu juga, penempatan litter box harus diperhatikan. Kucing lebih merasa aman jika litter box diletakkan di tempat yang tenang dan tersembunyi. Maksudnya, kucing tidak bisa melihat sekitarnya. Litter box sebaiknya diletakkan berjauhan dari litter box lain, tetapi juga jauh dari tempat tidur dan makan dengan jarak minimal 60 cm. Aturan ini bisa dikesampingkan untuk kucing tua yang sudah susah jalan. Jika ada banyak kucing dalam satu rumah, di ruangan litter box sebaiknya ada pintu masuk dan keluar yang berbeda, agar kucing tidak merasa terpojok jika ada kucing lain. Kalau rumah tersebut punya lebih dari satu lantai, litter box harus ada di setiap lantai.

Ukuran litter box juga penting. Tentu kucing tidak nyaman kalau pipis di litter box yang terlalu kecil. Gunakan litter box dengan panjang 1,5 kali panjang tubuh kucing dari kepala sampai pangkal ekor. Untuk kucing dewasa normal, ini mungkin sama dengan 70 x 50 cm. Litter box tertutup atau terbuka? Masing-masing kucing tampaknya punya preferensi tersendiri. Memang idealnya, terdapat litter box tertutup maupun terbuka agar kucing bisa memilih. Namun, litter box tertutup lebih berisiko kotor dan lupa dibersihkan karena isinya tidak bisa terlihat. Ini bisa jadi masalah, karena kucing tidak suka litter box yang kotor.

Jika ada bekas urin atau kotoran di litter box, sebaiknya bekas tersebut segera diangkat, atau setidaknya diangkat dua kali sehari. Litter bisa ditambah lagi jika perlu. Kucing tidak suka melihat litter box yang kotor, tetapi mereka akan lebih tidak suka kalau ada bau kotoran atau urin dari kucing lain yang tidak mereka sukai. Ini perlu jadi perhatian penting di rumah yang kucingnya lebih dari satu. Selain itu, litter box perlu dikosongkan dan dibersihkan seminggu sekali dengan air panas. Kalau mau menggunakan cairan pembersih, baunya perlu diperhatikan. Indra penciuman kucing lebih tajam dari kita, jadi bau yang buat kita biasa saja bisa mengganggu kucing. Secara umum, hindari pembersih berbau jeruk-jerukan.

“Cat litter.” by caren_ep is licensed under CC BY-NC 2.0

Litter atau pasir kucing juga bisa jadi sumber masalah. Kebanyakan kucing lebih suka pasir gumpal dari tanah liat dibandingkan silika atau pelet kayu. Usahakan pasir kucing yang tersedia cukup tebal agar kucing bisa mengubur kotorannya dengan baik. Jika kucing suka pipis sembarangan, mungkin bisa pertimbangkan untuk mengganti pasir menjadi pasir tanpa bau.

Perlu diingat bahwa setiap kucing adalah individu yang berbeda. Aturan litter box di atas adalah prinsip umum, tetapi sangat mungkin ada perbedaan preferensi individu.

Bagaimana keadaan rumah dan lingkungan sekitar?
Lingkungan kucing bisa jadi sumber stres, yang pada akhirnya mengakibatkan kucing pipis sembarangan ataupun spraying. Saat menghadapi kucing yang pipis sembarangan, interaksi dengan kucing lain dan manusia, serta perubahan perlu dievaluasi secara menyeluruh. Beberapa pertanyaan yang perlu dipertimbangkan meliputi:

  • Apakah ada kucing lain di rumah atau di luar rumah? Keberadaan kucing lain di rumah adalah faktor risiko terjadinya pipis sembarangan.
  • Bagaimana interaksi antarkucing? Perhatikan hubungan kucing dengan kucing lain. Hubungan yang baik biasa ditandai bermain atau grooming bersama. Sebaliknya, hubungan tidak baik ditandai saling menghindar atau menatap, hissing, bahkan pertengkaran. Kucing yang hubungannya tidak baik tidak akan mau berbagi litter box dan sumber daya lainnya.
  • Apakah ada perubahan sosial, misalnya ada kucing habis ditinggal pemilik, atau ada kucing atau orang baru? Perubahan kecil seperti ini bisa jadi sumber stres bagi kucing.
  • Apakah ada perubahan jadwal interaksi dengan manusia, misalnya pemilik mendapat pekerjaan baru? Perubahan ini juga bisa jadi sumber stres.
  • Apakah jadwal makan sering berubah-ubah? Apakah ada cukup tempat makan terpisah bagi semua kucing?
  • Apakah ada perubahan di rumah, seperti renovasi atau perabotan baru?
  • Apakah ada hewan lain, misalnya anjing, yang berpotensi mengancam kucing?

Apa yang harus dilakukan kalau kucingmu pipis sembarangan (dan kamu tidak berhasil mengatasinya)?
Hal pertama yang harus dilakukan adalah ke dokter hewan untuk memastikan tidak ada masalah medis yang menyebabkan perilaku pipis sembarangan. Kalau ada masalah medis, tentu masalah tersebut harus ditangani secara tepat dengan bantuan dokter hewan. Kalau tidak ada masalah medis, berarti perilaku pipis sembarangan adalah masalah perilaku. Saya sudah memberi gambaran umum di atas, tetapi pilihan yang lebih baik adalah konsultasi dengan veterinary behaviorist atau ahli perilaku hewan. Perlu ditekankan kalau alurnya adalah ke dokter hewan yang biasa didatangi dulu, baru ke veterinary behaviorist, karena masalah medis harus dipastikan tidak ada sebelum menyimpulkan bahwa kucing pipis sembarangan karena masalah perilaku. Veterinary behaviorist sendiri masih jarang di Indonesia, dan karena itu kadang konsultasi tidak bisa dilakukan secara langsung. Kalau konsultasi dilakukan secara daring, kan behavioristnya tidak bisa melakukan pemeriksaan fisik, walaupun dia juga dokter hewan.

Apa yang akan dilakukan veterinary behaviorist? Tentu ini tergantung masing-masing behaviorist, tetapi mereka pasti akan menanyakan hal-hal terkait pribadi kucingnya, perilaku pipis sembarangan, dan lingkungan sekitar kucing tersebut – kurang lebih seputar hal-hal yang saya jelaskan di atas. Mereka mungkin memberi kuesioner untuk diisi agar data yang didapat lebih rinci dan tidak ada yang terlewat, atau bahkan meminta agar pemilik membuat timeline kejadian di rumah dan denah rumah yang meliputi ruang, perabotan, barang-barang kucing, dan lokasi pipis. Semua informasi tersebut digunakan untuk menentukan kira-kira apa yang menyebabkan kucing pipis sembarangan. Setelah itu, baru veterinary behaviorist memberi saran apa yang harus dilakukan, seperti modifikasi lingkungan atau bahkan pemberian obat-obatan untuk mengatur perilaku (kalau ini, tentu hanya dokter hewan yang berwenang!).

Referensi
Beugnet, V. V., & Beugnet, F. (2020). Field assessment in single-housed cats of litter box type (covered/uncovered) preferences for defecation. Journal of Veterinary Behavior, 36, 65–69. https://doi.org/10.1016/j.jveb.2019.05.002

Ellis, J. J., McGowan, R. T. S., & Martin, F. (2017). Does previous use affect litter box appeal in multi-cat households? Behavioural Processes, 141, 284–290. https://doi.org/10.1016/j.beproc.2017.02.008

Heath, S. (2019). Common feline problem behaviours: Unacceptable indoor elimination. Journal of Feline Medicine and Surgery, 21(3), 199–208. https://doi.org/10.1177/1098612X19831202

Horwitz, D. F. (2019). Common feline problem behaviors: Urine spraying. Journal of Feline Medicine and Surgery, 21(3), 209–219. https://doi.org/10.1177/1098612X19831203

McGowan, R. T. S., Ellis, J. J., Bensky, M. K., & Martin, F. (2017). The ins and outs of the litter box: A detailed ethogram of cat elimination behavior in two contrasting environments. Applied Animal Behaviour Science, 194(April), 67–78. https://doi.org/10.1016/j.applanim.2017.05.009

Ramos, D., Reche-Junior, A., Fragoso, P. L., Palme, R., Handa, P., Chelini, M. O., & Mills, D. S. (2020). A case-controlled comparison of behavioural arousal levels in urine spraying and latrining cats. Animals, 10(1). https://doi.org/10.3390/ani10010117

Villeneuve-Beugnet, V., & Beugnet, F. (2018). Field assessment of cats’ litter box substrate preferences. Journal of Veterinary Behavior, 25, 65–70. https://doi.org/10.1016/j.jveb.2018.03.002

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s