Kolostrum untuk Kucing dan Anjing: Kapan Perlu dan Tidak Perlu?

Hype kolostrum bukan hanya naik panggung di pasar kesehatan manusia, tetapi juga hewan peliharaan. Sayangnya, masih banyak kesalahpahaman soal kolostrum. Kolostrum memang berguna, bahkan sangat penting, dalam keadaan tertentu, tetapi kolostrum yang penting ini sangat berbeda dengan kolostrum yang banyak dijual. Kolostrum yang dijual justru lebih sering tidak berguna.

Waspada Fosfor Berlebih dalam Makanan Hewanmu

Saya sering dengar mitos kalau makanan kucing yang aman itu kadar magnesiumnya di bawah 0,09%. Di atas itu, makanan dianggap berpotensi menyebabkan FLUTD. Saya sudah bahas kenapa ini mitos di artikel ini. Daripada mempermasalahkan magnesium, ada mineral yang lebih bisa “membahayakan” saluran kemih, yaitu fosfor. Fosfor mungkin tidak seterkenal magnesium, tetapi fosfor juga bisa berperan … Continue reading Waspada Fosfor Berlebih dalam Makanan Hewanmu

Makanan Kering Bikin Kanker? Mengenal Reaksi Maillard

“Makanan komersil bikin (kanker, diabetes, obesitas, penyakit kronis)!" Klaim seperti ini sering disebut oleh pengguna diet alternatif (seperti homemade food dan raw food). Ada cukup banyak bukti epidemiologis yang tersedia untuk mendukung atau membantahnya, tetapi bukan itu yang ingin saya bahas saat ini. Yang ingin saya bahas: jika memang makanan kering atau komersil menyebabkan berbagai penyakit, bagaimana prosesnya?

Kesalahan Memberi Makan Anjing & Kucing Bunting, Menyusui, dan Anakan

Setelah melahirkan dan menyusui, induk anjing atau kucing sering menjadi kurus dan rambutnya rontok. Bahkan, dalam beberapa kasus, mereka sampai meninggal karena malnutrisi. Kebutuhan nutrisi pada masa reproduksi dan menyusui tidak bisa disamakan dengan kucing dewasa. Pada masa-masa ini, kebutuhan nutrisi sangat demanding. Sayangnya, banyak pemilik hewan yang belum tahu apa yang membedakan kebutuhan nutrisi mereka, sehingga sering terjadi kesalahan berikut.

Keseraman Pengawet dalam Pet Food

Bagaimana makanan hewan komersil kering maupun basah bisa bertahan berbulan-bulan hingga bertahun-tahun? Pasti ada pengawetnya! Dari kecil, kita (atau saya, sih) sering dengar kalau pengawet dalam makanan itu berbahaya, bisa menyebabkan kanker. Di makanan hewan pun, desas-desus serupa sering terdengar. Jika ini benar, tentu berbahaya sekali, mengingat anjing atau kucing makan makanan komersil setiap hari dalam porsi besar, bukan seperti kita yang makan cemilan hanya sesekali.

Makanan Grain Free dan Gangguan Jantung

Dalam belasan tahun terakhir, makanan hewan grain-free menjadi sangat populer. Namun, popularitas ini mulai redup di tahun 2018 dan 2019 (1), sejak FDA Amerika Serikat mulai menginvestigasi hubungan makanan BEG (boutique, exotic, grain-free) dengan dilated cardiomyopathy (DCM).

DCM adalah salah satu masalah jantung yang fatal pada anjing, di mana otot jantung mulai rusak dan melemah, sehingga kesulitan memompa darah ke seluruh tubuh.

Memberi Treats dengan Aman

Sama seperti manusia, hewan peliharaan kita suka tidak tahan dengan godaan treats (aka snack). Kadang, mereka tergoda separah itu, sampai mereka tidak nafsu makan makanan aslinya. Apakah ini bahaya? Jelas. Kebanyakan treats nutrisinya tidak lengkap dan seimbang. Bagaimana seharusnya kita memberi treats tanpa mengacaukan asupan nutrisi mereka?