Makanan Kering Bikin Kanker? Mengenal Reaksi Maillard

“Makanan komersil bikin (kanker, diabetes, obesitas, penyakit kronis)!" Klaim seperti ini sering disebut oleh pengguna diet alternatif (seperti homemade food dan raw food). Ada cukup banyak bukti epidemiologis yang tersedia untuk mendukung atau membantahnya, tetapi bukan itu yang ingin saya bahas saat ini. Yang ingin saya bahas: jika memang makanan kering atau komersil menyebabkan berbagai penyakit, bagaimana prosesnya?

Kesalahan Memberi Makan Anjing & Kucing Bunting, Menyusui, dan Anakan

Setelah melahirkan dan menyusui, induk anjing atau kucing sering menjadi kurus dan rambutnya rontok. Bahkan, dalam beberapa kasus, mereka sampai meninggal karena malnutrisi. Kebutuhan nutrisi pada masa reproduksi dan menyusui tidak bisa disamakan dengan kucing dewasa. Pada masa-masa ini, kebutuhan nutrisi sangat demanding. Sayangnya, banyak pemilik hewan yang belum tahu apa yang membedakan kebutuhan nutrisi mereka, sehingga sering terjadi kesalahan berikut.

Keseraman Pengawet dalam Pet Food

Bagaimana makanan hewan komersil kering maupun basah bisa bertahan berbulan-bulan hingga bertahun-tahun? Pasti ada pengawetnya! Dari kecil, kita (atau saya, sih) sering dengar kalau pengawet dalam makanan itu berbahaya, bisa menyebabkan kanker. Di makanan hewan pun, desas-desus serupa sering terdengar. Jika ini benar, tentu berbahaya sekali, mengingat anjing atau kucing makan makanan komersil setiap hari dalam porsi besar, bukan seperti kita yang makan cemilan hanya sesekali.

Makanan Grain Free dan Gangguan Jantung

Dalam belasan tahun terakhir, makanan hewan grain-free menjadi sangat populer. Namun, popularitas ini mulai redup di tahun 2018 dan 2019 (1), sejak FDA Amerika Serikat mulai menginvestigasi hubungan makanan BEG (boutique, exotic, grain-free) dengan dilated cardiomyopathy (DCM).

DCM adalah salah satu masalah jantung yang fatal pada anjing, di mana otot jantung mulai rusak dan melemah, sehingga kesulitan memompa darah ke seluruh tubuh.

Memberi Treats dengan Aman

Sama seperti manusia, hewan peliharaan kita suka tidak tahan dengan godaan treats (aka snack). Kadang, mereka tergoda separah itu, sampai mereka tidak nafsu makan makanan aslinya. Apakah ini bahaya? Jelas. Kebanyakan treats nutrisinya tidak lengkap dan seimbang. Bagaimana seharusnya kita memberi treats tanpa mengacaukan asupan nutrisi mereka?

Plasma Konvalesen untuk Anjing dan Kucing?

Plasma konvalesen. Akhir-akhir ini, kata tersebut sering muncul sebagai salah satu opsi pengobatan COVID-19. Plasma adalah bagian darah yang mengandung antibodi, sehingga diharapkan pasien penderita COVID-19 bisa membaik jika diberi plasma dari penyintas yang punya antibodi terhadap virus SARS-CoV-2. Meski begitu, penggunaan plasma konvalesen sepertinya tidak membawa banyak manfaat dalam pandemi ini (1).Namun, saya tidak … Continue reading Plasma Konvalesen untuk Anjing dan Kucing?

Makanan Terapetik (Vet Diet) Tidak Boleh Dibeli Sembarangan: Contoh dari Urinary dan Gastrointestinal

Budi, seorang pemilik kucing panik dan bingung harus apa karena kucingnya kesulitan pipis. Dia pun bertanya ke sosial media dan grup pecinta hewan. Tidak lupa pesan: jangan suruh ke dokter hewan, soalnya ga ada duit. Dibalaslah oleh beberapa pemilik hewan baik hati: belikan RC Urinary S/O saja. Dulu kucing saya susah pipis, dikasih itu, sembuh. Dengan penuh harap, Budi langsung checkout Urinary S/O 400 gram.

Suplemen Antibodi, Bisa Pengaruhi Imun?

Beberapa waktu lalu, saya melihat sebuah produk suplemen imun untuk hewan. Bahannya? Antibodi dari telur (imunoglobulin Y, IgY). Harganya mahal, lebih mahal dari transfer factor, yang menurut saya sudah mahal. Setelah membaca detil produk tersebut—penjelasan dan penelitiannya, saya mengernyitkan dahi. Terlalu banyak pertanyaan yang tidak terjawab dalam pikiran saya tentang kerja produk ini.